
Musim hujan selain membawa keindahan alam, juga memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan tubuh. Bila kesehatan dan daya tahan tubuh tidak dijaga dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan setiap tetes air yang jatuh dapat menyebabkan risiko penyakit menular, misalnya dengan meningkatnya orang yang terinfeksi flu atau demam ketika musim hujan.
Kelembapan udara yang tinggi menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri dan virus untuk berkembang. Sehingga, menjaga kesehatan selama musim hujan menjadi kunci penting terhindar dari penyakit. Banyak cara yang bisa dilakukan demi menjaga kesehatan selama musim hujan. Salah satu cara mudahnya adalah dengan minuman hangat. Karena minuman hangat dapat memberikan kenyamanan dan juga mendukung kesehatan.
Berikut adalah beberapa minuman hangat yang sehat untuk menjaga stamina selama musim hujan:
1. Jamu Beras Kencur
Siapa, sih, yang tak tahu jamu beras kencur? Jamu telah dinobatkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO sejak 2023. Jamu beras kencur adalah salah satu jenis yang populer, bahkan mendunia.
Jamu beras kencur merupakan minuman khas Jawa yang dibuat dengan dua bahan utama, yakni beras dan kencur. Biasanya, jamu ini juga dicampurkan dengan jahe dan gula. Jamu beras kencur memiliki rasa yang manis, hangat, dan menyegarkan sehingga cocok untuk lidah segala kalangan, termasuk anak-anak.
Beras mengandung kalsium, fosfor, kalium, serta beberapa vitamin. Kemudian, kencur mengandung flavonoid, kalium, fosfor, magnesium, zat besi, mangan, dan zinc. Kandungan kedua bahan utama ini membuat jamu ini memiliki banyak khasiat, dari menjaga stamina dengan antioksidan, antibakteri, dan antiradang, hingga memiliki sifat antikanker.
2. Teh Talua
Teh talua berasal dari Sumatera Barat dan populer di masyarakat Minangkabau. Teh ini bisa banyak kita temukan di warung-warung di daerah sana. Bahkan, kini beberapa restoran pun mulai menyajikan menu teh talua.
Mulanya, teh ini hanya dikonsumsi oleh petani dan pemuda di daerah Sumatera Barat. Seiring berkembangnya zaman, teh ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke sana.
Minuman ini terbuat dari teh hitam, kuning telur ayam kampung atau bebek, gula pasir, dan jeruk nipis. Teh talua biasanya disajikan dengan hangat. Dengan telur sebagai sumber protein, lemak, dan vitamin dan teh yang mengandung antioksidan, minuman ini sangat cocok untuk memulihkan stamina.
3. Bandrek
Jawa Barat, terutama Bandung, terkenal sebagai daerah dingin. Maka tak heran jika minuman tradisional di daerah ini juga terkenal sebagai penghangat badan. Salah satu minuman hangat yang mudah untuk dibuat adalah bandrek.
Bandrek biasanya dibuat dari campuran jahe, gula aren, dan rempah-rempah, seperti kayu manis, cengkeh, dan serai. Rasa bandrek akan semakin kaya jika ditambah santan atau susu. Campuran bahan ini menciptakan rasa yang unik dan lezat sehingga minuman bandrek memiliki banyak penggemar.
Tak hanya sekadar menghangatkan badan dan memberi efek relaksasi, bandrek juga mengandung gizi yang berasal dari bahan-bahan pokoknya. Rempah-rempah di dalam bandrek dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, jahe juga dapat membantu sirkulasi darah dalam tubuh dan mencegah peradangan.
4. Sarabba
Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah dengan rempah-rempah paling kaya di Nusantara. Maka tak heran jika sarabba, minuman khas Makassar, Sulawesi Selatan, ini sangat kaya akan ragam rempah.
Minuman ini sangat populer di Makassar sehingga dapat dengan mudah ditemukan di sudut-sudut kota. Sarabba terbuat dari beragam bahan dan rempah, seperti jahe, gula aren, kuning telur, santan, hingga merica. Biasanya, sarabba juga ditambah dengan kayu manis atau cengkeh untuk menambah rasa.
Teksturnya yang kental menyimpan berbagai khasiat. Sarabba dapat membantu untuk mengurangi berat badan, meredakan nyeri, baik nyeri sendi dan otot maupun nyeri saat haid, serta melancarkan sirkulasi darah. Bahan-bahan di dalam minuman ini juga dapat menurunkan kolesterol dan mencegah penyakit kanker.
5. Bir Pletok
Bir pletok adalah minuman khas Betawi di Jakarta. Meskipun namanya bir, tetapi minuman ini tidak mengandung alkohol, jadi aman untuk dikonsumsi. Minuman ini merupakan substitusi dari minuman wine yang dulunya dibawa oleh Belanda saat zaman kolonial.
Bahan-bahan pembuatan bir pletok diambil dari bahan pokok yang ada di sekitar masyarakat, seperti rempah-rempah (jahe, kapulaga, pandan wangi, dan serai) serta kayu secang yang memberikan warna merah. Campuran bahan ini menciptakan perpaduan rasa yang unik, yakni pedas, manis, dan hangat.
Bir pletok dapat mengatasi masuk angin, meredakan sakit kepala, serta menambah nafsu makan. Selain itu, kapulaga di dalam minuman ini juga bermanfaat bagi penderita hipertensi. Bir pletok juga bermanfaat bagi pencernaan hingga mengontrol kadar gula darah.


