Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno Meninggal Dunia

Kabar duka menyelimuti tanah air setelah wakil presiden ke-6 Try Sutrisno dikabarkan meninggal dunia pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta. Kepergiannya di usia 90 tahun meninggalkan seorang istri dan tujuh anaknya.

Kabar wafatnya Try Sutrisno disampaikan melalui pesan berantai atas nama keluarga. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa jenazah akan dimandikan di RSPAD, kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon doa dari Bapak Ibu sekalian agar Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin, Amin, Amin YRA,” demikian kutipan pesan dari pihak keluarga.

Kronologi Meninggal Try Sutrisno

Kondisi kesehatan Try Sutrisno menurun sejak 16 Februari 2026, hingga harus menjalani perawatan intensif di CICU RSPAD Gatot Soebroto. Pagi hari tanggal 2 Maret 2026, almarhum menghembuskan napas terakhir pukul 06.58 WIB. Jenazah kemudian dimandikan dan dikafani sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat.

Proses Pemakaman Militer Try Sutrisno

Prosesi pemakaman almarhum akan berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, dengan upacara militer resmi, sesuai penghormatan bagi purnawirawan tinggi TNI dan mantan pejabat negara. Sebelum pemakaman, jenazah akan disalatkan di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan pernyataan resmi:

“Kita berdukacita sangat mendalam atas wafatnya Try Sutrisno. Pemerintah memastikan proses pemakaman beliau dilakukan dengan penghormatan resmi negara dan upacara militer.”

Sosok Try Sutrisno, Wapres ke-6 RI

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Try Sutrisno adalah Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia saat mendampingi Presiden Soeharto, yaitu pada 1993-1998. Ia menjadi salah satu wakil presiden yang berasal dari kalangan militer pada era Orde Baru. Usai jabatannya berakhir pada 1998, posisinya kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie.

Selain itu, ia adalah seorang pensiunan jenderal yang pernah memegang tongkat komando tertinggi sebagai Panglima ABRI (saat ini TNI), tepatnya pada 1988. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada 1986.

Ia memulai karier militernya setelah lulus SMA dengan bergabung di ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat). Ia menyelesaikan pendidikan militernya pada 1959. Lalu pada 1974, Try terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto. 

Pada tahun 1961, Try menikah dengan Tuti Sutiawati dan dikaruniai 7 orang anak yang terdiri dari 4 orang putra dan 3 orang putri.

Try Sutrisno juga pernah menjadi Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yakni kurun waktu 1985-1993. Try Sutrisno dikenal sebagai sosok yang berpengaruh dan tetap aktif memberikan pandangan strategis tentang isu kebangsaan hingga masa tuanya.

Di momen ulang tahunnya yang ke 90 pada November 2025, ia meluncurkan sebuah buku perjalanan hidup yang ditulis oleh mantan Menpora Adhyaksa Dault. Buku tentang Try Sutrisno ini ditulis dengan judul ‘Filosofi Parenting: Rahasia Pola Asuh Jenderal Agar Anak dan Orang Tua Bahagia Bersama Try Sutrisno Wakil Presiden ke-6 RI’.