
Seperti kita tahu bahwa kabar megah baru-baru ini datang dari Kota Vatikan. Setelah Konklaf yang penuh harapan dan ketegangan, Gereja Katolik kini resmi memiliki Paus baru. Menariknya, Kardinal Robert Francis Prevost asal Amerika Serikat (AS) terpilih sebagai Paus ke-267 dengan nama Leo XIV.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Kardinal Protodiakon Dominique Mamberti dari balkon utama Basilika Santo Petrus dengan formula legendaris, “Habemus Papam”, yang berarti “Kami memiliki seorang Paus.” Momen ini langsung mengundang sorakan riuh dari kerumunan yang menunggu dengan penuh harap. Melansir dari laman resmi Vatican News, Leo XIV mencatat sejarah sebagai Paus kedua dari benua Amerika setelah Paus Fransiskus.
Akan tetapi, berbeda dengan pendahulunya yang berasal dari Argentina, Leo XIV lahir di Chicago, Amerika Serikat, menjadikannya Paus pertama dari wilayah Amerika Utara. Yang lebih menarik, Leo XIV adalah Paus pertama dari Ordo Santo Agustinus, menandai tonggak baru dalam sejarah Gereja Katolik.
Arti nama Paus Leo
Paus Leo XIV memilih nama Leo karena ingin meneruskan semangat progresif meneruskan Paus Fransiskus. Asisten profesor sejarah Katolik di Pusat Studi Katolik di Universitas Durham, Liam Temple, sebelumnya mengatakan jika Paus baru ingin meneruskan kerja-kerja reformasi seperti Fransiskus, dia akan memilih nama Leo yang merujuk Leo XIII.
Selama kepausan Leo XIII, dia mendedikasikan diri kepada isu-isu keadilan sosial, tempat kerja yang aman hingga upah layak. Pastor Katolik dan pengamat Vatikan Ed Tomlinson mengatakan nama Paus XIV punya kedekatan tersendiri dengan Paus Fransiskus dalam aspek misi progresif yang diteruskan.
“Ini sepertinya sebuah keberlanjutan liberalisasi dari Fransiskus,” kata Tomlinson kepada The Independent.
Profil Singkat
Lahir pada 14 September 1955, Robert Francis Prevost tumbuh di dalam keluarga multikultural dengan darah Prancis, Italia, dan Spanyol. Sejak kecil, dia sudah menunjukkan minat yang besar terhadap agama. Perjalanannya dimulai di Minor Seminary of the Augustinian Fathers, dan kemudian berlanjut ke Universitas Villanova di Pennsylvania, di mana dia mempelajari Matematika dan Filsafat.
Kampus itu merupakan satu-satunya universitas Katolik Agustinian di AS. Sebelumnya mendedikasikan karir klerikal awal untuk Ordo Santo Agustinus. Prevost menerima gelar sarjana dari College of Liberal Arts and Sciences (CLAS) di Villanova University pada tahun 1977.
Pada tahun yang sama, dia juga memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Santo Agustinus (OSA) di Saint Louis, Chicago dan mengucapkan kaul pertamanya setahun kemudian. Paus Leo juga disebut menguasai lima bahasa di antaranya Portugis, Prancis, Spanyol, Latin, dan Inggris. Saat pertama kali muncul di hadapan publik sebagai Paus, dia mengatakan “semoga damai menyertai Anda” dalam bahasa Italia, dan Spanyol. mb
Melansir dari berbagai sumber, pengalaman Leo XIV sebagai misionaris di Peru menjadi salah satu elemen kunci yang membentuk karakter dan kepemimpinannya. Selama lebih dari satu dekade, dia melayani dengan sepenuh hati, memimpin pembinaan calon imam, mengajar di seminari, dan melayani komunitas miskin di daerah Trujillo.
Perjalanan kariernya tidak berhenti di sana. Setelah kembali ke Amerika Serikat, Leo XIV menjabat sebagai Prior Provinsial Ordo Santo Agustinus di Chicago. Kesuksesannya memimpin membuatnya terpilih sebagai Prior Jenderal Ordo Santo Agustinus selama dua periode berturut-turut. Jabatan ini memberinya pengalaman mendalam dalam memimpin komunitas global, yang kini akan menjadi modal besar dalam memimpin Gereja Katolik di tengah tantangan dunia modern.
Pada 3 November 2014, Paus Fransiskus menunjuk Leo XIV sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Chiclayo di Peru, sebelum akhirnya diangkat menjadi Uskup. Selama masa jabatannya, dia dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan berkomitmen pada pendidikan, kebudayaan, dan pelayanan pastoral. Langkah ini semakin memperkuat posisinya di antara tokoh-tokoh penting Gereja Katolik.
Ketika dipanggil kembali ke Roma pada 30 Januari 2023, Leo XIV menjabat sebagai Prefek Dikasteri untuk Uskup dan Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin. Pada 2024, dia diangkat menjadi Kardinal oleh Paus Fransiskus, sebuah pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya selama bertahun-tahun.
Nama Leo XIV dipilih dengan penuh makna. Nama ini mengingatkan pada Paus Leo sebelumnya, yang dikenal atas komitmen mereka terhadap keadilan sosial dan dialog antaragama.
Sebagai pemimpin baru, Leo XIV diharapkan dapat melanjutkan warisan ini, sekaligus membawa Gereja Katolik ke arah yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan dunia saat ini. Moto episkopalnya, “In Illo uno unum” (Meskipun kita umat Kristiani banyak jumlahnya kita adalah satu dalam satu Kristus), mencerminkan semangat persatuan yang ingin dia bawa dalam Gereja.
Langkah pertamanya sebagai Paus baru tentu menjadi perhatian dunia. Dengan latar belakangnya yang kaya sebagai misionaris, akademisi, dan pemimpin, Leo XIV diharapkan dapat membawa pendekatan yang segar dan relevan bagi umat Katolik di seluruh dunia.
Pernah kunjungi Papua
Perlu diketahui, Paus Leo XIV pernah mengunjungi wilayah di Indonesia, Papua, sebelum menjadi pemimpin Gereja Katolik sedunia. Saat itu, Prevost ke Papua untuk menghadiri perayaan ulang tahun pelayanan Ordo Santo Agustinus (OSA) pada 2003. Di tahun tersebut, dia menjadi Pemimpin Umum atau Jenderal OSA.
Prevost mengunjungi Keuskupan di Sorong hingga Jayapura saat di Papua. Laporan tersebut berdasarkan konfirmasi para imam dan suster Ordo Santo Agustinus di Ketapang, Kalimantan Barat, Sorong, hingga Manokwari.
“Bahkan juga sudah pernah sampai mengunjungi Papua Barat-khususnya Sorong dan Manokwari,” demikian laporan situs tersebut.


