Daftar Bahan Berbahaya yang ada di Skincare Oplosan dan Efeknya untuk Tubuh

Standar kecantikan yang tidak realistis kerap kali mendorong banyak orang khususnya kaum wanita untuk mencari cara instan agar mendapatkan kulit yang sempurna. Sayangnya, kondisi ini justru dimanfaatkan oleh sejumlah oknum dengan menjual skincare-skincare oplosan, berupa produk yang diracik sembarangan tanpa izin resmi dan sering mengandung bahan kimia berbahaya. 

Skincare oplosan adalah produk perawatan kulit yang sering kali tidak memiliki komposisi bahan yang jelas, tidak melalui uji klinis, dan tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ciri lainnya, umumnya memiliki klaim berlebihan seperti membuat kulit putih dalam seminggu, tidak mencantumkan label formulasi yang jelas dan lengkap. Selain itu, dijual tanpa merek resmi atau kemasan profesional dan sering kali dipasarkan melalui media sosial atau jalur tidak resmi.

Adapun bahan kimia berbahaya yang biasa ditemukan dalam skincare oplosan, misalnya seperti merkuri, hidrokuinon, kortikosteroid, resorsinol, paraben, dan lainnya. Mengutip Food and Drug Administration (FDA), simak bahaya dari masing-masing bahan kimia tersebut untuk kulit.

Merkuri

Merkuri adalah salah satu bahan berbahaya yang paling sering ditemukan dalam skincare oplosan, terutama produk pemutih kulit. Meskipun mampu memberikan efek mencerahkan dalam waktu singkat, merkuri tergolong logam berat yang sangat toksik bagi tubuh manusia. 

Paparan merkuri melalui kulit dapat menyebabkan iritasi, ruam, perubahan warna kulit, dan jaringan parut. Lebih jauh lagi, merkuri mampu menembus lapisan kulit dan masuk ke dalam aliran darah, menumpuk di ginjal dan sistem saraf pusat. Akibatnya pengguna bisa mengalami gangguan ginjal, tremor, gangguan memori, insomnia, dan gangguan perkembangan janin pada ibu hamil. Dalam banyak kasus, gejala-gejala tersebut muncul setelah penggunaan jangka panjang. 

Hidrokuinon

Hidrokuinon adalah zat pencerah kulit yang bekerja dengan menghambat produksi melanin. Dalam dosis rendah dan di bawah pengawasan dokter, hidrokuinon bisa bermanfaat untuk mengatasi hiperpigmentasi. Namun, dalam skincare oplosan, zat ini sering digunakan dalam dosis tinggi yang justru dapat menyebabkan efek bahaya. 

Salah satu efek samping paling serius adalah eksogen ochronosis, kondisi kronis yang menyebabkan kulit menghitam kebiruan secara permanen, terutama pada area wajah. Selain itu, hidrokuinon juga dapat memicu iritasi, peradangan, dan reaksi alergi. 

Kortikosteroid

Kortikosteroid seperti clobetasol propionate sering ditemukan dalam krim pemutih oplosan karena efek anti-inflamasinya yang bisa membuat kulit tampak lebih halus dan cerah dalam waktu singkat. 

Namun, penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan kulit menipis (atrofi), timbul stretch mark, jerawat parah, hingga pembuluh darah yang tampak jelas di permukaan kulit. 

Lebih parahnya lagi, kortikosteroid dapat terserap ke dalam tubuh dan menyebabkan gangguan sistem hormonal, termasuk supresi adrenal atau berhentinya produksi hormon alami tubuh, sampai tekanan darah tinggi

Resorsinol

Resorsinol merupakan bahan kimia yang biasa digunakan untuk eksfoliasi atau pengelupasan kulit. Dalam dosis yang sangat kecil, resorsinol bisa digunakan dalam produk dermatologis tertentu. 

Namun dalam produk oplosan, resorsinol seringkali digunakan dalam jumlah yang tidak aman dan tanpa kontrol medis. Efek samping yang paling umum termasuk iritasi kulit berat, kemerahan, sensasi terbakar, dan bahkan luka bakar ringan. Selain itu, dapat menyebabkan reaksi alergi dan dermatitis kontak pada sebagian orang. 

Resorsinol juga diketahui bersifat goitrogenik, yakni bisa mengganggu fungsi kelenjar tiroid dengan menurunkan produksi hormon tiroid (T3 dan T4), terutama jika diserap dalam jumlah besar melalui kulit. Efek sistemik ini sangat berbahaya karena bisa memengaruhi metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Paraben

Paraben adalah kelompok bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet dalam produk kosmetik untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Secara umum bahan ini dianggap aman dalam konsentrasi rendah, tapi jika digunakan dalam jumlah banyak dapat menjadi masalah. 

Beberapa jenis paraben, seperti propylparaben dan butylparaben, diketahui memiliki sifat menyerupai hormon estrogen dalam tubuh. Apabila digunakan dalam jumlah berlebih, zat ini dapat mengganggu sistem endokrin dan dikaitkan dengan penurunan kesuburan, gangguan hormon, bahkan risiko kanker payudara. 

Steroid

Salah satu bahan yang berbahaya ketika dijadikan kosmetik adalah steroid. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, steroid sering dijumpai di kosmetik oplosan. Bahan ini sangat berbahaya karena membuat kulit menjadi tipis jika dipakai dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Sederet Buah Kaya Kolagen untuk Kulit Awet Muda