Daftar Negara dengan Pengelolaan Sampah Terbaik di Dunia, Patut Ditiru!

Tahukah anda bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sesuatu yang berakibat fatal bagi manusia dan lingkungan. Pasalnya, sampah-sampah tersebut dapat merusak ekosistem dan mencemari lingkungan serta menyebabkan berbagai penyakit berbahaya. Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang baik dan benar sangat penting dilakukan oleh suatu negara. 

Beberapa negara diketahui ada yang telah berhasil mengelola sampah dengan baik, efektif, dan berkelanjutan. Kategori ini berdasarkan 3 indikator yaitu produksi sampah pada kota per kapita, sampah padat terkendali, dan pemulihan energi dan material dari sampah. Nah, penasaran bukan negara mana saja? Dalam artikel berikut ini tim kovermagz akan membahasnya untuk anda. 

Belanda

Belanda menjadi salah satu negara yang sadar lingkungan dan mengelola sampah dengan baik. Belanda menjadi negara dengan pengelolaan sampah terbaik di Eropa. Merangkum dari artikel yang ditulis PLAEX Technology, Belanda melakukan pendekatan untuk meminimalisir sampah yang dikenal sebagai “urutan preferensi” yang mengutamakan pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang limbah. Selain itu, Belanda juga memiliki peraturan yang ketat terhadap pemilahan sampah, untuk sampah kertas, organik, plastik, dan bahan lainnya.

Jepang 

Jepang begitu ketat dengan aturannya tentang pengelolaan sampah. Di Jepang, sampah umumnya dibedakan menjadi sampah yang dapat dibakar, sampah yang tidak dapat dibakar, dan sampah yang bisa didaur ulang. Merangkum dari japan-guide.com, tempat sampah umum di Jepang jumlahnya sedikit, sehingga masyarakat harus membawa pulang sampah mereka. Di rumah, terdapat jenis tempat sampah yang dibedakan sesuai dengan penggolongan tersebut.

Peraturan tentang pengelolaan sampah juga berbeda di setiap daerah, namun masyarakat Jepang memiliki aturan yang sangat ketat. Kesadaran tentang sampah di Jepang begitu tinggi dan sangat diperhatikan. Hari dan jam pengumpulan sampah juga berbeda-beda sesuai dengan kebijakan daerah. Sampah berukuran besar, seperti furnitur, sepeda, dan elektronik biasanya akan dijemput langsung oleh petugas sesuai dengan perjanjian dan dikelola secara khusus.

Jerman

Jerman dikenal dengan sistem pengelolaan sampah yang terstruktur dengan baik. Negara ini menerapkan sistem pemisahan sampah yang ketat, membagi sampah ke dalam kategori seperti plastik, kertas, dan organik. Dengan lebih dari 60% sampah yang berhasil didaur ulang, Jerman menunjukkan komitmen kuat terhadap daur ulang dan pengurangan sampah. Program “Extended Producer Responsibility” (EPR) mendorong produsen untuk mengelola sampah dari produk mereka.

Singapura 

Menjadi negara selanjutnya di dunia yang berhasil mengelola sampah dengan baik. Di lahan yang terbatas dan populasi kota yang padat, Singapura menjadi negara pelopor di Asia Tenggara dalam pengelolaan sampah dan negara berkelanjutan. Melansir dari laman Seaside Sustainability, strategi Singapura dalam mengelola sampahnya yaitu dengan melakukan 3R (mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle) sampah). Singapura memiliki infrastruktur dan peraturan yang ketat dalam mendaur ulang sampah. 

Terdapat pabrik-pabrik yang mengolah limbah menjadi energi canggih, sampah yang tidak bisa didaur ulang diubah menjadi listrik. Selain teknologi canggih dan inovatif, keterlibatan pemerintah, pendidikan, dan masyarakat menjadi faktor kesuksesan Singapura dalam mengelola sampah. Kampanye tentang kesadaran publik dan daur ulang yang insentif dilakukan bisa mendorong individu masyarakat untuk lebih sadar lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Swedia 

Swedia memiliki peraturan manajemen sampah yang baik. Melansir laman Smart City Sweden, daur ulang limbah rumah tangga ataupun bisnis memiliki peningkatan sejak beberapa dekade terakhir. Prioritas dalam pengelolaan sampah di Swedia yaitu daur ulang sampah rumah tangga.

Masyarakat memilah sampah berdasarkan jenis sampah makanan, kemasan logam, plastik, kertas dan kaca, koran, barang elektronik, ban dan baterai. Keberhasilan dalam pengelolaan sampah tersebut merupakan kesadaran dan dedikasi masyarakat Swedia juga pelaku bisnis. Sebagian besar sampah yang dihasilkan di Swedia dibakar di fasilitas pengolahan sampah menjadi energi, yang menghasilkan air untuk pemanas distrik dan listrik.

Taiwan

Taiwan juga melakukan cara dengan Program Daur Ulang 4-in-1. Melansir dari laman Enviliance ASIA, program ini bertujuan untuk mengajak masyarakat, pemerintah daerah, perusahaan pembuangan limbah, dan dana daur ulang untuk bekerja sama membangun jaringan daur ulang sumber daya.

Dimulai dari warga yang memilah sampah jenis rumah tangga, kemudian dikumpulkan dan didaur ulang dengan bantuan perusahaan pembuangan limbah dan dana daur ulang, serta kerjasama pemerintah daerah. Program ini sudah dimulai sejak tahun 1997 dan membuat pembuangan sampah daur ulang yang tepat. Pemerintah juga mengatur undang-undang untuk setiap perusahaan dalam pengelolaan limbah dengan ketat.

Baca Juga:  Rekomendasi Negara untuk Melihat Aurora Paling Indah di Dunia