Fakta-Fakta Cacar Monyet yang Sedang Mewabah

113

Publik kian dihebohkan dengan munculnya penyakit cacar monyet. Hal yang membuat publik panik karena belum usai dengan Covid-19 dan hepatitis akut misterius pada anak, kini dunia kembali dibuat was-was dengan merebaknya penyakit monkeypox atau cacar monyet di sejumlah negara dunia.

Kini sudah ada beberapa negara yang telah melaporkan wabah kasus cacar monyet ini. Contohnya adalah Inggris, Spanyol, Italia, Amerika Serikat, dan Australia. Para ilmuwan sedang mencoba memahami mengapa cacar monyet menyebar di luar Afrika Tengah dan Barat.

Kabar baiknya, sejauh ini  Indonesia belum mengkonfirmasi adanya kasus cacar monyet di Tanah Air. Namun, tidak ada salahnya jika kita menaruh waspada dan berhati-hati terhadap penyakit yang satu ini. KoverMagz telah merangkum fakta-fakta tentang cacar monyet:

1. Cacar Monyet Bukan penyakit baru 

Penyakit cacar monyet yang umumnya ditemukan di Afrika ramai diperbincangkan usai menyebar di kawasan Eropa, Amerika Serikat, dan Australia.

Dilansir dari John Hopkins University, cacar monyet bukanlah sebuah penyakit yang baru ditemukan dan diketahui, karena penyakit ini sudah ada sejak lama dan menjadi endemik di sejumlah negara dunia. Permasalahannya, kini cacar monyet ditemukan menyebar di banyak negara dunia yang bukan merupakan negara endemik dari penyakit itu.

Hal yang mengherankan, pada kasus-kasus infeksi yang ditemukan saat ini, pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara endemik. Inilah mengapa para peneliti terus mendalami untuk mencari tahu bagaimana cara penyebaran virus penyebab cacar monyet yang satu ini.

2. Bukan Berasal dari Monyet 

Meski bernama cacar monyet namun Penyakit ini bukan berasal atau ditularkan oleh monyet. Disebut monkeypox karena pertama kali ditemukan pada monyet di Afrika, tetapi reservoirnya ada pada hewan pengerat, khususnya hewan pengerat di Afrika Tengah dan Barat.

3. Gejala Cacar Monyet 

Cacar monyet dikatakan penyakit yang mirip dengan penyakit cacar yang terkait dengan Orthopoxvirus. Gejalanya pun mirip, hanya saja cacar monyet dikatakan memiliki gejala yang lebih ringan. Jadi sangat jarang pasien cacar monyet yang membutuhkan perawatan medis hingga ke rumah sakit.

Penyakit cacar monyet dimulai dengan gejala seperti flu, demam, tidak enak badan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Setelah beberapa hari, akan muncul ruam yang terlihat seperti cacar air atau cacar dan berlangsung selama satu atau dua minggu. Setelah itu, cacar akan mengering dan penderita pun dapat dikatakan pulih. Tingkat fatalitas Cacar monyet terbilang tidak fatal atau tidak mengakibatkan kematian.