Tembok yang terbuat dari bebatuan licin tersebut, konon dulunya dilengkapi bambu tajam pada beberapa sudut. Tujuannya tak lain untuk melindungi desa ini dari serangan suku wilayah luar atau hewan liar. Kini dua ancaman tersebut sudah tiada, namun dengan kehadiran tembok ini, menambah atmosfer masa lampau ketika berkunjung ke Huta Siallagan.

Ornamen Penuh Makna
Untuk masuk ke lokasi ini, cukup merogoh kocek sebesar Rp5.000,00- per orang. Selain disambut tembok-tembok, para pengunjung juga akan menemukan ornamen-ornamen Batak Toba pada tiap rumah adat yang berada di Huta Siallagan ini.
- Sitinjak, selaku pemandu wisata Huta Siallagan menjelaskan bahwa ornamen tersebut bukan hanya untuk memperindah rumah-rumah di Huta Siallagan, namun memiliki makna tersendiri.
Jaga dompak dan singa-singa diyakini berfungsi untuk menangkal roh jahat. Zaman dahulu, kepercayaan akan adanya ilmu-ilmu magis yang dapat mengganggu kenyamanan desa sangat kuat, sehingga kedua ornamen dibutuhkan untuk melindungi setiap rumah agar kejahatan tak bisa masuk.
