
Hari Raya terasa kurang lengkap tanpa kue kering. Termasuk Hari Raya Idulfitri, salah satu tradisi pentingnya adalah menyiapkan dan berbagi kue-kue kering yang manis dan legit bersama keluarga dan teman. Bagaimana kue-kue ini bisa dikaitkan dengan Idulfitri? Mungkin mereka dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa meskipun puasa itu sulit, di dalamnya terdapat hadiah yang manis.
Di Indonesia dan Malaysia, kita sering mendapati kue seperti nastar dan putri salju di meja-meja tamu saat tiba hari raya Idulfitri. Di negara-negara lain, perayaan Idulfitri juga tak lepas dari kehadiran kue-kue manis seperti itu. Ada apa saja ya?
Maamoul
Maamoul (Ma’amoul) merupakan salah satu kue tradisional yang paling populer di wilayah Timur Tengah, mulai dari Suriah, Yordania, Lebanon, Israel, hingga Palestina. Tampilan Maamoul mirip dengan kue bulan (Mooncake)di Tiongkok, hanya saja isian dan adonannya berbeda.
Maamoul biasanya berisi kurma atau kacang-kacangan (pistachio/almond) dengan adonan tepung Semolina yang kasar, sedangkan Mooncake berisi pasta biji teratai atau kacang merah dengan adonan tepung Hong Kong yang halus.
Meski begitu, Maamoul dapat dibuat dengan berbagai bentuk menggunakan cetakan berpola dekoratif, bisa berbentuk bola, kubah, atau pipih sesuai keinginan. Beberapa orang juga lebih suka menambahkan selai buah, keju, kuning telur, atau bahan lain sesuai selera pribadi. Selain itu, isiannya harum dengan air mawar atau bunga jeruk.
Kahk
Kahk (ka’ak el eid) tampaknya merupakan nenek moyang dari maamoul, karena digambarkan dalam lukisan dan ukiran kuil yang berasal dari era Firaun. Yup! Kue ini kurang lebih memang sama dengan Maamoul.
Ada banyak interpretasi regional tentang kue ini, ditambah lagi keragaman resep kue ini memungkinkan banyak adaptasi. Kamu bisa temukan banyak jenis kahk yang berbeda, mulai dari kue renyah seperti biscotti hingga kue isi kurma hingga kue rapuh yang ditaburi gula bubuk.
Anda mungkin menemukan Kahk yang dibuat dengan ragi instan yang menghasilkan tekstur lembut seperti bantal, Kahk yang diisi dengan pasta kurma yang manis dan kenyal, Kahk yang dihiasi dengan cetakan artistik yang rasanya lebih gurih daripada manis, Kahk yang dibentuk menjadi bola-bola bundar yang ditaburi gula bubuk, atau bahkan Kahk yang berbentuk seperti cincin.
Ghraybeh
Ghraybeh (Ghorayeba) adalah kue khas Timur Tengah yang lumer di mulut, dengan tekstur yang lembut, halus, dan lezat. Hanya dengan tiga bahan, yakni ghee (minyak samin atau mentega jernih), gula bubuk, dan tepung, Ghraybeh adalah kue tanpa telur yang paling mudah dibuat dan akan membuat keluarga serta tamu terkesan. Kue ini bisa dihias dengan pistachio dan almond.
Qurabiya
Di kota Tabriz di barat laut Iran, ada versi lain Ghraybeh yang disebut Qurabiya atau Qurabiyeh Tabrizi. Kue kering yang ini berbahan dasar almond yang lembut dan mudah hancur. Biasanya terbuat dari almond giling, putih telur, gula, dan sedikit tepung atau pati untuk memberikan struktur, menghasilkan kue yang lembut, berwarna pucat, dan kaya tekstur.
Sebagai kota yang dipengaruhi oleh tradisi kuliner Persia dan Turki, Tabriz mengembangkan versi Qurabiya yang berbeda dari kue serupa di Turki atau dunia Arab. Meskipun namanya sendiri memiliki akar kata yang sama dengan “kurabiye” dalam bahasa Turki dan varian regional lainnya, sajian Tabriz dicirikan oleh penggunaan almond berkualitas tinggi, bumbu minimal, dan fokus pada teknik pembuatan. Setiap Qurabiya biasanya diberi hiasan berupa sebutir almond, pistachio, atau potongan ceri manisan.
Kleicha
Kleicha merupakan kue kering yang berasal dari Irak dan dianggap sebagai kue nasional negara tersebut. Kue ini diisi dengan kurma, kacang-kacangan, atau campuran wijen manis.
Ciri khas kue ini adalah beragam bentuknya, mulai dari bentuk bulan sabit sederhana yang digulung hingga cakram berpola yang dicetak dengan cetakan kayu. Sementara bahan pembuatannya melibatkan adonan dengan tepung, ragi, mentega atau minyak, gula, dan rempah-rempah seperti kapulaga.
Şekerpare
Şekerpare (dibaca sheh-kehr-PAH-reh) adalah dessert tradisional Turki yang terbuat dari kue kering bermentega gabungan tepung terigu dan semolina, kemudian direndam dalam sirup gula rasa lemon. Kue ini sama populernya dengan baklava, tetapi jauh lebih mudah dibuat dan lebih hemat biaya.
Kata şeker berarti “gula,” dan pare berasal dari bahasa Persia, yang berarti “potongan.” Jadi namanya secara harfiah diterjemahkan menjadi “sepotong gula.” Di Turki, Idulfitri dikenal sebagai Şeker Bayramı atau Pesta Gula, jadi Şekerpare merupakan tambahan yang sempurna untuk hidangan di hari raya tersebut.
Lokum
Masyarakat Turki menikmati camilan manis bernama lokum atau yang dikenal sebagai Turkish delight. Camilan berbentuk jeli kenyal ini memiliki warna-warni menarik dan biasanya diisi dengan kurma atau kacang.
Laasida
Memasuki hari raya Idul Fitri, sajian makanan khas yang kerap disajikan umat muslim di Maroko adalah Laasida. Laasida sendiri merupakan sejenis puding yang terbuat dari couscous dengan cita rasa yang sangat manis. Umumnya, makanan khas Lebaran ini disajikan bersama buah-buahan segar dan secangkih teh hangat. Tertarik mencicipinya?
Aseeda, Yaman
Merayakan Idul Fitri di Yaman, Aseeda menjadi dessert yang akan melengkapi santap keluarga pada hari Lebaran. Makanan sejenis puding karamel ini terbuat dari gandum dan madu dengan cita rasa manis yang khas. Uniknya lagi, Aseeda disajikan dalam keadaan panas.
Qatayef
Adalah makanan khas Lebaran yang bisa kamu temui di Yordania. Dengan adonan menyerupai pancake, makanan khas Lebaran ini memiliki isi berupa kacang-kacangan dan memiliki aroma khas kayu manis. Sebagai pelengkap, Qatayef disajikan bersama siraman manu atau sirup khusus yang menambah lengkap cita rasa manis yang dimilikinya.


