
Belakangan iniĀ SEAD ramai dibicarakan di dunia kesehatan setelah dikaitkan dengan rahasia hidup panjang umur hingga 100 tahun. Pola makan ini disebut sebagai rahasia kesehatan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Eropa Selatan, khususnya Spanyol bagian barat Laut.
SEAD ini berkaitan dengan kebiasaan sosial serta gaya hidup seimbang yang menjadi perhatian para peneliti karena memiliki dampak signifikan pada kesehatan jantung, metabolisme, hingga kualitas hidup.
Dilansir dari Mind Body Green dan News Medical, SEAD adalah singkatan dari Southern European Atlantic Diet yang didefinisikan sebagai pola makan tradisional dari Spanyol dan Portugal terutama Galicia.
Pola makan ini lahir dari kebiasaan masyarakat pesisir yang mengandalkan hasil laut dan pertanian lokal. Secara garis besar, SEAD berfokus pada makanan segar, minim proses, dan kaya nutrisi alami. Daging merah tetap dikonsumsi, tapi dalam jumlah kecil dan tidak berlebihan.Penasaran lebih jauh tentang pola makan ini? Simak selengkapnya di bawah ini:
Komponen Utama SEAD
Komponen utama SEAD terdiri dari ikan segar seperti sarden dan makarel, makanan laut, kentang, roti gandum, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta buah-buahan musiman. Minyak zaitun digunakan sebagai sumber lemak sehat utama. Selain itu, konsumsi susu dan keju juga menjadi bagian penting dalam pola makan ini, meski tetap dalam porsi yang wajar.
Hal yang menarik, SEAD juga mendorong konsumsi makanan berbasis nabati dalam jumlah besar serta protein hewani berkualitas tinggi dari laut. Kandungan omega-3 dari ikan berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak. Ditambah lagi, pola makan ini cenderung rendah gula tambahan dan makanan ultra-proses, sehingga membantu menjaga berat badan serta kadar gula darah tetap stabil.
Kaitan SEAD dengan Umur Panjang
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients (MDPI) menunjukkan bahwa mayoritas centenarian di wilayah tersebut memiliki profil kesehatan yang luar biasa karena jarang terkena diabetes atau penyakit jantung. Data penelitian memperlihatkan bahwa lebih dari 80 persen centenarian memiliki kadar gula darah normal, dan sekitar 75 persen tidak memiliki riwayat masalah kolesterol sama sekali.
Para peneliti meyakini bahwa keunggulan SEAD berasal dari sinergi berbagai nutrisi, seperti asupan sayuran Brassica yang kaya sulforafan dengan manfaat antiinflamasi dan antikanker. Kebiasaan mengonsumsi ikan berlemak tinggi omega-3 serta kacang-kacangan juga berperan penting dalam melindungi sistem kardiovaskular secara menyeluruh.
Ketika kamu lebih memilih makanan rumahan tanpa bahan pengawet dan minim proses, risiko hipertensi serta resistensi insulin yang kerap menjadi pemicu penuaan dini dapat ditekan secara signifikan.
Kelebihan utama SEAD terletak pada keberlanjutannya karena tidak terasa seperti siksaan bagi yang menjalaninya. Banyak orang merasa lebih mudah konsisten dengan pola ini karena variasinya yang kaya dan rasa yang familiar di lidah.
Dibandingkan dengan diet ketat yang sering memicu efek yoyo, pendekatan tradisional ini lebih menjanjikan hasil kesehatan yang permanen. Tertarik mencoba pola makan ini Sobat Kovermagz?


