
Sadarkah anda sobat kover bahwa setiap yang anda gunakan di dalam kehidupan sehari-hari, ternyata banyak menggunakan bahan kimia yang justru membahayakan tubuh loh. Sebut saja salah satunya sabun deterjen atau pembersih kamar mandi.
Melansir dari berbagai sumber, alat rumahan berupa sabun deterjen maupun yang lainnya mengandung bahan kimia yang berbahaya. Maka dari itu, anda perlu waspada dan berhati-hati. Lalu, apa sajakah bahan kimia rumah tangga berbahaya itu? Simak selengkapnya disini!
Amonia
Amonia adalah bahan kimia umum produk rumah tangga yang tersedia secara komersial. Sebagian besar terkandung dalam bahan pemoles untuk mengilaukan perlengkapan kamar mandi, wastafel, perhiasan, dan kaca jendela. Amonia juga terkandung dalam produk pembersih kaca, pembersih oven, dan pembersih baja tahan karat.
Konsentrasinya yang tinggi dapat berbahaya bagi mata dan saluran pernapasan bagian atas. Ketika amonia memasuki tubuh, ia bereaksi dengan air untuk menghasilkan amonium hidroksida. Ini sangat korosif dan merusak sel-sel dalam tubuh saat bersentuhan.
Butoxyethanol
Bahan kimia ini banyak terkandung dalam produk pembersih termasuk pembersih permukaan, pembersih lantai, pembersih jendela, pembersih noda, penghilang karat dan penghilang tinta. Bahan ini termasuk dalam kategori eter glikol yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia.
Jika terhirup dapat menyebabkan sakit tenggorokan dan juga dapat menyebabkan narkosis, edema paru, kerusakan hati, dan ginjal. Paparan etilena glikol monometil eter juga dapat mengganggu perkembangan anggota tubuh.
Merkuri
Merkuri merupakan elemen kimia yang juga terkandung dalam berbagai produk rumahan dan dapat membahayakan kesehatan. Bahkan, bayi yang keracunan merkuri dapat mengalami hambatan perkembangan otak. Gejala keracunan merkuri antara lain tremor, penglihatan kabur, mati rasa, hingga kesemutan pada kaki, tangan, dan sekitar mulut. Merkuri biasanya terkandung dalam produk perawatan kulit hingga antiseptik.
Perchloroethylene atau PERC
Perchloroethylene (PERC) atau tetrachloroethylene banyak terkandung dalam produk pembersih kering dan pelarut degreasing logam. Produk seperti aerosol, produk dry cleaning, printer, perekat, cairan pembersih karpet, penghilang cat, penghilang noda, dan cairan koreksi mesin tik mengandung bahan kimia ini.
Studi mengungkapkan bahwa tetrachloroethylene dapat bersifat karsinogenik pada manusia. Tetrachloroethylene memiliki efek buruk pada hati dan ginjal mereka. Tetrachloroethylene dapat menghasilkan asap yang menyebabkan pusing, mual, kehilangan nafsu makan, dan disorientasi.
Phthalates dan Bisphenol A
Phthalates adalah bahan kimia yang terdapat pada berbagai produk sehari-hari yang mengandung wewangian. Produk tersebut antara lain penyegar udara, produk kebersihan pribadi seperti produk kosmetik. Phthalate dengan jumlah molekul tinggi juga digunakan untuk membuat wadah, mainan vinyl, penutup lantai vinyl, botol plastik, kacamata, dan produk bangunan & pipa air.
Phthalates dan Bisphenol A tergolong dalam senyawa pengganggu endokrin (EDC). Banyak penelitian mengungkapkan bahwa bahan kimia ini dapat berdampak negatif pada efek reproduksi dan perkembangan. Pada pria, paparan EDC dapat menyebabkan penurunan kesehatan reproduksi dan peningkatan risiko kanker prostat.
Sementara pada wanita, paparan jangka panjang dapat menyebabkan perubahan pada tingkat hormonal yang berhubungan dengan peningkatan risiko endometriosis, gangguan kompetensi oosit, dan siklus menstruasi.


