Risiko Pengobatan Tradisional Kerokan Bagi Tubuh

masyarakat Indonesia masih banyak menggunakan istilah masuk angin, bahkan menganggap cara untuk menghilangkan masuk angin itu dengan cara kerokan. Kerokan adalah salah satu metode pengobatan tradisional yang terkenal ampuh menyembuhkan sejumlah penyakit, seperti masuk angin dan pegal-pegal. 

Namun bila ditinjau dari sisi medis, apakah kerokan dapat dikategorikan sebagai metode pengobatan yang aman bagi tubuh?. Pada dasarnya, prinsip kerokan adalah melebarkan pembuluh darah. Saat pembuluh darah melebar, oksigen akan lebih leluasa terhantarkan ke sekujur tubuh dan nyeri yang kita rasakan pun akan berkurang.

Selain itu, zat endorphin dalam otak yang membuat tubuh terasa sangat nyaman pun akan dilepaskan. Tak heran kalau kemudian banyak orang yang “kecanduan” kerokan. Namun, perlu diingat, kerokan juga berpotensi memicu sejumlah dampak negatif pada tubuh, di antaranya;

Iritasi Kulit  

Aktivitas kerokan bisa menyebabkan iritasi kulit. Gesekan pada sel tanduk kulit dari koin atau mata uang yang digunakan bisa menyebabkan hal ini. Bahkan jika dilakukan terlalu sering, hal ini bisa mengganggu. Kulit akan terkikis.Terkikisnya kulit akan mempermudah masuknya kuman ke dalam tubuh.

Tidak sedikit saat kerokan terjadi kulit yang merah hingga terjadi pendarahan kecil. Bahkan pada beberapa individu kerokan bisa menyebabkan kulit menjadi biru atau ungu karena pecahnya kapiler darah yang berukuran lebih besar.

Stroke

Terlalu banyak melakukan kerokan bisa menyebabkan stroke. Kok bisa? Penyebabnya adalah karena melebarnya pori-pori kulit setelah kerokan. Hal ini juga akan berimbas pada melebarnya pembuluh darah. Pembuluh darah bisa pecah jika hal ini terus menerus dilakukan. Nah pecahnya pembuluh darah bisa memicu rendahnya pasokan darah ke otak yang bisa memicu stroke.

Alergi

Tak hanya itu kerokan juga bisa menyebabkan alergi. Alergi ini muncul dari penggunaan logam atau alat yang digunakan untuk mengerok. Kondisi alergi masing-masing individu berbeda-beda. Alergi ini bisa menyebabkan muncul bintik-bintik. yang jika berlanjut pada infeksi kulit menimbulkan luka yang lebih serius.

Ketagihan

Ketagihan kerokan bisa berdampak negatif bagi badan Anda meskipun bisa memberikan sensasi nyaman bagi tubuh. Semakin sering kerokan, maka pori-pori kulit akan terbuka lebar dan bisa menyebabkan peradangan. Saat kulit dikerok, terjadi pelebaran pori-pori kulit dengan signifikan. Kulit yang memerah dan mengalami peradangan ini juga bisa menjadi gerbang virus atau bakteri untuk masuk ke dalam tubuh.

Kondisinya bisa lebih parah jika alat kerokan yang dipakai juga kurang bersih, bisa jadi virus dan bakteri yang ada di dalam alat tersebut masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan datangnya masalah kesehatan.

Selain itu, kerokan juga tidak dianjurkan bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Orang yang memiliki gangguan pembekuan darah, sedang mengonsumsi obat pengencer darah, menderita diabetes, atau baru menjalani operasi sebaiknya menghindari terapi ini karena berisiko menyebabkan perdarahan atau komplikasi lainnya.

Baca Juga:  Sederet Tips Diet Ala Orang Jepang, Wajib Coba!