
Kabar mengejutkan datang dari dunia model, Bella Hadid dikabarkan masih berjuang melawan penyakit Lyme yang telah dideritanya belasan tahun sejak 2013. Model Internasional yang berdarah Palestina-Amerika Serikat itu mengejutkan publik lantaran muncul dengan memperlihatkan dirinya yang pucat sedang terbaring di ranjang rumah sakit dan terhubung dengan infus.
Meskipun tidak mengungkapkan penyakit yang dideritanya, Bella diketahui masih berjuang melawan penyakit Lyme. Hal itu tampak dari komentar sang ibu, Yolanda Hadid, yang menuliskan Bella sebagai ‘pejuang Lyme’. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Yolanda berbagi lebih detail tentang kesehatan putri bungsunya itu.
Penyakit Lyme adalah infeksi bakteri yang ditularkan melalui gigitan kutu yang terinfeksi. Penyakit ini dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh. Kali ini Kovermagz akan membagikan informasi penyakit ini lebih dalam. Keep scrolling!
Penyebab Penyakit Lyme
Penyakit Lyme disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi yang ditularkan melalui gigitan kutu. Kutu ini umumnya hidup di rerumputan dan hutan. Berikut beberapa penyebab utama penyakit Lyme:
1. Infeksi Bakteri Borrelia burgdorferi
Bakteri Borrelia burgdorferi adalah penyebab utama penyakit Lyme. Bakteri ini berbentuk spiral dan dapat bergerak melalui jaringan tubuh. Setelah masuk ke dalam tubuh, bakteri mulai berkembang biak. Infeksi awal biasanya tidak langsung menunjukkan gejala yang parah.
Bakteri ini dapat menyebar ke berbagai sistem tubuh. Jika tidak diobati, infeksi bisa memicu komplikasi serius pada organ penting. Respon imun tubuh terhadap bakteri ini juga dapat menyebabkan peradangan. Kondisi ini sering memicu nyeri sendi dan kelelahan berkepanjangan.
2. Gigitan Kutu Ixodes yang Terinfeksi
Kutu Ixodes adalah vektor utama penyakit Lyme. Kutu ini sering ditemukan di daerah berhutan, berumput, atau memiliki banyak hewan liar. Kutu ini dapat menempel pada kulit manusia tanpa terasa. Ukurannya yang kecil membuatnya sulit dideteksi saat menggigit.
Semakin lama kutu menempel, semakin tinggi risiko infeksi. Bakteri membutuhkan waktu sekitar 36-48 jam untuk berpindah ke tubuh manusia.
3. Lingkungan yang Mendukung Populasi Kutu
Kutu pembawa penyakit Lyme hidup di lingkungan lembap dan berhutan. Mereka sering ditemukan di rumput tinggi dan semak-semak.
Gejala penyakit Lyme
Melansir dari clevelandclinic , berikut tanda dan gejala awal penyakit Lyme biasanya meliputi:
- Ruam kemerahan mulai dari satu minggu hingga empat minggu setelah gigitan. Bintik tersebut meluas selama beberapa hari atau minggu, membentuk ruam berbentuk lingkaran, segitiga, atau oval. Ruam ini mungkin tampak seperti mata banteng karena tampak seperti cincin merah yang mengelilingi area tengah yang bening. Ukuran ruam dapat berkisar dari seukuran koin hingga selebar punggung seseorang. Seiring infeksi menyebar, beberapa ruam (lesi) EM dapat muncul di berbagai bagian tubuh Anda.
- Demam .
- Sakit kepala .
- Leher kaku.
- Nyeri badan dan sendi.
- Kelelahan .
- Pembengkakan kelenjar getah bening (kelenjar getah bening).
Tanda dan gejala tahap kedua penyakit Lyme (tahap penyebaran awal) mungkin termasuk:
- Beberapa area ruam.
- Kelumpuhan otot wajah ( Bell’s palsy ).
- Blok jantung atau gangguan pada sistem kelistrikan jantung.
- Area mati rasa atau perasaan abnormal ( neuropati ).
Tanda dan gejala penyakit Lyme lanjut yang tidak diobati, yang dapat terjadi beberapa bulan hingga satu tahun setelah infeksi, dapat meliputi:
- Episode pembengkakan sendi yang berulang ( artritis ). Kondisi ini biasanya memengaruhi sendi-sendi besar seperti lutut.
- Kesulitan berkonsentrasi, yang dikenal sebagai “kabut otak”. Ini adalah bentuk ensefalopati atau kerusakan otak.
- Kerusakan saraf di seluruh tubuh Anda, termasuk kulit, otot, dan organ (polineuropati).
Kebanyakan kasus penyakit Lyme dapat diobati dengan antibiotik selama 10-14 hari, sebagaimana dilansir dari laman CDC. Penderita Lyme yang diobati dengan antibiotik yang tepat pada tahap awal penyakitnya biasanya pulih dengan cepat dan sembuh total.
Antibiotik yang paling umum digunakan untuk mengobati penyakit Lyme antara lain doksisiklin, amoksisilin, atau sefuroksim axetil. Adapun, lamanya pengobatan bergantung pada stadium infeksi Lyme. Secara umum, semakin cepat penderitanya diobati, akan semakin cepat pula pemulihannya.
Dilaporkan bahwa mengonsumsi antibiotik oral dapat menyembuhkan penyakit Lyme setelah dua hingga empat minggu. Namun, pasien juga mungkin perlu mendapatkan antibiotik melalui pembuluh darah (intravena) selama empat minggu lagi. Namun, tidak bisa dipastikan apakah penyakit Lyme akan menetap selamanya setelah pengobatan.


