
Ada banyak mitos yang beredar seputar perawatan kulit. Informasi tentang skincare dan perawatan tersebar luas di era media sosial yang serba cepat, dari tips viral di TikTok sampai rekomendasi influencer favorit.
Sayangnya, tidak semua info yang kamu baca atau tonton itu benar. Banyak mitos yang justru bisa merusak kulit kalau terus dipercaya. Nah, agar kamu tidak salah langkah, yuk bedah satu per satu mitos yang sering menyesatkan soal perawatan kulit
Perawatan Kulit Rumahan Selalu Lebih Aman
Perawatan kulit rumahan yang menggunakan cara alami seringkali dianggap lebih aman untuk merawat kulit. Padahal, tidak semuanya aman atau efektif. Beberapa bahan dapur memang bisa membantu merawat kulit, namun ada juga yang justru berbahaya.
Misalnya, mengoleskan jus lemon atau soda kue langsung ke kulit dapat menyebabkan iritasi dan membuat kulit lebih sensitif, terutama saat terkena sinar matahari.
Sebelum mencoba perawatan kulit rumahan, sebaiknya pelajari dulu jenis kulitmu agar bisa memastikan cocok atau tidak. Kamu bisa melakukan uji coba kecil pada bagian kulit tertentu untuk memastikan tidak ada reaksi negatif.
Tabir surya dengan SPF tinggi lebih baik
SPF (sun protection factor) merupakan kemampuan suatu tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet B (UVB).
Meskipun SPF penting, anggapan bahwa tabir surya dengan SPF yang tinggi lebih baik rupanya juga termasuk mitos skincare.Ada banyak produk tabir surya dengan SPF yang bervariasi, mulai dari 15, 30, hingga 99.
Meski tidak ada salahnya memilih sunscreen ber-SPF tinggi, tabir surya dengan SPF 30 sebetulnya sudah cukup karena mampu menghalau 97% sinar UVB.
Kulit berminyak tidak butuh pelembap
Kulit berminyak sekilas memang tampak lebih lembap dari kulit kering, padahal kulit yang berminyak tidak sama dengan kulit lembap. Pemilik jenis kulit ini tetap berisiko mengalami wajah kusam dan jerawatan akibat kurangnya cairan dalam kulit mereka. Jadi, anggapan bahwa kulit berminyak tidak butuh pelembap hanyalah salah satu mitos skincare.
Setiap jenis kulit membutuhkan pelembap, tapi Anda perlu memilih pelembap khusus kulit berminyak yang tidak menyumbat pori-pori kulit.
Tanning baik untuk kulit
Mencokelatkan kulit dengan cara berjemur berlama-lama di bawah sinar matahari dapat meningkatkan risiko kanker kulit dan penuaan dini, terutama jika tabir surya tidak digunakan. Jika ingin berjemur, gunakan tabir surya minimal SPF 30 secara menyeluruh dan terapkan kembali bila perlu, serta hindari sinar matahari di puncaknya.
Sabun tidak baik untuk kulit wajah
Terdapat mitos lama seputar skincare yang menyebutkan bahwa sabun tidak baik untuk kulit wajah.Anggapan ini bisa jadi benar bila Anda mencuci muka dengan sabun mandi sebab sabun mandi mengandung bahan yang terlalu keras untuk kulit wajah.
Kini, Anda bisa menemukan berbagai produk sabun muka untuk tiap jenis kulit. Sabun muka telah diformulasikan sedemikian rupa agar cukup lembut untuk kulit wajah yang lebih sensitif. Jadi, Anda bisa menggunakannya setiap hari.
Itulah lima mitos tentang perawatan kulit yang mungkin sering kamu dengar dan sudah saatnya kamu abaikan ya, Sobat Kovermagz. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat!


