
Jika kaviar bisa menyandang sebagai makanan termahal di dunia, sederetan makanan dibawah ini justru akan membuat mu semakin tercengang. Bagaimana tidak? Daftar makanan dibawah ini pasalnya merupakan makanan tertua di dunia. Meskipun kita telah memasuki jaman modern yang terus berevolusi, namun makanan-makanan ini tetap ada.
Melansir dari sumber terpercaya, beberapa makanan ini telah ada sejak ribuan tahun yang lalu, diwariskan dari generasi ke generasi, dan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia modern. Baik itu makanan pokok hingga minuman fermentasi, setiap hidangan ini menyimpan cerita unik tentang peradaban kuno, teknologi kuliner, serta hubungan kita dengan alam.
Nah, lantas apa sajakah yang termasuk makanan tertua di dunia yang masih dikonsumsi hingga sekarang? Jika anda penasaran, simak penjelasannya disini!
Roti (Mesir Kuno, 14.000 Tahun Lalu)
Roti adalah salah satu makanan paling tua yang ditemukan dalam sejarah manusia. Bukti tertua menunjukkan bahwa masyarakat Mesir Kuno sudah membuat roti sejak 14.000 tahun yang lalu. Pada masa itu, roti dibuat dengan bahan sederhana seperti biji-bijian yang dihancurkan dan dipanggang di atas batu panas. Seiring berjalannya waktu, Mesir Kuno menemukan teknik fermentasi dengan ragi, yang kemudian menghasilkan roti yang lebih lembut dan berongga.
Hingga kini, roti masih menjadi makanan pokok di banyak negara dengan berbagai variasi, seperti baguette di Prancis dan naan di India.
Keju (10.000 Tahun yang Lalu)
Keju diperkirakan sudah ada sejak manusia mulai memelihara hewan ternak sekitar 10.000 tahun yang lalu. Awalnya, keju ditemukan secara tidak sengaja saat susu yang disimpan dalam kantung dari perut hewan mengental dan menjadi padat. Proses fermentasi alami ini kemudian disempurnakan oleh peradaban-peradaban kuno, termasuk Romawi dan Yunani, yang mengembangkan berbagai jenis keju yang masih kita kenal hingga sekarang.
Dari keju feta Yunani hingga keju cheddar, makanan ini tidak hanya lezat tetapi juga menyimpan sejarah panjang dalam setiap potongannya.
Madu (8.000 Tahun Lalu)
Madu adalah salah satu pemanis alami yang sudah digunakan sejak zaman prasejarah. Lukisan gua di Spanyol yang berusia 8.000 tahun menunjukkan bahwa manusia sudah memanen madu dari sarang lebah.
Selain sebagai pemanis, madu juga digunakan untuk tujuan pengobatan dan persembahan dalam ritual keagamaan. Yang menarik, madu memiliki sifat yang tidak bisa basi, sehingga madu yang ditemukan di makam Mesir kuno masih bisa dimakan hingga sekarang.
Bir (Sumeria, 7.000 Tahun yang Lalu)
Bir adalah salah satu minuman fermentasi tertua di dunia, dengan bukti pertama yang berasal dari peradaban Sumeria sekitar 7.000 tahun yang lalu. Orang Sumeria, yang tinggal di wilayah Mesopotamia kuno (sekarang Irak), dikenal sebagai pembuat bir pertama dengan menggunakan jelai yang difermentasi.
Bir pada masa itu lebih kental dan seringkali lebih manis daripada bir modern. Selain itu, bir juga dianggap sebagai “hadiah dari para dewa” dan bahkan digunakan dalam upacara keagamaan.
Anggur (Georgia, 8.000 Tahun yang Lalu)
Anggur pertama kali dibuat oleh orang-orang kuno di wilayah Georgia, yang sekarang merupakan negara di Eropa Timur, sekitar 8.000 tahun yang lalu. Mereka menggunakan teknik fermentasi alami dari jus anggur yang disimpan dalam guci besar yang terbuat dari tanah liat, yang disebut “qvevri”.
