
Saat ini ramai diperbincangkan masalah beras oplosan yang beredar di Indonesia. Mengutip CNN Indonesia, investigasi terkait beras oplosan dilakukan pada periode 6-23 Juni 2025 yang mencakup 268 sampel beras dari 212 merek yang tersebar di 10 provinsi. Sampel ini melibatkan dua kategori beras, yaitu premium dan medium, dengan fokus utama pada parameter mutu, seperti kadar air, persentase beras kepala, butir patah, dan derajat sosok.
Hasilnya, ditemukan 85,56 persen beras premium tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Sementara itu, 88,24 persen beras medium dari total sampel yang diuji tidak memenuhi standar mutu SNI.
Lalu, ditemukan juga, 95,12 persen beras medium pun, ditemukan dengan harga jual yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan 9,38 persen memiliki selisih berat yang lebih rendah dari informasi yang dicantumkan pada kemasan.
Temuan beras oplosan ini tentu merugikan konsumen. Tidak hanya kerugian materil, tapi juga merugikan kesehatan jangka panjang. Penting untuk mengetahui ciri beras asli dan oplosan, serta bahayanya di bawah ini. Simak!
1. Warna dan kilau butiran tidak seragam
Beras asli memiliki warna alami yang cenderung seragam, tidak terlalu putih atau terlalu mengilap. Bila butiran terlihat mencolok, kusam, atau tampak mengkilap seperti plastik, patut dicurigai.
2. Tekstur beras terlalu licin dan halus
Beras asli biasanya memiliki tekstur agak kasar dan permukaan tidak licin. Jika terasa sangat halus dan mengilap saat disentuh, bisa jadi itu beras oplosan atau bahkan sintetis.
3. Aroma beras tidak wajar atau hambar
Beras asli umumnya memiliki wangi alami yang khas, seperti pandan atau aroma segar dari padi. Sebaliknya, beras palsu atau oplosan bisa berbau apek, kimia, atau bahkan tidak beraroma sama sekali.
4. Mengapung saat direndam air
Uji keaslian beras dapat dilakukan dengan merendam dalam air, bila banyak butiran mengapung, kemungkinan beras tidak murni. Air pada beras asli akan sedikit keruh, sementara beras oplosan bisa menyebabkan air menjadi pekat.
5. Hasil masakan nasi berbeda
Nasi dari beras asli biasanya pulen dan harum. Bila nasi cepat mengeras, terlalu lembek, atau tidak wangi, bisa jadi berasnya oplosan.
6. Bentuk butiran tak seragam dan mudah hancur
Beras premium asli umumnya berbentuk utuh, gemuk, dan memiliki guratan alami. Jika bentuknya terlalu ramping atau banyak patahan, besar kemungkinan kualitasnya telah dicampur.
7. Tidak gosong saat dibakar
Bakar beberapa butir beras dengan api kecil, jika meleleh atau menimbulkan aroma plastik, berarti itu bukan beras alami. Beras asli hanya akan hangus atau menghitam.
8. Harga terlalu murah dari pasaran
Beras premium tidak dijual murah karena proses dan kualitasnya. Bila ada harga yang jauh lebih rendah, waspadai kemungkinan campuran atau pemalsuan.
9. Kemasan tidak rapi dan tanpa label jelas
Perhatikan kemasan beras yang dibeli, terutama bila dalam bentuk kemasan. Pastikan ada izin edar, tanggal kedaluwarsa, dan kondisi plastik tidak robek.
10. Beli dari tempat terpercaya
Untuk menghindari risiko beras palsu atau oplosan, belilah beras dari toko resmi, supermarket, atau pasar tradisional besar. Tempat penjualan yang diawasi biasanya lebih terjamin kualitas dan keasliannya.
Itulah 10 cara membedakan beras asli dan oplosan yang sedang marak beredar di Indonesia. Penting untuk kita sebagai konsumen jeli sebelum membeli dan memasaknya ya!


