Apa Itu Penyakit Anyang-Anyangan? Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya!

Pernahkah anda merasa terganggu dengan dorongan buang air kecil yang datang berulang kali, namun saat dicoba hanya keluar sedikit dan rasanya perih? Jika pernah jangan diabaikan lagi. Pasalnya, kondisi tidak nyaman ini sering dikenal sebagai anyang-anyangan. Meskipun sering dianggap sepele, anyang-anyangan adalah sinyal tubuh bahwa ada masalah pada sistem saluran kemih Anda dan tidak boleh diabaikan.

Melansir dari berbagai sumber, anyang-anyangan adalah istilah umum untuk menggambarkan kondisi sering buang air kecil dengan sensasi tidak tuntas dan nyeri. Secara medis, kondisi ini sering dikaitkan dengan infeksi saluran kemih (ISK), tetapi juga bisa disebabkan oleh iritasi atau peradangan pada saluran kemih.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ISK adalah salah satu masalah kesehatan umum yang memengaruhi jutaan orang setiap tahunnya. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat.

Secara harfiah, anyang-anyangan (atau stranguria) didefinisikan sebagai sensasi ingin buang air kecil secara terus-menerus (frekuensi tinggi) dengan rasa sakit, perih, atau panas saat urine dikeluarkan (disuria), dan sering kali urine yang keluar hanya sedikit atau terasa tidak tuntas. Gejala ini timbul akibat adanya peradangan dan iritasi pada dinding kandung kemih atau uretra (saluran kencing) yang membuatnya menjadi sangat sensitif. Maka dari itu, sangat penting untuk memahami gejala, penyebab, dan cara penanganan yang efektif.

Penyebab Utama Anyang-Anyangan 

Tahukah sobat kover bahwa lebih dari 90%, kasus anyang-anyangan disebabkan oleh infeksi bakteri, di mana bakteri Escherichia coli (E. coli) adalah pelakunya. Bakteri ini normalnya hidup di usus besar, namun ketika berhasil masuk dan berkembang biak di saluran kemih, ia memicu peradangan.

Penyebab umum anyang-anyangan (disuria)

Selain bakteri Escherichia coli (E. coli), ada juga penyebab lainnya yang dapat memicu datangnya anyang-anyangan. Pada wanita, sering kali infeksi saluran kencing menjadi penyebab anyang-anyangan. Sementara pada laki-laki, peradangan pada ureter atau masalah prostat lebih umum menyebabkan disuria.

Ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan anyang-anyangan, seperti:

Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih, alias ISK, adalah salah satu penyebab anyang-anyangan yang paling umum pada wanita. ISK terjadi ketika bakteri menginfeksi saluran kencing. Bakteri E. coli adalah salah satu bakteri yang paling umum menjadi penyebab ISK. Bakteri E. coli adalah bakteri yang banyak ditemukan di usus, begitu juga anus.

Wanita lebih rentan mengalami ISK karena anus dan saluran kencing yang letaknya berdekatan. Selain itu, saluran kencing wanita (uretra) juga umumnya lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah untuk mencapai kandung kemih dan memungkinkan perpindahan bakteri E. coli dibandingkan laki-laki.

Sistitis

Sistitis adalah infeksi kandung kemih. Sistitis termasuk salah satu jenis ISK yang disebabkan infeksi bakteri. Penyebabnya juga sama, yakni bakteri E. coli yang masuk ke saluran kencing (uretra) kemudian menyebar ke kandung kemih dan berkembang biak.

Vaginitis

Anyang-anyangan juga dapat disebabkan oleh vaginitis, alias infeksi vagina. Bakteri, jamur, dan parasit bisa menyebabkan vaginitis dan menyebabkan flora di vagina menjadi tidak seimbang. Anyang-anyangan yang disebabkan oleh vaginitis biasanya juga disertai rasa gatal dan keputihan yang berbau tidak sedap.

Batu ginjal

Batu ginjal juga bisa menyebabkan disuria. Batu yang berada di ginjal terbentuk dari kalsium dan asam urat yang mengkristal. Ada kalanya, batu ginjal dapat keluar dengan sendirinya bersamaan dengan urine. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil disertai munculnya darah dari urine (hematuria)

Infeksi ginjal

Infeksi pada ginjal, atau pielonefritis, umumnya juga disebabkan oleh bakteri yang naik dari saluran kencing sampai ke ginjal. Kondisi ini menyebabkan ginjal meradang dan menyebabkan anyang-anyangan.

Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual juga bisa menyebabkan sensasi terbakar saat buang air kecil, seperti yang dirasakan saat anyang-anyangan. Penyakit menular seksual adalah infeksi yang ditularkan lewat hubungan seksual, baik vaginal, anal, ataupun oral. Infeksi menular dapat disebabkan oleh bakteri, virus, ataupun parasit.

