Hindari! Ini 5 Makanan Pemicu Perut Buncit yang Jarang Diketahui

Banyak yang beranggapan perut buncit hanya soal estetika, padahal kondisi ini juga erat kaitannya dengan pola makan sehari-hari dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Sejumlah studi menunjukkan bahwa lemak yang menumpuk di tubuh bisa memicu penyakit serius seperti jantung. 

 Kunci utama menurunkan berat badan dan mengempiskan perut buncit adalah defisit kalori. Artinya, kalori yang dikonsumsi, baik dari makanan atau minuman, lebih sedikit dari kalori yang dibakar oleh tubuh.

Nah, untuk mendukung defisit kalori ini, penting untuk mengetahui apa saja deretan makanan yang justru memicu perut buncit. Berikut deretan makanan pemicu perut buncit yang sebaiknya dihindari. Simak!

Makanan tinggi karbohidrat

Karbohidrat memang dibutuhkan oleh manusia karena merupakan pemberi energi untuk sehari-hari. Namun, sebaiknya kamu kurangi karbohidrat sederhana seperti nasi putih, mie, pasta, dan roti putih, karena bisa menyebabkan melonjaknya jumlah gula dan insulin, apalagi kalau kamu terlalu sering mengonsumsinya. 

Kamu bisa menggantinya dengan nasi merah, ubi, singkong, jagung, kentang, gandum utuh, dan roti gandum, dengan porsi yang tidak berlebihan. Awalnya pasti sulit, karena budaya orang Indonesia dan Asia kan memang gemar makan nasi serta mie, tapi nggak ada salahnya untuk pelan-pelan mencobanya dan belajar konsisten. 

Camilan Manis

Cake, es krim, kue kering, hingga donat biasanya menjadi camilan sore hari favoritnya pekerja kantoran. Deretan makanan tersebut memang enak untuk meningkatkan mood sore hari saat pekerjaan masih menumpuk. Namun, Beauties juga perlu tahu kalau itu adalah makanan utama pemicu perut buncit.

Makanan tersebut memiliki kandungan gula yang tinggi. Mengutip Dartmouth Health, penelitian mengatakan bahwa konsumsi gula yang tinggi tidak hanya memicu obesitas, tapi secara spesifik memicu perut buncit. Hal ini pun akan memicu penyakit berbahaya lainnya, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, hingga osteoporosis.

Oleh karena itu, solusi tepat pengganti camilan manis adalah buah-buahan segar atau kacang-kacangan. Tak hanya manis, tapi juga sehat, kaya serat, dan menyegarkan.

Gorengan

Kebanyakan orang Indonesia sangat gemar mengonsumsi gorengan. Tak cukup satu, kita bisa makan tiga hingga empat berbagai macam gorengan dalam satu waktu saja. Namun sebaiknya kita tak mengonsumsi terlalu banyak gorengan karena makanan yang melalui proses penggorengan cenderung mengandung kalori dan lemak yang tinggi. 

Perlu diketahui, penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung, berkaitan erat dengan konsumsi lemak trans, yang banyak ditemukan di makanan berminyak seperti gorengan. 

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, merenggut hampir 800.000 nyawa setiap tahunnya.

Makanan Cepat Saji dan Pengawet

Siapa yang nggak suka burger, kentang goreng, atau mie instan? Rasanya memang lezat, tapi makanan cepat saji biasanya mengandung kadar garam, gula, dan pengawet yang sangat tinggi. Kandungan tersebut membuat tubuh menahan lebih banyak air, sehingga perut terlihat lebih buncit dan kembung. Lebih jauh lagi, konsumsi rutin fast food terbukti meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung.

Makanan Tinggi Garam

Makanan pemicu perut buncit lainnya adalah makanan tinggi garam, seperti keripik, camilan asin, hingga makanan olahan. Menurut penelitian dari The Journal of Clinical Investigation, makanan tinggi garam tidak hanya memicu haus, tapi juga meningkatkan rasa lapar yang dapat membuat seseorang makan lebih banyak, bahkan saat perutnya sudah kenyang.

Selain itu, mengutip Premier Integrative Medicine, sebuah studi pun menemukan bahwa orang yang mengonsumsi keripik kentang mengalami kenaikan berat badan sebesar 1,69 pon atau sekitar 0,77 kg. Garam juga memicu retensi air yang membuat perut terlihat lebih kembung dan buncit.

Baca Juga:  Sederet Sumber Mikroplastik di Rumah yang Jarang Disadari