Lebih dikenal dengan sapaan Komunal, ternyata komunitas musik asal Medan ini didirikan sejakĀ tahun 2008 yang dipelopori oleh Freddy Purba yang tumbuh dan berkembang di lingkungan Ikatan Mahasiswa Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. Kecintaannya bersama teman seperjuangannya dalam mencetuskan nama Komunal ternyata sudah melahirkan tiga generasi saat ini.
Saat ini Komunal Primitif Percussion terdiri atas 22 orang personel, di antaranya yaitu Benny Sintong Pasaribu, Tambak, Pande Gopas, Nevo Kaban, Hiskia Hutabarat, Arnold Sitorus, Deni Siregar, Baktiar Sinaga, Ando Sipayung, Tondi Nababan, Tina Ginting, Karia Silalahi, Rahmat, Olo Sitohang, Jawara, Boby Damanik, Denra Tambunan, David Sidabari, Samuel Tampubolon, Fitri, Miranda Sinaga, Nia Barus dan Maria.

Banyaknya jumlah personel Komunal ini disebabkan karena satu instrumen alat musik bisa saja melibatkan tiga orang bahkan lebih. Seperti instrumen Gordang Sambilan, Keteng-keteng dan Ogung Bulu sudah pasti tidak bisa dimainkan sendiri, lebih mudah jika dimainkan oleh lebih dari satu orang. Instrumen yang banyak dipakai oleh Komunal berasal dari alat musik Batak.