Beberapa penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan anyang-anyangan, yaitu:

  • Gonore
  • Herpes kelamin
  • Klamidia

Selain itu, disuria juga mungkin disertai munculnya lepuhan jika penyebabnya adalah herpes kelamin.

Prostatitis

Salah satu penyebab anyang-anyangan (disuria) pada pria adalah infeksi prostat, alias prostatitis. Infeksi prostat kemungkinan besar terjadi sebagai dampak dari infeksi bakteri yang sebelumnya terjadi di saluran kencing kemudian merambah ke prostat. Infeksi menular seksual juga bisa menyebabkan prostatitis.

Selain anyang-anyangan, prostatitis juga bisa menyebabkan rasa sakit saat ejakulasi dan keinginan buang air kecil yang lebih sering, terutama pada malam hari.

Iritasi

Iritasi akibat senyawa kimia juga bisa menyebabkan anyang-anyangan dan rasa sakit saat buang air kecil. Biasanya, iritasi ini terjadi akibat penggunaan produk perawatan diri yang mengandung senyawa kimia, seperti sabun kewanitaan, parfum, tisu toilet berpewangi, ataupun melakukan douche.

Kehamilan

Wanita hamil juga termasuk salah satu kelompok orang yang rentan mengalami anyang-anyangan karena risiko ISK meningkat saat hamil. Hal itu karena terjadi perubahan pada saluran kencing pada usia 6-24 minggu kehamilan.

Kehamilan akan membuat rahim terus membesar. Kondisi ini dapat menekan kandung kemih, bahkan mempersempit uretra. Hal ini meningkatkan risiko ISK selama kehamilan.

Kanker

Salah satu jenis kanker yang dapat menyebabkan anyang-anyangan adalah kanker kandung kemih. Akan tetapi, kondisi ini termasuk yang jarang terjadi. Bahkan, anyang-anyangan mungkin bukan gejala yang pertama kali muncul. Kencing berdarah lebih umum jadi tanda gejala kanker kandung kemih.

Cara mengatasi anyang-anyangan

Cara mengatasi anyang-anyangan akan sangat tergantung pada penyebabnya. Beberapa kondisi anyang-anyangan dapat sembuh dengan sendirinya, beberapa lainnya membutuhkan pengobatan khusus hingga operasi.

Mengingat infeksi saluran kemih jadi penyebab paling umum dari anyang-anyangan, pemberian antibiotik adalah salah satu caranya. Akan tetapi, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jenis antibiotik yang harus diminum dan dosisnya. Menjauhi iritan juga bisa membantu mengatasi anyang-anyangan.

Beberapa cara berikut bisa membantu mengatasi anyang-anyangan:

  • Minum yang banyak
  • Menghindari minuman bersoda
  • Kompres hangat jika mengalami nyeri perut

Cara Mengatasi Anyang-anyangan

Anyang-anyangan dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain menimbulkan rasa nyeri, kondisi ini juga membuat penderitanya sering bolak-balik ke kamar mandi karena adanya dorongan buang air kecil terus-menerus. Berikut adalah beberapa upaya sederhana yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala anyang-anyangan di rumah:

Memperbanyak Asupan Air Putih

Baca Juga:  Jangan Sepele! Ini 5 Tanda Tubuh Butuh Lebih Banyak Air

Cara menghilangkan anyang-anyangan yang pertama adalah dengan memperbanyak konsumsi air putih. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi dua liter air putih per hari. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan frekuensi BAK. Dengan begitu, akan lebih banyak bakteri yang ikut terbuang bersama urine.

Jangan Menunda Buang Air Kecil

 Meski terasa nyeri, usahakan untuk tetap buang air kecil dan tidak menundanya ketika muncul dorongan untuk berkemih. Hal ini dikarenakan menahan buang air kecil justru akan menyebabkan bakteri lebih mudah berkembang biak dan memperparah gejala disuria.

Kompres Hangat

Cara menghilangkan anyang-anyangan juga bisa dilakukan dengan menempelkan kompres hangat pada perut bagian bawah. Kompres hangat dapat dilakukan selama 15 menit sebanyak 3–4 kali sehari. Lakukan hal ini secara rutin hingga gejalanya membaik.

Memperhatikan Asupan Makanan dan Minuman

Ketika sedang dalam kondisi ini, sebaiknya hindari beberapa makanan dan minuman berikut:

  • Makanan pedas.
  • Minuman beralkohol.
  • Makanan dan minuman asam.
  • Makanan dan minuman dengan pemanis buatan.
  • Makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti cokelat, teh, dan kopi.

