
Menggunakan earphone selama berjam-jam sudah menjadi kebiasaan banyak orang, baik untuk mendengarkan musik, menonton video, bermain gim, maupun bekerja. Namun, kebiasaan ini perlu diperhatikan karena mendengarkan suara terlalu keras dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran, bahkan menyebabkan kerusakan permanen.
Masalahnya, gangguan pendengaran akibat paparan suara berlebihan sering berkembang secara bertahap. Seseorang mungkin tidak langsung menyadari penurunan kemampuan mendengar sampai mulai kesulitan memahami percakapan atau mengalami telinga berdenging.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menjaga kesehatan pendengaran tidak selalu berarti harus berhenti menggunakan earphone. Hal yang lebih penting adalah mengatur volume, membatasi durasi paparan, dan memberikan waktu istirahat bagi telinga. Lantas, bagaimana cara menggunakan earphone dengan lebih aman?
Mengapa Menggunakan Earphone Terlalu Lama Bisa Berbahaya?
Risiko penggunaan earphone terutama dipengaruhi oleh tingkat suara dan lamanya seseorang terpapar suara tersebut. Semakin keras suara yang didengar, semakin besar risiko kerusakan pada sel-sel sensorik di telinga bagian dalam.
Paparan suara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pendengaran akibat kebisingan atau noise-induced hearing loss. Kondisi ini bisa bersifat permanen karena sel-sel rambut sensorik di telinga bagian dalam yang rusak tidak dapat tumbuh kembali seperti semula.
Selain penurunan kemampuan mendengar, paparan suara keras juga dapat memicu tinnitus, yaitu kondisi ketika seseorang mendengar bunyi berdenging atau mendengung tanpa adanya sumber suara dari luar.
Meski demikian, menggunakan earphone selama beberapa jam tidak otomatis menyebabkan gangguan pendengaran. Risiko bergantung pada volume, durasi, dan total paparan suara yang diterima. Karena itu, kebiasaan mendengarkan audio dengan aman perlu menjadi perhatian, terutama bagi orang yang menggunakan earphone setiap hari.
5 Cara Menjaga Kesehatan Pendengaran saat Menggunakan Earphone
1. Atur Volume agar Tidak Terlalu Keras
Mengatur volume merupakan langkah utama untuk mengurangi risiko gangguan pendengaran. WHO menyarankan pengguna menjaga volume perangkat di bawah 60 persen dari tingkat maksimum sebagai panduan praktis. Namun, persentase tersebut bukan jaminan keamanan karena tingkat suara sebenarnya dapat berbeda pada setiap perangkat.
Jika tersedia, gunakan fitur pemantauan tingkat suara atau pembatas volume pada ponsel. Hindari pula menaikkan volume secara berlebihan ketika berada di kendaraan umum atau lingkungan yang bising. Sebagai alternatif, gunakan earphone dengan fitur peredam bising yang sesuai agar suara tetap terdengar jelas pada tingkat volume lebih rendah.
2. Batasi Durasi Penggunaan dan Berikan Jeda
Menggunakan earphone sepanjang hari tanpa jeda dapat meningkatkan total paparan suara. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk melepas earphone ketika tidak diperlukan, misalnya saat beristirahat, makan, atau melakukan pekerjaan yang tidak membutuhkan audio.
WHO menjelaskan bahwa paparan rata-rata 80 desibel dapat ditoleransi hingga sekitar 40 jam per minggu bagi orang dewasa menurut panduan mendengarkan secara aman. Pada tingkat 90 desibel, waktu paparan yang dianjurkan turun menjadi sekitar empat jam per minggu. Angka tersebut merupakan panduan paparan suara, bukan target durasi penggunaan earphone.
Perlu diingat, istirahat saja tidak cukup jika volume sebelumnya terlalu tinggi. Mengurangi tingkat suara dan membatasi total paparan tetap menjadi langkah utama untuk melindungi pendengaran.
