
Dampak stres emosional pada kulit adalah hal yang sangat nyata dan terbukti secara sains. Saat kamu merasa tertekan, cemas, patah hati, atau kelelahan secara mental, kulitmu akan langsung merespons dan menunjukkannya dengan sangat jelas.
Seringkali kita lupa bahwa kulit adalah organ tubuh terbesar. Apa yang terjadi di dalam tubuh, termasuk di dalam pikiran kita, pasti akan terpancar keluar.
Ada banyak faktor yang dapat membuat kulit menjadi lelah dan stres diantaranya kurang tidur, terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji, terlalu sering terpapar sinar matahari, polusi, dan juga radikal bebas. Namun sebelum kondisi kulit menjadi semakin parah, yuk sama-sama simak tanda yang muncul saat kulit mengalami stres agar dapat diwaspadai dan dapat diatasi
Jerawat
Salah satu efek paling umum dari stres pada kulit adalah munculnya jerawat. Saat stres meningkat, produksi hormon stres seperti kortisol juga meningkat. Hal ini dapat merangsang kelenjar minyak di kulit untuk memproduksi lebih banyak minyak pada permukaan kulit. Jika tak ditangani dengan baik, pada gilirannya kondisi ini dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.
Dermatitis
Dermatitis, atau peradangan kulit, juga dapat dipicu oleh tingkat stres yang tinggi. Stres dapat memperburuk dermatitis yang sudah ada atau memicu serangan baru. Gejala dermatitis termasuk kulit kemerahan, gatal, pecah-pecah, dan bahkan pembentukan lepuhan pada area yang terkena.
Kulit terlihat kusam
Kulit kusam juga menjadi salah satu respon kulit pada stres yang berat. Apabila stres tersebut melanda anda maka akan terjadi penumpukan lapisan sel kulit mati jika tidak rajin dibersihkan atau tidak melakukan exfoliasi maka dapat berpengaruh terhadap melambatnya proses pembuatan sel kulit yang baru.
Psoriasis
Psoriasis adalah kondisi kulit autoimun yang menyebabkan pembentukan plak merah, tebal, bersisik di kulit. Stres dapat memicu atau memperburuk flare-up psoriasis, membuat plak lebih meradang dan lebih sulit diatasi.
Kulit jadi mudah kemerahan dan gatal
Peningkatan kadar kortisol dalam tubuh juga dapat memicu reaksi alergi kulit seperti gatal-gatal karena di saat stress tubuh akan bereaksi membuat perubahan kulit pada sel sel kekebalan tubuh dan dapat mendorongnya untuk mengeluarkan histamine ke kulit yang menjadi penyebab kulit wajah dan tubuh menjadi gatal-gatal.
Menghindari dari stres memang bukan hal yang mudah tapi jika terus di diamkan secara berkelanjutan pastinya akan membawa dampak negatif yang lebih tidak baik lagi. Jadi selain sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh di saat stress penting juga untuk dapat menjaga kesehatan kulit karena keadaan kulit yang terdampak dari stress juga akan membuat kulit tidak ‘siap’ saat melakukan skincare routine sehingga penggunaan skincare pun jadi tidak maksimal.
Keriput dan Garis Halus
Stres yang kronis dapat mempengaruhi integritas kulit dan menyebabkan peningkatan garis-garis halus dan keriput. Kortisol yang dilepaskan sebagai respons terhadap stres dapat mempengaruhi produksi kolagen dan elastin dalam kulit, yang berperan penting dalam menjaga kekencangan dan kehalusan kulit.