Untuk lebih singkatnya, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Minum yang banyak
  • Membasuh vagina dari depan ke belakang untuk mencegah perpindahan bakteri
  • Buang air kecil usai berhubungan seksual
  • Hindari menahan buang air kecil
  • Menggunakan kondom untuk mencegah infeksi menular seksual
  • Hindari menggunakan produk yang mengandung parfum di area kelamin
  • Mengganti pembalut maksimal 4 jam sekali

Kapan harus ke dokter?

Anyang-anyangan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, Anda perlu berkonsultasi ke dokter jika:

  • Anyang-anyangan tidak hilang dalam 24 jam
  • Keluar cairan abnormal dari vagina atau penis
  • Urine berbau tidak sedap, keruh, atau berdarah
  • Nyeri pada pinggang atau punggung
  • Keluar batu saat kencing
  • Demam tinggi atau menggigil
  • Nyeri punggung atau pinggang yang parah.
  • Mual dan muntah.
  • Gejala tidak membaik setelah beberapa hari perawatan di rumah.

Dokter nantinya akan melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan yang sesuai, seperti antibiotik jika disebabkan oleh infeksi bakteri. Sebaliknya, untuk memeriksakan masalah anyang-anyangan atau sakit saat buang air kecil, Anda dapat berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam ataupun dokter urologi yang fokus menangani permasalahan pada saluran kencing. 

Gejala Anyang-Anyangan yang Perlu Diketahui

Gejala anyang-anyangan dapat bervariasi, tetapi umumnya meliputi:

  • Sering buang air kecil (frekuensi meningkat).
  • Sensasi ingin buang air kecil terus-menerus (urgensi).
  • Nyeri atau perih saat buang air kecil (disuria).
  • Urine berwarna keruh atau berbau tidak sedap.
  • Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul.
  • Pada beberapa kasus, anyang-anyangan juga dapat disertai dengan demam ringan dan menggigil.

Jika mengalami gejala-gejala ini, segera lakukan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Cara Mengatasi Anyang-Anyangan di Rumah

Berikut adalah beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengatasi anyang-anyangan di rumah:

  • Minum Air yang Cukup: Tingkatkan asupan cairan untuk membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih. Usahakan minum minimal 8 gelas air sehari.
  • Hindari Minuman yang Mengiritasi: Kurangi konsumsi kopi, alkohol, dan minuman bersoda yang dapat memperburuk gejala.
  • Kompres Hangat: Letakkan kompres hangat pada perut bagian bawah untuk meredakan nyeri.
  • Konsumsi Cranberry: Jus cranberry atau suplemen cranberry dapat membantu mencegah bakteri menempel pada dinding saluran kemih.
  • Jaga Kebersihan: Bersihkan area genital dari depan ke belakang setelah buang air untuk mencegah bakteri masuk ke saluran kemih.

Jika gejala tidak membaik setelah beberapa hari, segera konsultasikan dengan dokter.

Anyang-Anyangan pada Anak

Selain orang dewasa dan lanjut usia, penyakit anyang-anyangan juga rentan terjadi pada anak. Anyang-anyangan pada anak adalah kondisi ketika Si Kecil merasa ingin buang air kecil terus-menerus, tetapi urine yang keluar hanya sedikit dan sering disertai rasa tidak nyaman. Meskipun sering dianggap sepele, kondisi ini bisa menjadi tanda awal infeksi saluran kemih (ISK) atau iritasi kandung kemih yang perlu mendapat perhatian khusus.

Pada anak, anyang-anyangan juga bisa muncul karena kebiasaan menahan kencing terlalu lama, kurang minum, atau paparan iritan seperti sabun dengan kandungan pewangi yang kuat. Selain itu, anak-anak yang sedang dalam proses toilet training lebih rentan mengalami anyang-anyangan karena mereka belum bisa sepenuhnya mengontrol keinginan buang air kecil.

Lingkungan yang kurang higienis, seperti toilet umum yang kotor, juga dapat meningkatkan risiko masuknya bakteri penyebab infeksi pada saluran kemih. Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala awal seperti demam ringan, bau urine yang lebih menyengat, atau keluhan nyeri saat kencing.

Jika anyang-anyangan pada anak tidak membaik dalam satu hingga dua hari, atau muncul gejala lain seperti demam tinggi, muntah, atau urine bercampur darah, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Penanganan yang cepat dapat mencegah infeksi menyebar lebih jauh ke ginjal.

Selama di rumah, pastikan Si Kecil cukup minum air putih, menghindari minuman berpemanis, dan menjaga area genital tetap bersih serta kering untuk membantu meredakan keluhan.