Deretan Negara yang Warganya Mulai Meninggalkan Penggunaan Uang Tunai

Perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir mengubah cara masyarakat dalam berbagai hal. Bukan hanya dalam bidang pendidikan, berbelanja ataupun transportasi saja namun juga bertransaksi. Apalagi saat ini yang paling menonjol dari adanya perkembangan teknologi itu sendiri ialah bertransaksi. 

Jika dahulu uang tunai menjadi alat pembayaran utama, kini banyak negara mulai beralih ke sistem digital yang dinilai lebih praktis, cepat, dan aman dalam berbagai situasi. Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu kawasan, tetapi menyebar ke berbagai belahan dunia dengan tingkat adopsi yang berbeda-beda. Beberapa negara bahkan sudah mendekati status cashless society. Nah, penasaran negara mana sajakah yang mulai meninggalkan uang tunai dan beralih ke digital? Simak ulasannya berikut ini! 

Swedia

Swedia dikenal sebagai pelopor dalam peralihan menuju masyarakat tanpa uang tunai. Padahal, negara ini merupakan salah satu yang pertama menerbitkan uang kertas di Eropa, tetapi kini berada di garis depan dalam menguranginya. Kurang dari 1% transaksi di negara ini yang menggunakan uang tunai. Banyak toko, transportasi umum, hingga layanan kecil seperti toilet umum sudah sepenuhnya mengandalkan pembayaran digital bernama Swish. Bahkan, pedagang memiliki hak untuk menolak pembayaran tunai secara legal, yang semakin mempercepat transisi ini.

Namun, menariknya, Pemerintah Swedia baru-baru ini mulai mengingatkan warganya untuk tetap menyimpan uang tunai di rumah sebagai cadangan. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan nasional jika terjadi gangguan sistem digital atau serangan siber. Jadi, meski sangat modern, Swedia tetap memastikan bahwa uang tunai tidak benar-benar hilang demi kesiagaan dalam situasi darurat.

Norwegia

Norwegia turut menjadi salah satu negara yang sangat agresif dalam mengembangkan sistem pembayaran digital. Mayoritas penduduknya sudah terbiasa menggunakan kartu debit maupun aplikasi pembayaran seluler dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan hanya sekitar 3–5% transaksi yang masih menggunakan uang tunai, Norwegia berada sangat dekat dengan status cashless. Pemerintah dan bank sentral bahkan mulai mengeksplorasi mata uang digital sebagai langkah lanjutan menuju sistem keuangan yang sepenuhnya modern. 

Meski sangat pro-digital, Norwegia pada Oktober 2024 memperketat aturan yang mewajibkan toko fisik untuk tetap menerima pembayaran tunai jika pelanggan memintanya. Langkah ini bertujuan untuk memastikan sistem keuangan tetap inklusif bagi semua kalangan, termasuk lansia atau mereka yang belum terbiasa dengan teknologi.

Finlandia

Baca Juga:  Platform Terjemahan Bahasa DeepL Luncurkan Fitur Translate Voice to Voice, Sudah Tahu?

Di Finlandia, penggunaan uang tunai terus mengalami penurunan seiring meningkatnya kepercayaan terhadap sistem pembayaran elektronik. 98% warga Finlandia memiliki kartu debit, 63% memiliki kartu kredit dan 80% warga Finlandia lebih memilih membayar dengan kartu debit saat berbelanja di toko fisik. Bank Sentral Finlandia bahkan memprediksi negara tersebut dapat sepenuhnya tanpa uang tunai pada tahun 2029. 

Meski demikian, transisi ini tidak sepenuhnya mulus, Beauties. Sebagian masyarakat masih merasa ragu terhadap konsep cashless society, yang menunjukkan bahwa perubahan kebiasaan finansial tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kepercayaan dan kenyamanan pengguna.

Korea Selatan

Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara dengan adopsi teknologi paling cepat, termasuk dalam sistem pembayaran. Penggunaan aplikasi pembayaran dan dompet digital sudah menjadi bagian dari rutinitas harian masyarakat.

Dengan dukungan infrastruktur digital yang kuat, transaksi tanpa uang tunai semakin mendominasi. Dari pusat perbelanjaan hingga layanan transportasi, pembayaran digital menjadi pilihan utama karena kemudahannya. 

Tiongkok

Di Tiongkok, transformasi menuju cashless terjadi sangat cepat berkat dominasi pembayaran berbasis QR code. Platform seperti Alipay dan WeChat Pay digunakan oleh lebih dari satu miliar pengguna aktif.

Menariknya, sistem ini tidak hanya digunakan di kota besar, tetapi juga merambah pedagang kaki lima hingga pasar tradisional. Hal ini membuat uang tunai semakin jarang digunakan, bahkan untuk transaksi kecil sekalipun.

Britania Raya

Britania Raya juga menunjukkan tren kuat dalam meninggalkan uang tunai. Pembayaran tanpa kontak menggunakan kartu maupun dompet digital kini menjadi metode yang paling banyak digunakan.

Lebih dari setengah konsumen telah beralih ke dompet digital, terutama sejak pandemi. Selain praktis, sistem ini juga memungkinkan pengguna menyimpan tiket, kartu loyalitas, hingga dokumen penting dalam satu aplikasi, yang membuat uang tunai semakin jarang dibutuhkan.