“Segala sesuatu bisa diubah dengan pendidikan, kayak attitude. Kalau kita berikan pendidikan yang layak, yang tadinya di bawah, bisa meroket ke atas. Banyak tuh yang SMA, kalau tamat bisa cari kerja yang layak, karena enggak lulus jadi enggak bisa apa-apa,” ungkapnya.
Bantu Masa Depan Generasi Muda
Program yang diberikan 1000 Foundation adalah berupa beasiswa pendidikan, wisata edukasi dan bedah sekolah. Beasiswa dalam bentuk uang sekolah setahun dan peralatan sekolah, rutin diserahkan setiap bulan kepada anak yang lulus seleksi. Untuk wisata edukasi digelar setahun sekali mengingat dana yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Sedangkan bantuan bedah sekolah dalam waktu satu tahun, hanya realisasikan sekali atau dua kali.

Anak calon penerima beasiswa biasanya merupakan hasil survey tim atau rekomendasi dari para donatur yang akan disaring dan dicek terlebih dahulu latar belakangnya. Adapun kriteria utamanya adalah keadaan ekonomi yang memprihatinkan, keberadaan orang tua dan keinginan untuk belajar.
“Harus berprestasi enggak, harus susah iya. Biasanya yang kami bantu karena dia menolong ibu bapaknya, atau anak yatim piatu, bisa juga kalau orang tuanya sudah pisah atau meninggal. Attitude juga kami lihat,” tutur pria yang juga berprofesi sebagai fotografer ini.
Tak perlu surat keterangan dari kepala lingkungan setempat, Raja bersama tim 1000 Foundation dan donatur akan mengunjungi alamat rumah anak calon penerima beasiswa untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga sang anak.
Apabila persyaratan sudah sesuai, maka si anak akan mendapat bantuan uang tunai selama setahun yang langsung diberikan kepada pihak sekolah tanpa melalui perantara. Namun kalau dana kas tidak mencukupi, 1000 Foundation akan membuat iklan penggalangan dana di media sosial untuk menghimpun donasi.
“Kami kasih beasiswa setahun full, termasuk tunggakan. Jadi si anak tinggal belajar, enggak nyari uang lagi. Nanti kalau sudah naik kelas, kami cek rapornya, kalau bagus lanjut lagi (beasiswa), tetapi kalau tidak lapor, kami anggap sudah mandiri secara finansial,” kata pria kelahiran Lubuk Pakam, 19 April 1990 ini.


