LEMANG, BUKAN SEKEDAR MENU DI HARI RAYA

Faedah utama dengan memasak nasi dengan metode lemang ini, sesungguhnya bukan karena nasinya lebih enak, tetapi hasilnya (nasi) dapat tahan lama, tidak mudah basi, tidak perlu wadah baru untuk menyimpan karena bamboo itu sendiri sudah menjadi semacam termos alam, dan juga tetap bisa dihangatkan, cukup ditaruh langsung termos alam itu di atas bara api. Oleh karenanya, metode memasak nasi ala bamboo sangat sesuai dengan perjalanan panjang yang membutuhkan waktu lama (beberapa hari).

DETAIL BAHAN DAN CARA MEMASAK

Bambu yang disukai untuk memasak lemang adalah bambu yang masih muda, kaena memiliki kelembaban tertentu sehingga kematangan dan cita rasa nasinya lebih baik. 

Untuk menghasilkan lemang yang asli, syarat perlu metode lemang ini haruslah ada jenis bamboo yang sesuai dengannya, yakni bambu spesies Schizostachyum zollingeri Steud. Jenis bamboo ini tidak mudah diperoleh, hanya terbatas di beberapa daerah, tetapi umum ditemukan di Tanah Batak. Tanaman bambu jenis ini tumbuh liar secara acak di berbagai tempat dan jarang dibudidayakan penduduk karena manfaatnya sangat terbatas.  Bambu lemang ruasnya lebih panjang dan ketebalannya lebih tipis yang menyebabkannya memiliki rongga yang lebih lebar.

Lomang asli ciri-cirinya lembek di bagian bawah dan bagian atas. Bagian terbaik dari lomang asli (pulen) ada di bagian tengah ruas bambu. Lemang palsu mudah dikenali jika semua bagian ruas bambu (bawah, tengah dan atas) tampak seragam dan tingkat kematangannya rata, Teknik lemang palsu ini dilakukan dengan cara beras pulut dimasak dulu dalam dandang, lalu kemudian dibungkus dan digulung dengan daun pisang yang sudah diasapi lalu dimasukkan ke dalam rongga bambu dan kemudian dipanggang seadanya. Dalam perdagangan lemang palsu macam ini, kerap kali bambunya disembunyikan, isinya dijajakan. Tidak demikian dengan lomang tradisi nan asli.     

Lemang pada masa kini ditemukan di beberapa Negara dan sejumlah daerah di Indonesia. Dalam perkembangannya, jenis beras yang digunakan bermacam-macam, utamanya beras local seperti beras putih, beras merah, beras hitam atau beras pulut.

Pertama, beras direndam bersama dengan pandan (atau daun screwpine). Sementara itu tabung bambu dilapisi dengan daun pisang untuk mencegah beras nantinya menempel pada bambu. Di dalam bambu dituang beras dan santan yang telah diberi garam secukupnya, kemudian tabung-tabung bambu diletakkan miring di samping api kecil atau arang panas dengan bukaan menghadap ke atas. Bambu-bambu itu harus diputar-putar  secara teratur untuk memastikan nasi di dalam bambu matang secara merata.

Baca Juga:  Cara Liburan Hemat Tanpa Mengorbankan Kenyamanan, Ini Tipsnya

Seperti yang dilakukan pak Arman, ketika ujung (kepala) sudah terlihat matang, maka bambu-bambu akan dipindahkan dari posisi miring ke posisi tidur, agar batangnya kini bisa terbakar dengan sempurna.