
Tidur di lantai memang dianggap praktis dalam mendapatkan istirahat yang lebih segar. Hal ini karena posisi ini dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks dan bebas dari pegal. Tak jarang pula, tidur di lantai dikaitkan dengan gaya hidup sederhana yang menyehatkan.
Namun, di balik anggapan tersebut, ternyata ada sejumlah bahaya tersembunyi yang bisa mengancam kesehatan. Nah, kali ini kami akan mengupas sederet bahaya tidur di lantai yang perlu diketahui. Simak disini!
Nyeri Punggung
Tidur di lantai memang membuat tubuh berada di permukaan datar, tetapi hal ini justru bisa menekan lekukan alami tulang belakang. Profesor ortopedi dari Yale School of Medicine, Peter G. Whang, dalam laman Scientific American mengatakan, tidur di lantai membuat punggung tidak mendapat dukungan memadai sehingga meningkatkan risiko nyeri kronis.
Dengan kata lain, alih-alih memperbaiki postur, tidur di lantai justru berpotensi merusak kenyamanan tulang belakang. Lama-kelamaan, kamu bisa merasakan kaku, sakit, hingga kesulitan bergerak jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus.
Tekanan Tubuh dan Sirkulasi Darah Menjadi Terganggu
Permukaan keras seperti lantai menciptakan titik tekan berlebih pada pinggul, bokong, dan tumit. Menurut Bert Jacobson, profesor kinesiologi dari Oklahoma State University yang dikutip Scientific American, kondisi ini dapat membatasi aliran darah serta membuat jaringan lunak di tubuh mengalami kerusakan.
Gangguan sirkulasi ini bukan hanya menyebabkan kesemutan, tetapi juga rasa nyeri saat bangun tidur. Jika dibiarkan, hal tersebut bisa menimbulkan masalah jangka panjang pada pembuluh darah dan jaringan otot.
Meningkatkan Risiko Alergi dan Infeksi
Tidur di lantai membuat tubuhmu lebih dekat dengan debu, tungau, hingga kotoran kecil yang menempel di permukaan. Medical News Today menuliskan, kondisi tersebut dapat memperburuk alergi, seperti hidung tersumbat, batuk, atau mata gatal.
Selain itu, kebersihan lantai yang tidak terjaga bisa menambah risiko infeksi kulit maupun pernapasan. Bagi orang yang sudah memiliki asma atau alergi debu, tidur di lantai bisa membuat gejalanya semakin parah.
Memicu Hipotermia Ringan
Lantai cenderung menyimpan suhu dingin lebih lama dibanding kasur. Menurut laporan Global News, pakar kesehatan O’Hare menyebut, tidur di permukaan dingin bisa menyebabkan iritasi pada otot, ligamen, hingga saraf.
Sementara itu, ulasan Medindia menambahkan bahwa tidur di lantai dalam kondisi cuaca dingin berisiko membuat tubuh kehilangan panas lebih cepat. Hal ini dapat mengarah pada hipotermia ringan yang tentu berbahaya jika dialami terus-menerus.
Masalah Pernapasan
Medical News Today, paparan partikel kecil kotor di lantai dapat dengan mudah terhirup dan memicu masalah pernapasan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat asma atau alergi.
Selain itu, udara dingin yang berada lebih rendah di dekat lantai juga bisa memperburuk kondisi paru-paru. Menurut pakar tidur dari Sleep Foundation, udara dingin cenderung membuat saluran pernapasan lebih sempit sehingga menyebabkan sesak dan batuk saat tidur.
Iritasi Kulit
Lantai sering kali menjadi tempat berkumpulnya debu, kuman, dan bakteri meskipun terlihat bersih. Dalam laporan Verywell Health, disebutkan bahwa kontak langsung kulit dengan permukaan kotor dapat menyebabkan iritasi, ruam, atau bahkan infeksi kulit pada sebagian orang.
Kondisi ini bisa lebih parah pada mereka yang memiliki kulit sensitif atau eksim. Tanpa perlindungan kasur atau alas tidur yang higienis, tidur di lantai justru membuat kulit lebih rentan mengalami masalah kesehatan.
Masalah Pencernaan
Tidur di lantai dengan posisi tubuh yang tidak mendapat dukungan tepat bisa mengganggu sistem pencernaan. Healthline menuliskan, postur tubuh yang buruk saat tidur dapat meningkatkan risiko refluks asam, di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman di dada atau perut.
Selain itu, tidur di permukaan keras bisa membuat perut tertekan, terutama bila posisi tidur menyamping atau tengkurap. Akibatnya, proses pencernaan jadi tidak maksimal dan kamu bisa bangun dengan rasa begah atau nyeri di perut.
Tidur Tidak Nyenyak
Tidur di lantai sering kali terasa tidak nyaman karena tubuh merasakan tekanan berlebih pada titik tertentu. Global News mengutip pakar kesehatan yang menyebut bahwa kondisi ini bisa menyebabkan seseorang sering terbangun di malam hari akibat rasa nyeri atau kesemutan.
Gangguan tidur ini membuat kualitas istirahat menurun drastis. Seperti dijelaskan Sleep Foundation, kurangnya tidur nyenyak dapat memengaruhi fungsi otak, suasana hati, hingga menurunkan daya tahan tubuh, sehingga tubuh jadi cepat lelah di siang hari.