3. Pilih Earphone yang Nyaman dan Sesuai Kebutuhan
Earphone yang nyaman dapat membantu pengguna mendengarkan audio tanpa harus terus menaikkan volume. Jika sering menggunakan perangkat di lingkungan ramai, pertimbangkan earphone dengan fitur active noise cancellation atau peredam bising aktif.
Fitur tersebut membantu mengurangi gangguan suara dari lingkungan sehingga pengguna tidak perlu meningkatkan volume secara berlebihan. Meski demikian, fitur peredam bising tidak menghilangkan risiko kerusakan pendengaran apabila audio tetap diputar terlalu keras.
Untuk aktivitas seperti mengikuti rapat daring atau menonton video di rumah, gunakan pengeras suara eksternal jika memungkinkan. Cara ini dapat mengurangi ketergantungan pada earphone sepanjang hari.
4. Jaga Kebersihan Earphone secara Berkala
Selain memperhatikan volume, kebersihan earphone juga penting untuk menjaga kenyamanan telinga. Perangkat yang digunakan setiap hari dapat terkena keringat, minyak, dan kotoran. Jika tidak dibersihkan dengan benar, kotoran dapat menumpuk pada bagian yang bersentuhan langsung dengan telinga.
Bersihkan earphone sesuai petunjuk produsen dan hindari memasukkan cairan ke bagian elektronik. Jangan berbagi earphone tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Jika telinga terasa gatal, nyeri, atau mengeluarkan cairan, hentikan penggunaan sementara dan periksakan diri apabila keluhan berlanjut.
Namun, perlu dipahami bahwa menjaga kebersihan earphone berbeda dengan melindungi pendengaran dari suara keras. Keduanya tetap perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan telinga secara menyeluruh.
5. Kenali Tanda Awal Gangguan Pendengaran
Telinga berdenging, suara terdengar teredam, dan kesulitan memahami percakapan dapat menjadi tanda adanya gangguan pendengaran. Sebagian orang juga merasa harus menaikkan volume televisi atau ponsel agar suara terdengar jelas.
Jika mengalami keluhan tersebut, kurangi paparan suara keras dan konsultasikan kondisi telinga kepada tenaga kesehatan. Jangan mengatasi kesulitan mendengar dengan terus menaikkan volume earphone karena tindakan tersebut dapat memperburuk paparan suara.
Apabila pendengaran menurun secara tiba-tiba, terutama pada satu telinga, segera cari pertolongan medis. Gangguan pendengaran mendadak perlu ditangani secepatnya dan tidak sebaiknya dianggap sebagai keluhan biasa.
Kapan Sebaiknya Berhenti Menggunakan Earphone?
Kamu sebaiknya menghentikan penggunaan earphone sementara jika telinga terasa berdenging setelah mendengarkan audio, suara terdengar teredam, atau telinga terasa tidak nyaman. Gejala tersebut perlu diperhatikan, terutama jika muncul berulang kali.
Jika keluhan tidak membaik, periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Gangguan pendengaran tidak selalu disebabkan oleh earphone karena dapat berkaitan dengan penumpukan kotoran telinga, infeksi, atau kondisi medis lainnya.
Jangan memasukkan cotton bud atau benda lain terlalu dalam ke saluran telinga untuk mengatasi rasa tidak nyaman. Tindakan tersebut berisiko mendorong kotoran semakin ke dalam atau melukai telinga.
Kesimpulan
Menggunakan earphone berjam-jam perlu disertai kebiasaan mendengarkan yang aman. Paparan suara terlalu keras dan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran, termasuk telinga berdenging dan penurunan kemampuan mendengar yang bisa bersifat permanen.
Untuk mengurangi risiko tersebut, atur volume agar tetap rendah, batasi durasi penggunaan, berikan jeda, pilih perangkat yang sesuai, dan perhatikan tanda awal gangguan pendengaran. Jika pendengaran tiba-tiba menurun, segera cari pertolongan medis.
Dengan kebiasaan sederhana tersebut, kamu tetap bisa menikmati musik, hiburan, dan aktivitas digital tanpa mengabaikan kesehatan pendengaran.


