Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Stevia Sebagai Pengganti Gula

Stevia merupakan tanaman daun asli dari Amerika Selatan dan kerap digunakan sebagai pemanis alami sejak ratusan tahun lalu. Dapat dikonsumsi dalam bentuk cair maupun bubuk, stevia memberikan rasa lebih manis ketimbang gula serta dapat dicampurkan pada minuman ataupun berbagai jenis makanan.

Nah, jika kamu tertarik untuk mencoba stevia, kamu sebaiknya mengetahui kelebihan dan juga kekurangan dari pemanis alami yang satu ini agar penggunaannya sesuai dengan kebutuhan ataupun kondisi kesehatan kamu. Untuk mengetahui selengkapnya, yuk simak ulasan di bawah ini!

Kelebihan Stevia sebagai Pengganti Gula

Stevia pengganti gula pasir ini sekarang ini marak dicoba dan digemari banyak orang bagi mereka yang ingin hidup lebih sehat tanpa harus mengonsumsi gula. Ada banyak kelebihan stevia, sehingga banyak orang tertarik untuk mengganti gula untuk mencegah diabetes di kemudian hari. Apa saja?

1. Bebas Kalori

Gula stevia mengandung 0 kalori, namun tetap memberikan rasa manis seperti makanan atau minuman yang menggunakan gula apda umumnya. Oleh karena bebas kalori ini, banyak orang beralih ke gula stevia untuk menjalankan diet rendah gula.

2. Tetap memberikan rasa manis

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa stevia memberikan 200 kali lipat rasa manis pada makanan dibanding gula biasa. Bagi Anda yang ingin diet tetapi ingin tetap bisa mengonsumsi makanan dan minuman manis, stevia solusinya!

3. Lebih Aman untuk Pasien Diabetes

Dibandingkan dengan gula pasir biasa, stevia lebih aman untuk pasien diabetes. Rasa manisnya sama, akan tetapi bagi para diabetes, stevia aman digunakan karena tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara signifikan. Umumnya stevia digunakan sekitar 1-2 tetes untuk memberikan rasa cukup manis pada minuman.

4. Turunkan Tekanan Darah

Tak hanya memiliki manfaat untuk menjaga kadar gula darah, pemanis alami ini pun juga efektif untuk turunkan tekanan darah. Maka dari itu, kamu yang menderita penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi sangatlah cocok untuk mengganti konsumsi gula dengan stevia.

5. Mengandung Antioksidan

Ternyata, stevia mengandung flavonoid, tanin, antosianin, asam fenolik, dan klorofil yang merupakan antioksidan. Antioksidan ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari radikal bebas.

Kekurangan Stevia

Sementara itu, inilah kekurangan dari penggunaan stevia:

  • Tidak memberikan nilai gizi: Pemanis ini tidak bisa memberikan nilai gizi apapun selain rasa manis.
  • Bisa memicu kompensasi kalori berlebih: Merasa aman karena pakai stevia yang rendah kalori, orang jadi punya kecenderungan untuk makan lebih banyak tanpa disadari.
  • Meninggalkan rasa pahit di lidah: Bagi yang terbiasa dengan pemanis gula, mungkin perlu pembiasaan dengan profil rasa stevia yang meninggalkan sensasi pahit setelah dikonsumsi.
  • Efek samping pada beberapa kasus: Pada beberapa orang, stevia bisa menimbulkan efek samping seperti mual, begah, dan kembung. Melansir dari WebMD, stevia dapat memengaruhi bakteri baik di perut hingga menyebabkan kembung.
  • Harga lebih mahal: Dibandingkan gula pasir biasa, harga stevia cenderung lebih tinggi.

Demikianlah kelebihan dan kekurangan stevia. Meskipun ada banyak kelebihannya, tapi kamu tetap harus memperhatikan kekurangan dari pemanis alami ini agar tidak mempengaruhi kondisi kesehatanmu. Sekarang, apakah kamu tertarik untuk mulai mengganti gula dengan stevia yang jauh lebih menyehatkan? Semoga artikel ini bermanfaat untukmu, ya!