Hari Pengungsi Sedunia, Aulia Rachman: Jangan Ada Diskriminasi

“Hari ini kita coba mengangkat tema tentang pertukaran budaya antara masyarakat Rohingnya dan masyarakat kita di Indonesia. Bagaimana untuk saling memahami bahwa kita itu sama, ciptaan yang sama, tapi ada perbedaan. Perbedaan itu tidak harus berkonflik, tapi bagaimana perbedaan itu bisa disandingkan, walaupun ini, hari ini kita melihat tidak ada merasa bahwa di mana kita menghargai orang, melindungi semua orang,” tuturnya.

 

“Itu yang coba kita angkatkan ke permukaan. Walaupun, kita berbeda rasa makanan, berbeda suku, tapi kita harus saling melindungi secara bersama,” sambung Nasruddin.

 

Untuk diketahui bahwa kegiatan Hari Pengungsi Sedunia atau World Refugge Day (WRD) 2022 ini, dilaksanakan selama tiga hari mulai Sabtu (18/6/2022) hingga Senin (20/6/2022). Dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut akan diisi berbagai kegiatan kebudayaan seperti festival makanan, pertunjukan seni tari, teater, dan lomba puisi.