Gereja Tua Sikka
Sikka adalah nama desa sebuah kampung kecil di pesisir selatan Pulau Flores. Di tengah kampung ada bangunan kayu sederhana yang diberi nama Gereja Sikka. Gereja ini dibuka pada tahun 1899. Ornamen-ornamen dindingnya tergambar motif tenun ikat tradisional masyarakat Sikka.
Saat Jumat Agung, jemaat mengarak patung Sinyor keliling desa. Kepercayaan masyarakat setempat siapa yang bisa menerobos di bawah patung Sinyor saat Jumat Agung maka keinginan orang tersebut dapat terkabul.
Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar
Gereja Katedral Denpasar atau dikenal dengan nama Katedral Roh Kudus dibangun sejak tahun 1993 silam. Salah satu keunikan dari gereja yang satu ini adalah bentuk bangunan dan juga arsitekturnya.
Dari luar, gereja ini mungkin tampak mirip seperti pura namun ketika masuk ke dalam akan sangat terlihat bak gereja. Ini merupakan salah satu produk akulturasi antara agama Katolik dengan budaya Bali. Didominasi dengan warna bata merah, gereja ini memiliki eksterior nuansa Bali yang sangat khas. Alamatnya terletak di Jl. Tukad Musi No.1, Sumerta Kelod, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.
Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius
Berikutnya, ada Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius dengan arsitektur indah yang terletak di Kuta. Bangunan gereja didominasi warna putih. Begitu wisatawan memasuki area gereja, mereka akan disambut dua menara lonceng di sisi kiri dan kanan gereja.
Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius terbilang unik. Tak seperti gereja Katolik yang lain yang membangun gua buatan untuk menempatkan patung Bunda Maria, gereja Katolik ini menempatkan patung Bunda Maria dalam ruangan berkolam dilengkapi patung empat bidadari. Lokasi: Jalan Kartika Plaza Nomor 107, Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Gereja St. Joseph
Selanjutnya, ada Gereja St. Joseph sebagai salah satu gereja yang wajib dikunjungi saat di Bali. Meski bangunannya relatif kecil, tetapi arsitektur yang indah dan interiornya yang unik tentu tidak akan pernah mengecewakan. Di dalam Gereja St. Joseph, anda akan melihat banyak ukiran yang rumit dan menarik yang mengelilingi altar, dengan warna-warna yang cerah, loh. Unsur-unsur Bali cukup menonjol di interior gereja, yang menjadikannya sebagai bukti kuatnya keberagaman di Bali. Lokasinya ada di Jalan Kepundung Nomor 2, Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar, Bali
Bukit Rhema Gereja Ayam
Dibangun di wilayah Gombong Kembanglimus, daerah Borobudur, Magelang. Bangunan ini sering kenal dengan Gereja Ayam. Keindahan yang disajikan dari bukit Rhema ini menjadi daya tarik tersendiri dengan gaya arsitektur yang menarik, dimana bentuknya menyerupai kepala burung Merpati yang memiliki mahkota di atasnya.
Disebut sebagai Gereja Ayam Bukit Rhema, bukan berarti tempatnya yang memiliki bentuk seperti ayam melainkan adanya arsitektur kelapa merpati yang memiliki mahkota. Menariknya, Bukit Rhema ini dulu pernah dijadikan lokasi pengambilan gambar film Ada Apa Dengan Cinta season 2 atau AADC 2.
Gereja ini sudah ada sejak tahun 1992. Konon katanya, dibangunnya gereja ini sebagai lambang perdamaian dan pemersatu bangsa pada waktu itu. Pada bagian dalam Gereja Ayam ini tersedia ruangan khusus untuk berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing. Terdapat ruang sholat untuk umat muslim, terdapat ruang tersendiri bagi agama lain seperti hindu, budha, dan juga kristen.
Katedral Santo Petrus (Katedral Kupang)
Katedral Santo Petrus di Kupang, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu katedral yang menarik perhatian. Dengan atap yang dirancang menyerupai sirip ikan, katedral ini menggambarkan pengaruh budaya laut dan menjadi ikon arsitektur religius yang unik di wilayah tersebut.
Itulah gereja-gereja unik di Indonesia. Bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga merupakan karya seni yang mempesona. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat berwisata rohani!





