Mengenal Mythomania, Penyakit Suka Berbohong yang Jarang Disadari

Mythomania adalah istilah yang mungkin jarang Sobat Kovermagz dengar. Namun, gangguan ini ditandai dengan kebiasaan yang suka berbohong. Kondisi yang juga dikenal sebagai pathological lying atau gangguan kebohongan kronis ini sering kali tidak disadari oleh penderitanya maupun orang di sekitarnya.

Kelainan ini membuat seseorang berbohong secara terus-menerus, bahkan tanpa alasan yang jelas, dan sering kali cerita yang dibuat terdengar begitu dramatis hingga tampak nyata. Menariknya, banyak kasus menunjukkan bahwa penderita mythomania bisa benar-benar percaya pada kebohongan mereka sendiri.

Penasaran dengan penyakit mythomania ini lebih lanjut? simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Pengertian Mythomania

Mythomania adalah adalah suatu kondisi di mana penderita memiliki kebiasaan berbohong yang tidak terkontrol. Jenis kebohongan ini juga dikenal sebagai kebohongan patologis.Orang dengan kondisi ini biasanya lebih suka mengatakan yang berbohong daripada mengatakan yang sebenarnya, bahkan jika itu tidak terlalu penting.

Orang dengan kondisi ini sering menceritakan kisah dramatis, penuh detail, dan kadang fantastis, sampai-sampai mereka sendiri bisa percaya dengan kebohongan tersebut.

Ciri-Ciri Sindrom Mythomania

Biasanya orang akan melakukan kebohongan untuk motif tertentu, misalnya malu akan kondisinya atau karena kondisi yang terpojok. Misalnya tentang pencapaian, perasaan, kehidupan sosial, usia, pendapatan, dan sebagainya. Kebohongan ini umum terjadi karena bersifat insidental. Namun kebohongan mythomania berbeda dengan kebohongan biasa.

Orang dengan mythomania akan tetap berbohong meskipun kebohongan yang ia ceritakan tidak memberikan keuntungan sama sekali pada dirinya. Sindrom mythomania bersifat fantasi sehingga penderitanya akan menggabungkan khayalannya dengan fakta. Bahkan dalam tingkat yang lebih berat, penderitanya akan sulit membedakan mana yang khayalannya atau bukan.

Baca Juga:  Jangan Sepele! Ini 5 Tanda Tubuh Butuh Lebih Banyak Air

Penderita Mythomania sebenarnya tahu bahwa ia sedang berbohong. Ia juga paham akan risiko tindakannya itu. Namun, layaknya kebiasaan yang setiap saat dilakukania tidak bisa berhenti untuk melanjutkan kebohongannya. Meskipun dengan kebohonganya itu, reputasinya bisa rusak.

Penyebab mythomania

Alasan mengapa seseorang suka berbohong memang tidak pasti. Namun, beberapa psikolog percaya bahwa faktor lingkungan berperan dalam membentuk kepribadian ini. Seseorang dengan mythomania mungkin hidup di lingkungan di mana dia percaya manfaat berbohong lebih besar daripada risikonya.

Berbohong juga bisa disebabkan oleh trauma masa lalu atau perasaan rendah diri yang berlebihan. Dengan berbohong, mereka mencoba mengatasi trauma masa lalu dan menutupi rasa insecure mereka.

Selain itu, trauma masa kecil, pengalaman hidup yang penuh tekanan, hingga kebutuhan besar akan perhatian dan validasi juga bisa memicunya. Ada teori neurobiologis yang menyebutkan bahwa ketidakseimbangan pada bagian otak seperti korteks prefrontal yang berperan dalam mengendalikan perilaku dapat menjadi salah satu faktor penyebab.

Perlu diperhatikan bahwa tindakan berbohong itu sendiri adalah interaksi sosial yang umum, tetapi mythomania melibatkan pola berbohong yang melampaui sekadar kebohongan putih sesekali atau menyembunyikan kebenaran. Mythomania adalah kondisi psikologis yang kompleks yang mungkin memerlukan evaluasi dan pengobatan profesional. Somoga artikel ini bermanfaat!