Hingga hari ini, Georgia masih mempertahankan tradisi pembuatan anggur kuno ini, dan negara ini dianggap sebagai salah satu tempat kelahiran anggur. Anggur bukan hanya minuman yang populer, tetapi juga simbol budaya dan perayaan dalam banyak peradaban.
Nasi (Tiongkok, 9.000 Tahun yang Lalu)
Nasi adalah salah satu makanan pokok paling penting di dunia, terutama di Asia. Penemuan arkeologi menunjukkan bahwa padi mulai dibudidayakan di wilayah Tiongkok sekitar 9.000 tahun yang lalu.
Sejak saat itu, nasi menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara, India, dan Timur Tengah. Dalam tradisi Asia, nasi bukan hanya makanan pokok, tetapi juga simbol kemakmuran dan kehidupan. Kini, nasi hadir dalam berbagai bentuk dan olahan, mulai dari nasi putih, nasi merah, hingga nasi ketan.
Olive Oil (Minyak Zaitun, 6.000 Tahun yang Lalu)
Minyak zaitun adalah salah satu produk makanan tertua yang masih digunakan hingga saat ini. Penggunaannya pertama kali ditemukan di peradaban Mediterania kuno, terutama di Yunani dan Roma, sekitar 6.000 tahun yang lalu.
Minyak zaitun tidak hanya digunakan sebagai bahan makanan, tetapi juga sebagai obat, kosmetik, dan dalam upacara keagamaan. Hingga kini, minyak zaitun tetap menjadi bahan penting dalam masakan Mediterania, terkenal karena manfaat kesehatannya yang kaya antioksidan dan asam lemak tak jenuh.
Mentega Rawa
Mentega rawa merupakan mentega tertua berusia 5.000 tahun yang ditemukan di sekitar rawa Irlandia. Akibat rawa Irlandia yang bersifat anaerobik, tong kuno yang berisi mentega dapat diawetkan dan masih dapat dikonsumsi. Menurut laporan tertulis pertama tentang pencicipan mentega rawa modern pada tahun 1859, diketahui mentega ini memiliki rasa yang digambarkan seperti keju.
Rebusan Mesopotamia
Resep rebusan Mesopotamia yang menyerupai rebusan Irlandia, merupakan resep tertua yang ditemukan dan masih dapat digunakan. Diketahui, resep ini berasal dari tahun 3750 SM untuk memasak sup daging kambing yang biasa disebut sebagai tah’u.
Tah’u akan membutuhkan rempah-rempah, potongan daging, lemak, dan sayuran dalam pembuatannya. Kendati demikian, konsep rebusan sudah ada ribuan tahun lebih dahulu dibandingkan dengan tah’u.
Garum (Sekitar 2.500 Tahun Lalu)
Garum adalah saus fermentasi ikan yang menjadi bumbu andalan dalam masakan Romawi Kuno sekitar 2.500 tahun lalu. Saus ini dibuat dengan mencampurkan ikan kecil, seperti teri atau makarel, dengan garam dalam wadah besar, lalu membiarkannya berfermentasi di bawah sinar matahari selama beberapa bulan.
Hasilnya adalah cairan berwarna keemasan dengan rasa umami kuat yang kemudian disaring dan digunakan sebagai penyedap makanan. Bagi masyarakat Romawi, garum bukan sekadar bumbu, tetapi simbol status sosial. Saus ini tersedia dalam berbagai kualitas, dari varian premium yang mahal hingga versi yang lebih murah untuk rakyat biasa.
Garum digunakan dalam hampir semua jenis masakan—dari daging, ikan, sayuran, hingga dicampurkan dalam anggur dan madu sebagai minuman tonik. Pabrik-pabrik pembuatan garum tersebar di seluruh Kekaisaran Romawi, terutama di pesisir Spanyol, Italia, dan Afrika Utara. Meskipun garum asli sudah jarang ditemukan, konsep saus fermentasi ikan tetap bertahan dalam kuliner modern. Di Asia, kecap ikan Thailand dan Vietnam memiliki peran serupa sebagai bumbu penyedap yang kaya rasa.
Sementara itu, di Italia, colatura di alici—saus ikan fermentasi khas wilayah Campania—dianggap sebagai pewaris langsung dari garum Romawi.


