
Beberapa tahun terakhir, banyak produk skincare yang menjanjikan hasil cepat. Hal ini dapat kita temui di pasaran maupun media sosial. Banyak krim wajah diklaim mampu memutihkan kulit, menghilangkan jerawat hingga membuat wajah yang tadinya kasar kini terlihat mulus hanya dalam hitungan hari. Nah, bagi sebagian orang, hasil instan ini tentunya sangat menggoda. Pasalnya memberikan solusi cepat untuk mengatasi berbagai masalah kulit.
Namun, di balik perubahan yang terlihat begitu cepat, ada kemungkinan terdapat kandungan berbahaya yang tersembunyi di dalam produk tersebut. Salah satu bahan yang sering disalahgunakan dalam produk skincare ilegal adalah steroid, yaitu zat yang sebenarnya merupakan obat medis dan seharusnya digunakan dengan pengawasan dokter. Jika digunakan sembarangan, steroid dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada kulit yang tidak selalu bisa diperbaiki dengan mudah.
Lalu, apa dampak berbahaya yang bisa terjadi jika menggunakan skincare dengan kandungan steroid? Dalam artikel ini, tim kovermagz akan memaparkannya untuk anda. Simak disini!
Penipisan Kulit
Penggunaan steroid topikal dalam jangka panjang dapat menyebabkan penipisan kulit atau yang dikenal sebagai skin atrophy. Kondisi ini terjadi karena steroid menghambat produksi kolagen dan elastin yang berperan penting dalam menjaga kekuatan serta ketebalan kulit. Akibatnya, lapisan kulit menjadi lebih tipis, rapuh, dan mudah mengalami luka.
Dilansir dari Allure, penggunaan steroid kuat pada wajah secara terus-menerus dapat melemahkan struktur kulit sehingga kulit menjadi sangat tipis dan sensitif terhadap iritasi. Ia juga menekankan bahwa kondisi ini bisa membuat kulit lebih mudah memar serta membutuhkan waktu lama untuk pulih.
Kulit yang mengalami atrofi biasanya tampak lebih transparan, terasa sangat sensitif saat terkena produk skincare lain, dan sering mengalami kemerahan. Dalam beberapa kasus, kerusakan ini bisa bertahan lama bahkan setelah penggunaan steroid dihentikan.
Muncul Spider Veins
Selain menyebabkan penipisan kulit, steroid juga dapat memicu munculnya spider veins atau pembuluh darah kecil yang terlihat jelas di permukaan kulit. Kondisi ini terjadi karena lapisan kulit yang semakin tipis membuat pembuluh darah di bawahnya menjadi lebih terlihat.
Healthline menjelaskan bahwa penggunaan steroid topikal dalam waktu lama dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah kecil di wajah. Akibatnya, muncul garis-garis merah atau ungu tipis yang sering terlihat di area pipi dan hidung. Spider veins tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga menandakan bahwa kulit telah mengalami kerusakan struktural akibat paparan steroid yang berlebihan.
Jerawat Lebih Mudah Muncul
Salah satu efek samping yang sering muncul akibat penggunaan steroid pada wajah adalah steroid acne, yaitu jenis jerawat yang muncul karena perubahan keseimbangan kulit akibat paparan steroid.
Steroid dapat memicu produksi minyak berlebih serta mengganggu mikrobioma kulit. Hal ini membuat pori-pori lebih mudah tersumbat dan akhirnya memicu munculnya jerawat kecil yang menyebar secara merata di wajah.
Jerawat akibat steroid biasanya muncul secara tiba-tiba, berbentuk kecil-kecil, dan terasa meradang. Kondisi ini sering membuat pengguna merasa kulitnya semakin bermasalah meskipun sebelumnya terlihat membaik ketika pertama kali menggunakan krim tersebut.
Ruam di Sekitar Mulut
Penggunaan steroid pada wajah juga dapat menyebabkan kondisi yang disebut perioral dermatitis, yaitu ruam merah yang muncul di sekitar mulut. Dilansir dari Self Magazine bahwa penggunaan steroid topikal pada wajah dalam jangka panjang dapat memicu peradangan di area sekitar mulut, hidung, dan dagu.
Ruam ini biasanya terlihat seperti bintik merah kecil yang terasa gatal atau perih. Dalam beberapa kasus, ruam juga dapat disertai sensasi terbakar dan kulit kering. Kondisi ini sering kali semakin parah jika penggunaan steroid terus dilanjutkan.
Ketergantungan
Salah satu bahaya terbesar dari skincare dengan steroid adalah munculnya ketergantungan kulit terhadap kandungan tersebut. WebMD mengatakan bahwa kulit yang terlalu sering terpapar steroid dapat mengalami fenomena yang disebut topical steroid withdrawal. Ketika penggunaan dihentikan, kulit bisa mengalami kemerahan hebat, rasa panas, hingga peradangan yang cukup parah.
Kondisi ini membuat banyak orang merasa bahwa kulit mereka hanya membaik ketika menggunakan krim tersebut. Padahal sebenarnya kulit sedang mengalami reaksi akibat penghentian steroid yang sebelumnya digunakan dalam jangka panjang.
Stretch Mark
Efek lain yang juga dapat terjadi akibat penggunaan steroid adalah munculnya stretch mark pada kulit. Kondisi ini biasanya terjadi karena steroid melemahkan jaringan kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga elastisitas kulit.
Menurut penjelasan dermatolog Dr. Hadley King dalam artikel Allure, penggunaan steroid kuat secara berlebihan dapat menyebabkan kulit kehilangan kekuatan strukturalnya. Ketika kulit tidak lagi mampu menahan tekanan, garis-garis stretch mark bisa muncul di beberapa area wajah atau tubuh. Stretch mark akibat steroid sering terlihat sebagai garis tipis berwarna kemerahan atau keunguan yang kemudian berubah menjadi lebih pucat seiring waktu.
Rambut Halus Berlebihan di Wajah
Penggunaan steroid juga dapat memicu pertumbuhan rambut halus berlebih pada wajah, kondisi yang dikenal sebagai hypertrichosis. Dokter kulit dari Harvard Medical School, Dr. Esther Freeman, pernah menjelaskan dalam wawancaranya dengan media internasional CNN Health bahwa steroid topikal dapat memengaruhi aktivitas folikel rambut sehingga rambut halus pada wajah tumbuh lebih banyak dari biasanya.
Kondisi ini biasanya terlihat di area pipi, dahi, atau sekitar rahang. Bagi sebagian orang, pertumbuhan rambut halus ini dapat memengaruhi rasa percaya diri karena wajah tampak lebih berbulu dibandingkan sebelumnya. Kulit yang sehat sebenarnya tidak membutuhkan hasil instan yang berisiko tinggi. Dengan memahami bahaya skincare yang mengandung steroid, kamu bisa lebih berhati-hati dalam memilih produk yang digunakan setiap hari.


