“Dasar program kerja Pujakesuma hanyalah silaturahmi dan akar budaya masih harus dipelihara, dari silaturahmi inilah menjadikan orang-orang yang lupa dengan budaya Jawa dapat mengenal kembali,” kata Aulia Andri selaku ketua Pujakesuma Medan.
Ia juga menambahkan bahwa Pujakesuma merupakan bagian dari sub-etnik suku Jawa. Hal ini dilihat dari tipikal orang bersuku Jawa yang sudah bermetamorfosis seperti sifat lemah lembut, terus terang, dan blak-blakan yang sebenarnya itu bukan tipikal suku Jawa, namun nilai-nilai kejawaan yang tetap harus diedukasi.
Salah satu falsafah Kejawaan yang masih dapat dijadikan edukasi adalah mangan ora mangan seng penting ngumpul yang artinya bahwa kesusahan dan kesenangan suku Jawa harus sama-sama dirasakan.
Visi dan misi Pujakesuma adalah meneguhkan persaudaraan paguyuban warga Jawa di kota Medan. Budaya suku Jawa juga masih sering hadir di kota Medan, contohnya adalah penampilan kuda kepang, ludruk, dan wayang golek.

Hingga saat ini tercatat 16 kecamatan dari 21 kecamatan di kota Medan yang sudah bergabung di paguyuban Pujakesuma. Tingkatan paguyuban Pujakesuma dimulai dari kota, daerah hingga ke pusat. Sekretariat Pujakesuma terletak di Jalan Danau Marsabuit No. 9 Medan.
“Paguyuban Pujakesuma ada di kota Medan dengan sifat independent artinya tidak terikat dengan instansi pemerintahan. Sejarah mencatat bahwa suku Jawa ikut mewarnai kehidupan di kota Medan seperti Adinegoro dan peristiwa bandar besi di Asahan,” tuturnya.
Saat ini Pujakesuma Medan juga sudah digandrungi oleh muda-mudi penggiat budaya Jawa. Dalam perjalanan Pujakesuma Medan banyak lika-liku yang dihadapi karena keberagaman budaya sehingga butuh berbagai cara untuk bisa mengampanyekan budaya Jawa di kota Medan. Program unggulan yang sudah terlaksana Pujakesuma adalah Festival Wayang Jawa dan Kenduri Jawa yang dilaksanakan di Istana Maimun dengan menghadirkan seluruh etnik Jawa di kota Medan.
Selain Pujakesuma ada banyak kelompok yang bernaung untuk mengeksplor budaya Jawa, seperti Joko Tingkir dan Pendawa yang dipayungi Paguyuban Pujakesuma Medan.
Sebagai ketua umum Paguyuban Pujakesuma Medan, Aulia Andri berharap agar seluruh suku dari manapun tetap akur dan saling menghargai, tidak gampang terpengaruh dari omongan yang memecah belah ras.


