Catat! 5 Bahan Pakaian yang Bisa Memicu Bau Badan

Sobat Kovermagz sering merasa tidak nyaman karena bau badan, padahal sudah rutin menjaga kebersihan diri? Bisa jadi, penyebabnya ada pada pakaian yang kamu kenakan. Beberapa jenis kain memang cenderung menangkap keringat dan menjadi tempat ideal bagi bakteri penyebab bau untuk berkembang biak.

Mengetahui bahan baju yang bikin bau badan sangatlah penting agar bisa memilih pakaian yang tepat, terutama untuk aktivitas padat di iklim tropis. Lantas, material seperti apa yang sebaiknya dihindari? ? Berikut beberapa bahan pakaian yang sebaiknya kamu hindari! 

Spandex

Spandex atau elastane terkenal karena sifatnya yang super elastis dan sering dipakai pada pakaian ketat seperti legging atau inner wear. Masalahnya, bahan ini biasanya menempel sangat dekat dengan kulit sehingga area tubuh jadi lebih panas dan berkeringat. 

Jika dipakai terlalu lama, keringat akan tertahan dan dapat memicu bau badan. Karena spandex sering dicampur dengan bahan sintetis lain, sirkulasi udaranya juga kurang maksimal. 

Fleece

Bahan fleece memang nyaman, lembut, dan hangat saat dipakai di cuaca dingin. Namun, bahan ini biasanya terbuat dari serat sintetis seperti polyester yang mudah menahan panas dan kelembapan tubuh. 

Saat tubuh mulai berkeringat, udara di dalam pakaian jadi kurang bersirkulasi sehingga bakteri penyebab bau lebih cepat berkembang. Selain itu, fleece cenderung menyerap aroma dari lingkungan sekitar, termasuk keringat dan asap. 

 Poliester

Poliester adalah bahan sintetis yang sangat umum digunakan dalam pakaian olahraga maupun sehari-hari. Meskipun cepat kering, kain ini tidak menyerap keringat dengan baik. Sebaliknya, keringat cenderung ‘terperangkap’ di antara serat kain dan kulit, menciptakan kelembapan yang mendorong pertumbuhan bakteri penyebab bau.

Kain poliester juga cenderung menahan panas, sehingga suhu tubuh menjadi lebih tinggi dan produksi keringat meningkat. Jika Sahabat Fimela ingin tetap menggunakan pakaian berbahan poliester, pilihlah yang mengandung teknologi antimikroba atau kombinasikan dengan lapisan dalam berbahan katun agar lebih menyerap keringat.

Nilon

Sama seperti poliester, nilon adalah bahan sintetis yang kurang baik dalam menyerap keringat. Kain ini sering digunakan dalam pakaian dalam, celana olahraga, atau pakaian renang karena sifatnya yang elastis dan ringan. Namun, karena sirkulasi udaranya buruk, nilon bisa membuat area tubuh terasa lembap dan mudah berbau.

Penggunaan nilon yang terlalu sering, terutama di area tubuh yang mudah berkeringat seperti ketiak dan punggung, dapat meningkatkan risiko bau badan. Jika ingin memakai nilon, sebaiknya hanya untuk waktu singkat atau digabung dengan bahan alami lain yang lebih menyerap.

Chiffon

Bahan kain chiffon sintetis yang bercampur dengan polyester umumnya tidak bisa menyerap keringat dengan baik. Keringat akan cenderung mengendap dan terjebak di permukaan kulit ketiak, sehingga bikin bakteri berkembang biak lebih cepat. Bahan chiffon memang terasa tipis dan ringan, tapi kurang breathable kalau dipakai seharian terutama saat cuaca panas.

Baca Juga:  5 Manfaat Air Beras untuk Kesehatan Rambut