Penggagas 1000 Foundation, Raja Meliala: Segala Sesuatu Bisa Diubah dengan Pendidikan

Kini 1000 Foundation telah berhasil memberi bantuan kepada lebih dari 100 anak dalam bentuk perlengkapan sekolah serta beasiswa sekolah untuk 40 anak. Sejumlah sekolah juga sudah mendapat perhatian berupa alat pendukung kegiatan belajar mengajar seperti papan tulis, alat peraga, alat tulis dan pakaian.

Edukasi Pentingnya Pendidikan

Walaupun 1000 Foundation bukan satu-satunya yayasan yang peduli akan pendidikan di Indonesia, nyatanya masih banyak insan manusia yang beranggapan bahwa pendidikan tidak begitu penting. Perihal tersebut ditemui Raja ketika melakukan kunjungan ke berbagai lokasi calon murid penerima beasiswa.

“Kadang ada anak yang tidak sekolah karena memang tidak diprioritaskan untuk sekolah oleh orang tuanya. Padahal kalau kedua orang tua masih bekerja, ‘ngumpulin’ 200 ribu saja sebulan pasti anaknya bisa sekolah. Kenapa mesti minta bantuan? Bukan karena enggak ada uangnya, tetapi memang mereka enggak peduli dengan pendidikan,” tutur Raja.

Raja sangat menyayangkan jika masih ada orang tua yang memiliki pola pikir sempit mengenai pendidikan. Sejatinya pendidikan yang layak, bisa mengubah masa depan sang anak menjadi lebih baik agar pada akhirnya bisa meningkatkan taraf hidup keluarganya pula.

Tak bisa dipungkiri, syarat melamar pekerjaan di Indonesia salah satunya adalah dengan menggunakan ijazah sekolah. Dengan begitu, Raja berharap keberadaan 1000 Foundation bisa meringankan beban anak agar bisa lulus program wajib belajar 12 tahun.

“Petani yang enggak sekolah tangkapan ikannya 1 ton, petani yang S1 panennya bisa 3 ton. Ilmu pertanianlah yang membedakannya, walaupun tanah dan produknya sama. Pendidikan itu berpengaruh ke segala aspek, enggak ada yang sia-sia,” tuturnya.

 

 

 

Sukses Tak Melulu Soal Materi

Sampai saat ini, donator 1000 Foundation sudah tersebar dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk luar Pulau Sumatera seperti Bogor dan Kalimantan Barat. Para donatur juga mempunyai hak eksklusif untuk mengajukan calon anak penerima beasiswa. Hal ini untuk menghindari peristiwa-peristiwa yang berpotensi merugikan yayasan, seperti pemalsuan info dan data anak, bahkan yang lebih parah yaitu penyalahgunaan dana beasiswa.

“Pernah ada kasus sekolah curang. Si anak sudah bayar uang sekolah tetapi pihak sekolah malah keluarkan surat belum bayar yang ada stempel dan tanda tangan kepala sekolah. Ya kami bayar, tetapi akhirnya ketahuan. Rupanya ini kerjaan kepala sekolah dan orang tua murid biar duitnya bagi-bagi. Kami enggak minta kembali, tetapi kami blacklist sekolahnya,” ucap Raja.

Bagi pria lulusan D3 Elektro Politeknik Negeri Medan ini, kesuksesan adalah ketika bisa terus berbagi kepada mereka yang membutuhkan sehingga semakin banyak anak mengenyam pendidikan yang layak. “Semakin banyak anak yang dibantu, semakin sukses kami rasa, artinya banyak orang yang percaya dengan yayasan, itu kesuksesan yayasan. Kalau kesuksesan pribadi, ya paling sehat dunia-mati masuk surga, uang awak milyaran pun kalau sakit-sakitan ya enggak guna,” ucapnya sembari tertawa.

Sulung dari dua bersaudara ini juga berencana suatu saat nanti 1000 Foundation bisa membangun sekolah yang mewah dan lengkap dengan sistem subsidi silang. “Kaya dan miskin jadi satu biar tidak ada kesenjangan. Misalnya jumlah murid 300, yang 200 bayar full, yang 100 lagi free tetapi diseleksi dengan ujian. Jadi istilahnya anak dari keluarga berada yang 200 ini bayarin uang sekolah anak kurang mampu yang 100. Itulah gunanya sekolah, yang atas mengayomi yang bawah, yang bawah bersinergi dengan yang atas,” pungkasnya mengakhiri.