
Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga. Ya, baru-baru ini, dunia olahraga tenis berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Bagaimana tidak? Salah satu pemain tenis asal Indonesia, Janice Tjen diketahui berhasil mencetak sejarah sebagai petenis asal Indonesia pertama yang lolos ke Main Draw Grand Slam US Open 2025.
Hasil ini Janice raih setelah mengalahkan pemain tenis asal Jepang, Aoi Ito yang saat ini menempati peringkat 86 dunia dengan skor cukup telak, yakni 6-1 dan 6-2 pada babak kualifikasi yang digelar pada akhir pekan lalu.
Kemenangan Janice itu tentunya menjadi momen bersejarah. Ia menandai kembalinya petenis tunggal putri Indonesia ke babak utama Grand Slam setelah 21 tahun. Ia adalah petenis pertama sejak Angelique Widjaja yang tampil di US Open 2004.
Profil Janice Tjen
Janice Tjen merupakan pemain tenis profesional yang lahir di Jakarta pada tanggal 6 Mei 2002. Atlet tenis putri Tanah Air itu berhasil meraih medali perunggu pada nomor Women’s Doubles pada Pada Asian Games 2022 Hangzhou. Ia orang Indonesia pertama yang berlaga di babak kualifikasi Grand Slam sejak Sandy Gumulya di 2008 Australian Open 2008.
Melansir dari berbagai sumber, Janice sudah mulai aktif bermain tenis sejak masa sekolah pada 2018 dan saat berkuliah. Janice juga menjadi starter tim tenis wanita di dua universitas Amerika Serikat dari 2020-2021 untuk University of Oregon dan 2021-2024 untuk tim Pepperdine University.
Adapun karier profesionalnya, ia mulai melalui turnamen International Tennis Federation (ITF). Ia memperkuat tim tenis Universitas Pepperdine. Di situ, ia menjadi finalis Asosiasi Atletik Perguruan Tinggi Nasional (NCAA). Pengalaman di kompetisi universitas Amerika Serikat membantu mengasah kemampuan teknis dan mentalnya.
Janice mengatakan bahwa tenis di perguruan tinggi membantu dirinya tumbuh sebagai pemain dan sebagai pribadi. “Terutama secara mental, itu membantu saya selalu memberikan 100 persen,” kata dia dikutip dari WTOP News
Janice lulus dari Pepperdine pada musim semi 2025, yang menjadi pijakan penting sebelum fokus penuh sebagai petenis profesional. Pepperdine dikenal sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di AS. Kampus utama yang berada di Malibu, California, itu berdiri pada 1937 oleh George Pepperdine, seorang pengusaha filantropis.
Sempat Ragu Tetap Berkarier di Dunia Tenis
Janice sempat ragu untuk melanjutkan karier sebagai petenis profesional. Hal itu dirasakannya saat menimba ilmu di bangku kuliah. Dukungan penuh dari orang tua membuat dia mantap menekuni karier ini.
“Tumbuh dewasa, orang tua saya sangat mendukung saya mengejar karier tenis, memandu jalan yang harus ditempuh sebagai petenis profesional karena tidak mudah, karena ini olahraga mahal yang mengharuskan banyak bepergian,” kata dia. “Salah satu jalur yang disarankan orang tua saya adalah melalui Universitas.”
“Saat di kampus saya sempat merenungkan apakah saya akan ke lapangan atau tidak, tetapi pelatih-pelatih saya di Pepperdine menyarankan untuk mencoba setidaknya selama dua tahun, dan saya mempercayai mereka, dan sekarang saya ada di sini,” ujarnya.
Perjalanan Karir
Dalam karier profesionalnya, Janice menempati peringkat 147 dalam kategori pemain tunggal dan peringkat 260 dalam kategori pemain ganda dalam peringkat Women’s Tennis Association atau WTA.
Mengutip Persatuan Tenis Seluruh Indonesia, Janice Tjen juga berhasil mencatatkan prestasi dalam ajang Asian Games 2022 dengan memenangkan medali perunggu dalam kategori ganda putri bersama Aldila Sutjiadi. Sementara itu, Janice juga lolos ke babak 16 besar tunggal putri di ajang Asian Games 2022.
Sejak 2021, Janice juga sudah rutin masuk ke dalam nominasi tim Piala Fed Indonesia sebanyak tiga kali. Dari tiga penampilannya, Tjen mampu meraih kemenangan dua ganda dari empat pertandingan, termasuk dua tunggal dan dua ganda.
Selain itu, Janice juga bermain di Sirkuit Wanita ITF dan berhasil memenangkan empat gelar dan satu gelar ganda selama karirnya. Penampilan gemilang pemain berusia 22 tahun itu terus berlanjut hingga kini mengikuti kompetisi US Open 2025.
Perjalanan Janice di US Open 2025
Perjalanan Janice menuju arena grand slam terbuka pada 2025 melewati tiga babak kualifikasi untuk mencapai babak utama. Pertama, Janice mengalahkan Varvara Lepchenko dari Amerika Serikat dengan skor 6-3, 6-1.
Babak kedua, ia menundukkan Maja Chwalinska dengan skor 7-5, 7-5. Adapun babak ketiga, ia mengalahkan Aoi Ito (Jepang) dengan skor 6-1, 6-2. Janice dikenal dengan permainan agresif dan penuh percaya diri.
Janice telah mengoleksi 13 gelar tunggal ITF hingga 2025. Pada Mei dan Juni 2025, dia dinobatkan sebagai ITF Player of the Month dua bulan berturut-turut setelah mencatatkan 42 set tak terkalahkan.
Ia memenangkan dua gelar ITF W35 di Korea Selatan (Goyang dan Andong) pada Mei lalu, diikuti oleh empat gelar tunggal dan tiga gelar ganda pada Juni 2025. Dia juga menjadi menjadi finalis di turnamen ITF W75 Lexington dan ITF W100 Landisville pada Agustus 2025, yang menaikkan peringkatnya ke Top 200 Asosiasi Tenis Wanita (WTA).
Keberhasilannya menembus babak utama US Open 2025 menjadi tonggak sejarah bagi tenis putri Indonesia, mengakhiri penantian 21 tahun sejak era Angelique Widjaja. Angelique adalah petenis putri Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar juara tunggal putri Us Open.


