Pengendalian Diri dalam Menghadapi Situasi Negatif

41

Medan, KoverMagz – Krisis adalah bagian dari hidup yang tidak dapat dielakkan tetapi harus dihadapi untuk diatasi. Sebuah krisis cenderung menimbulkan masalah dan akan berdampak pada suatu sikap emosional yang harus diambil.bKebanyakan orang menghadapi krisis dengan sikap negatif karena menganggap kehadiran krisis merupakan
hambatan dalam hidup.

Sikap emosional yang bersifat negatif akan membawa seseorang kepada tindakan pelarian bahkan tindakan buruk yang akan membuat hidup makin menderita. Sesuai dengan kehendak Allah,kita diharapkan dapat mengatasi krisis, yang walaupun menjadi hambatan dalam hidup, dengan sikap emosional yang positif didukung dengan sikap rohani agar krisis berdampak positif.

Sikap rohani menunjukan bahwa seseorang yang mengerti firman dan kehendak Allah pasti dapat mengatasi masalah, menemukan jalan keluar atau kekuatan untuk menghadapi krisis. Sehingga krisis bukan hambatan hidup tetapi titik balik menuju ke arah perbaikan yang memberikan kebaikan.

Perihal terjadinya, krisis merupakan suatu reaksi dari dalam diri seseorang terhadap suatu
bahaya dari luar. Suatu krisis biasanya meliputi hilangnya kemampuan untuk mengatasi masalah selama sementara waktu. Jika seorang mengatasi masalah itu secara efektif, ia dapat kembali berfungsi seperti keadaan sebelum krisis. Dengan kata lain, krisis dapat menjadi titik balik untuk menuju ke arah perbaikan atau kehancuran tanpa penyelesaian.

Oleh karena itu, diperlukan suatu sikap ketika menghadapi krisis walau kecenderungan kita akan bereaksi negatif. Jika reaksi negatif dilakukan, itu berarti kehancuran bagian hidup. Sikap negatif sebagai tindakan pelarian yang terus-menerus berulang akan membunuh diri
seseorang yang mengalami krisis.

Beberapa contoh tindakan pelarian yang sering terjadi misalnya, bunuh diri dengan menggunakan senjata tajam, meminum racun, menabrakkan diri ke kendaraan, gantung diri bisa juga dengan cara perlahan-lahan dengan sakit yang dibuat berbulan-bulan hingga akhirnya meninggal.

Sikap negatif dapat diakibatkan karena latar belakang hidup, misalnya, sebelumnya hidup dalam kekerasan. Efek masa lalu akan menjadi sikap negatif yang akan muncul dalam kehidupan seseorang. Ketika masih hidup bersama orangtua, seseorang sering melihat kekerasan dalam rumah tangga, maka sikap negatif terhadap anak maupun istri atau suami pun akan muncul ketika menjalani rumah tangga. Contoh-contoh tersebut dapat terjadi karena sudah kehilangan semangat untuk hidup lebih normal.