Fakta-Fakta Cacar Monyet yang Sedang Mewabah

151

Secara umum, cacar monyet dibedakan menjadi 2 strain: Congo Basin dan Afrika Barat. Strain Congo Basin cenderung lebih parah dibandingkan dengan strain Afrika Barat. Pada strain Afrika Barat, tingkat kematiannya adalah 1 persen, namun angka itu hanya menggambarkan kondisi di Afrika saja. Pada kasus infeksi yang terjadi di negara-negara maju, hampir semuanya adalah bergejala ringan dan tidak menyebabkan keparahan apalagi kematian.

4. Cara penyebaran Cacar Monyet

Virus penyebab cacar monyet menyebar melalui tetesan besar cairan pernapasan dan cairan tubuh. Oleh karena itu, kebanyakan infeksinya terjadi pada orang-orang yang memiliki kontak dekat. Meski cara penyebarannya sama-sama melalui droplet, namun kecepatan penyebaran virus cacar monyet ini tidak secepat virus penyebab Covid-19.

Hal yang perlu diingat, virus cacar monyet ini lebih efektif menyebar melalui kontak langsung, misalnya seperti seorang penderita yang bersin di depan wajah kita, terkena cairan air liur penderita dengan cara berciuman, dan sebagainya. Sementara jika hanya satu ruangan bersama penderita cacar monyet, potensi tertular di bawah 10 persen.

Baca Juga:  YG Entertainment Buka Audisi Global di Indonesia, Simak Syaratnya!

5. Cara Menghindari dan Pengobatan

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena cacar monyet yaitu,Mencuci tangan dengan air dan sabun secara teratur atau gunakan handsanitizer Makan daging yang telah dimasak dengan matang

Pemberian vaksin cacar (Jynneos) diketahui 85% efektif mencegah penyakit ini. Vaksin tersebut merupakan hasil modifikasi dari vaksin vaccinia yang sebelumnya digunakan untuk mencegah penyakit cacar (smallpox).

Pada tahun 2019 lalu, FDA resmi menyetujui Jynneos sebagai vaksin yang dpat mencegah penyakit cacar (smallpox) sekaligus cacar monyet (monkeypox).Pemberian dua dosis vaksin Jynneos dalam 28 hari terbukti menguatkan respon sistem imun dibandingkan satu dosis vaksin cacar sebelumnya.

Akan tetapi, ketersediaan vaksin tersebut di pusat layanan kesehatan publik masih sangat terbatas. Di Indonesia sendiri belum tersedia vaksin khusus untuk mencegah monkeypox.