“Service kepada tamu kita upayakan maksimal, karena kita juga mengacu kepada Budaya Pelayanan 6K Horison Hotels Group, yakni Keramahan, Kesungguhan, Kecepatan, Kehangatan, Kepedulian dan Ketulusan. Juga karena lokasinya di dalam airport and the only one, tamu tak perlu ruwet karena begitu sampai bandara bisa langsung istirahat di Horison Sky Kualanamu. Review positif menantang saya mempertahankan apa yang sudah didapat meski prosesnya lebih sulit dibanding saat mencapainya,” kata penggemar film Die Hard tersebut.
Bagi Wisnu tak ada kata puas lalu berhenti. Belajar harus selalu dilakukan terus menerus dengan kemauan tinggi. Ia ingat bagaimana awal mula berkarir dengan memutuskan memilih belajar di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali. Lewat jurusan Akomodasi Manajemen, Wisnu mengembangkan kemampuan dirinya dari nol.
“Mopping (mengepel lantai) itu pekerjaan yang pertama kali saya lakukan. Meningkat dengan membersihkan kamar. Kepercayaan bertambah karena sempat di bagian F&B (Food and Beverage). House keeping juga pernah, belajar banyak selama 4 tahun tersebut. Pertama menjabat di Purimas Boutique Hotel sebagai Operation Manager mulai dari tahun 1999,” ceritanya.
Setelah hampir 20 tahun, Wisnu sudah ditugaskan ke berbagai daerah di Indonesia mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, hingga Irian. Baginya, semakin banyak perpindahan maka akan semakin banyak teman dan juga pengalaman bisa didapatkan. “Di Kalimantan belum pernah namun tak menutup kemungkinan ke sana. Tak masalah karena semakin banyak pengalaman, masa depan juga semakin baik,” jelas laki-laki yang menjadikan lari sebagai olahraga rutinnya ini.


