
Buka menu kafe mana pun sekarang, hampir pasti kamu akan menemukan dua nama ini berdampingan: kopi susu gula aren dan matcha latte. Keduanya sama-sama jadi menu andalan, sama-sama estetik untuk difoto, dan sama-sama punya penggemar fanatik. Tapi di balik rasa yang bikin nagih, muncul pertanyaan yang sering bikin orang ragu sebelum memesan: mana yang sebenarnya lebih sehat untuk diminum rutin?
Jawabannya ternyata tidak sesederhana “matcha pasti lebih sehat karena hijau” atau “kopi susu gula aren lebih alami karena gulanya dari pohon aren”. Keduanya punya kelebihan dan risiko masing-masing tergantung cara penyajiannya. Yuk, kita bedah satu per satu.
Kopi Susu Gula Aren: Manis Legit, Tapi Kalorinya Bikin Kaget
Kopi susu gula aren digemari karena rasa manis karamelnya yang khas dan dianggap “lebih alami” dibanding gula pasir. Namun soal kalori, jangan salah sangka dulu. Menurut penjelasan dr. Felicia Siswanto yang dikutip Detik.com, segelas es kopi susu gula aren bisa mengandung sekitar 370 kalori, setara dengan energi yang dibutuhkan untuk jalan cepat atau jogging sejauh 5 kilometer. Angka ini berasal dari kombinasi susu full cream sekitar 150-180 kalori, ditambah 3-4 sendok makan gula aren yang menyumbang sekitar 192 kalori lagi.
Alodokter turut menjelaskan, gula aren memang punya indeks glikemik lebih rendah dibanding gula pasir sehingga tidak menaikkan gula darah secara drastis, dan mengandung sedikit mineral seperti kalium serta magnesium. Meski begitu, secara jumlah kalori, gula aren dan gula pasir sebenarnya tidak jauh berbeda. Artinya, klaim “gula aren lebih sehat” hanya berlaku dari sisi kecepatan menaikkan gula darah, bukan dari sisi jumlah kalori yang masuk ke tubuh.
Matcha Latte: Kaya Antioksidan, Tapi Gulanya Sering Jadi Jebakan
Di sisi lain, matcha latte punya reputasi sebagai minuman “sehat” karena berasal dari bubuk teh hijau utuh. Dilansir Halodoc, matcha mengandung EGCG atau epigallocatechin gallate, sejenis antioksidan kuat yang bisa mencapai sepuluh kali lipat lebih banyak dibanding teh hijau biasa. Matcha juga mengandung L-theanine, asam amino yang membantu menghadirkan energi lebih stabil dan fokus tanpa efek “deg-degan” berlebihan seperti kopi.
Namun, riset yang dirangkum dalam artikel perbandingan matcha dan green tea di IIR menegaskan bahwa nilai sehat matcha latte sangat bergantung pada tambahan susu dan gulanya. Kalau disajikan tanpa gula dan memakai susu rendah lemak atau susu nabati tanpa pemanis, matcha latte memang jauh lebih ringan secara kalori. Tapi kalau dibuat manis dengan susu full cream dan sirup tambahan, nilai sehatnya bisa berkurang drastis, bahkan berpotensi menyamai minuman kopi manis pada umumnya.
Duel Kalori: Siapa yang Lebih Ringan?
Kalau dibandingkan dalam kondisi standar tanpa tambahan gula berlebih, kopi hitam maupun matcha murni sama-sama rendah kalori. Berdasarkan perbandingan yang dipublikasikan Detik Food mengacu pada Healthline, secangkir kopi berukuran 60 mililiter tanpa campuran hanya mengandung sekitar 2 kalori, sementara secangkir matcha 240 mililiter mengandung sekitar 5 kalori dengan tambahan 1 gram protein dan 1 gram karbohidrat.
Masalahnya, baik kopi susu gula aren maupun matcha latte yang dijual di kafe jarang disajikan dalam bentuk murni seperti itu. Keduanya sama-sama “dibebani” oleh susu dan gula tambahan yang justru menjadi sumber kalori terbesar. Jadi, alih-alih membandingkan bahan dasarnya saja, yang lebih penting justru cara penyajian dan takaran gula yang dipakai.
Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu?
Jika prioritasmu adalah dorongan energi cepat dengan rasa yang familiar dan legit, kopi susu gula aren tetap jadi pilihan yang menyenangkan, asal tidak dikonsumsi setiap hari dalam porsi besar. Sebaliknya, jika kamu mencari energi yang lebih stabil sepanjang hari tanpa efek kafein yang terlalu tajam, sekaligus asupan antioksidan tambahan, matcha latte versi rendah gula bisa jadi opsi yang lebih ramah untuk tubuh.
Intinya, bukan soal kopi atau matcha yang menang telak, melainkan soal seberapa banyak gula dan jenis susu yang kamu pilih setiap kali memesan.
Kesimpulan: Bukan soal Menang-Kalah, Tapi Soal Kontrol Gula
Baik kopi susu gula aren maupun matcha latte sebenarnya bisa jadi pilihan yang sama-sama aman, asal dikonsumsi dengan bijak. Kuncinya ada di tiga hal: jumlah gula tambahan, jenis susu yang dipakai, dan seberapa sering kamu meminumnya dalam sepekan. Kalau ingin lebih sehat, kamu bisa minta less sugar, ganti susu full cream dengan susu rendah lemak atau nabati, dan batasi konsumsi keduanya maksimal satu hingga dua gelas per hari.
Jadi, dari kopi susu gula aren dan matcha latte, kamu tim yang mana? Atau justru sudah mulai beralih ke versi less sugar dari keduanya?


