Hati-Hati! Dampang Buruk Tidur dalam Keadaan Marah Untuk Kesehatan

Sebaiknya Anda tidak tidur dalam kondisi marah. Kenapa? Ternyata dampaknya lumayan serius mulai dari kelelahan sampai gangguan tidur.

Para ahli menyarankan ritual yang menenangkan jelang tidur. Anda disarankan untuk mandi air hangat, tidak banyak mengakses ponsel, meditasi, membaca buku dan sederet aktivitas lain yang bisa membawa ketenangan.

Terkadang, jam-jam jelang tidur diisi dengan obrolan dan tak jarang berakhir dengan adu argumen. Marah? Jelas. Rasa marah pun kian bertambah ketika orang terkasih mulai menunjukkan rasa tidak peduli.

Konflik dengan pasangan atau anggota keluarga bukan hal aneh. Namun ada yang menasihati untuk tidak membawa rasa marah dari konflik ke kasur.

Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (15/5/25), berikut sederet dampaknyang cukup serius jika tidur dalam kondisi marah, antara lain:

1. Menguras Energi yang Bisa Melelahkan Tubuh

Sabrina Romanoff, seorang psikolog klinis menyebut bahwa rasa dendam atau amarah bisa menguras energi dan menimbulkan rasa lelah yang luar biasa, seperti dilansir dari Verywell Mind.

Oleh sebab itu, disarankan untuk menyelesaikan masalah atau pertengkaran terlebih dahulu sebelum tidur. Jangan tidur sambil menahan amarah. Kebiasaan tersebut hanya akan membuat tubuh merasa lebih lelah di keesokan harinya. Meskipun, tubuh belum atau tidak melakukan kegiatan fisik yang berlebihan.

2. Kualitas Tidur menjadi Terganggu

Memendam amarah hingga berlarut-larut, apalagi saat tidur, bisa mengganggu kualitas tidur. Menahan amarah dapat membuat kita sulit tidur, kualitas tidur memburuk, dan lebih rentan terhadap mimpi buruk.

Baca Juga:  8 Cara Mudah Untuk Melembabkan Bibir Saat Berpuasa

Penelitian dalam jurnal Clinical Psychological Science (2022) menuturkan, seseorang yang kurang tidur berpotensi lebih sulit mengelola emosinya. Mereka juga lebih rentan bereaksi terhadap rangsangan emosional yang memancing emosi negatif.

Dalam otak mereka, akan lebih banyak pikiran yang tidak diinginkan, kurang mampu memahami sudut pandang lawan bicara selama percakapan berikutnya, dan cenderung tidak mampu menyelesaikan konflik.

3. Memicu Masalah Kesehatan: Termasuk Meningkatkan Tekanan Darah

Seperti yang dilansir dari Live Strong, Michael Breus, PhD, mengungkapkan bahwa saat kita marah, tubuh akan mengeluarkan hormon stres, seperti kortisol, adrenalin, dan norepinefrin. Semua hormon tersebut bisa meningkatkan tekanan darah dan mungkin efeknya bisa dirasakan saat sedang tidur.

Lebih lanjut, studi dalam International Journal of Environmental Research and Public Health (2020) menemukan, orang yang tidur dalam keadaan marah cenderung tidak mengalami penurunan tekanan darah secara alami saat tidur.

Kemarahan adalah emosi yang sembilan dari sepuluh kali meningkatkan detak jantung dan hampir mustahil untuk tertidur dengan detak jantung di atas enam puluh,” ungkap Breus.

Detak jantung normal saat istirahat, termasuk saat tidur biasanya berkisar antara 60 hingga 100 detak per menit.