Ketahui 5 Mitos Minum Kopi Bagi Kesehatan Agar Tak Khawatir lagi

57
Portrait of a happy man drinking a cup of coffee at a cafe - lifestyle

Kopi merupakan salah satu minuman yang populer di Dunia khususnya di Indonesia. Bahkah , minum kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup bagi banyak orang di Indonesia. Bagi sebagian orang, tidak lengkap rasanya mengawali pagi tanpa secangkir kopi. Banyak pula orang yang mengklaim kalau dirinya tidak bisa hidup tanpa menenggak minuman berkafein ini.

Selain rasanya yang nikmat, minuman berkafein ini juga digemari banyak orang karena dianggap dapat memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Sayangnya, banyak seputar dampak kopi bagi kesehatan yang dipercaya oleh banyak orang yang sebenarnya hanyalah mitos. Berikut ini adalah lima mitos seputar kopi yang tak perlu lagi dipercaya:

1. Menyebabkan Penyakit Jantung dan Kanker

Kopi sering kali dikaitkan dapat membuat jantung berdebar sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Namun, studi menunjukkan tidak terdapat hubungan antara minum kopi dengan penyakit jantung maupun kanker.

Sedangkan studi lain menemukan minum kopi saat panas dapat meningkatkan risiko kanker esofagus. Mengonsumsi kopi secukupnya tidak akan menyebabkan masalah bagi tubuh. Studi menemukan minum kopi lebih dari 6 gelas per hari dikaitkan dengan volume otak yang mengecil dan risiko demensia meningkat 53 persen

2. Kopi bikin sulit tidur

Minum kopi di pagi hari tidak mempengaruhi tidur di malam hari.  Kafein memang sebuah stimulan, namun konsumsi kopi berkafein setelah makan siang juga tidak akan mengganggu siklus tidur. Minum kopi setelah makan siang akan diproses oleh tubuh dalam waktu yang cukup singkat.

Dalam waktu tujuh jam, seluruh kafein dari kopi sudah hilang dari tubuh.Namun, minum kopi kurang dari enam jam sebelum tidur dapat meningkatkan kewaspadaan tubuh karena kandungan kafein. Studi menunjukkan kafein dapat bereaksi 4-6 jam setelah meminumnya.

3. Bahaya bagi kehamilan

Kopi berbahaya untuk kehamilan hanya mitos belaka. Banyak penelitian menunjukkan tak ada hubungan antara jumlah kafein yang rendah dengan kesulitan hamil, keguguran, kelahiran prematur, dan cacat lahir. Meski begitu, disarankan untuk tidak mengonsumsi kopi berlebihan karena kandungan kafein yang berlebih dapat membahayakan.