
Kamu sering mengalami tubuh lemas saat bangun tidur? Tahukah kamu kalau kondisi tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan kesehatan?. Kondisi ini sering mengurangi semangat dan produktivitas di pagi hari.
Dengan kualitas tidur yang buruk, tak jarang akan berimbas pada kondisi kesehatan dan produktivitas. Nah, tapi sebelum mengatasinya, lebih baik kita ketahui dulu apa sebenarnya penyebab dari badan yang lelah saat bangun tidur di bawah ini.
1. Mengalami Sleep Inertia
Sleep inertia merupakan kondisi di mana tubuh mengalami gangguan kognitif, sensorik, dan motorik yang terjadi saat bangun tidur. Kondisi ini terjadi ketika kamu tiba-tiba terbangun dari fase deep sleep dan umumnya terjadi selama 15-30 menit setelah bangun tidur.
Meskipun begitu, kondisi ini dapat bertambah parah ketika kamu tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup di malam hari.
2. Kualitas Tidur yang Buruk
Meskipun waktu tidur cukup, kualitas tidur yang buruk juga dapat menyebabkan tubuh merasakan kelelahan dan kekurangan energi saat bangun tidur di pagi hari.
Beberapa kebiasaan yang dapat menurunkan kualitas tidur di malam hari, di antaranya tidak memiliki jam tidur dan bangun yang konsisten, terlalu lama tidur siang, menggunakan peralatan elektronik atau smartphone sebelum tidur, ataupun mengonsumsi kafein di malam hari.
Pastikan Beauties mendapatkan waktu istirahat yang mencukupi setiap malam yaitu sekitar 7-9 jam untuk orang dewasa. Dengan menjaga pola tidur yang teratur, Beauties dapat merasakan perbedaan tubuh yang lebih segar dan bertenaga.
3. Pola Hidup yang Tidak Sehat
Selain memiliki kualitas tidur yang buruk, menjalani pola hidup yang tidak sehat juga dapat membuat tubuh terasa lemas dan lelah saat bangun tidur.
Beberapa kebiasaan seperti jarang berolahraga, makan makanan cepat saji atau yang dapat mengganggu pencernaan, hingga kebiasaan begadang juga dapat menyebabkan badan terasa lemas saat bangun dari tidur di pagi hari.
4. Mengalami Gangguan Tidur
Gangguan tidur bukan hanya sekedar tidak bisa tidur sepanjang malam, tetapi bisa juga berupa sleep apnea, sindrom kaki gelisah, tidur terlalu banyak (hipersomnia), ataupun perilaku aneh saat tidur (parasomnia), yang bisa membuat tidur tidak nyenyak.
Seseorang dengan gangguan tidur cenderung mengalami fase tidur yang terpotong karena terbangun di tengah tidur dengan rasa lemas dan kelelahan, meskipun sudah mendapatkan waktu tidur yang cukup, atau selama tujuh jam di malam hari.
Jika Beauties mengalami kondisi ini, segera periksakan diri ke dokter agar tak menjadi masalah yang berkepanjangan.
5. Kelelahan
Setelah seharian beraktivitas, tubuh yang kelelahan seharusnya membuat seseorang lebih mudah tertidur. Namun, bisa juga sebaliknya, tubuh yang lelah secara fisik maupun mental dapat mengganggu kualitas tidur dan menyebabkan tubuh terasa lemas setelah bangun di pagi hari, bahkan jika sudah tidur cukup lama.
6. Kekurangan Cairan
Konsumsi air putih sebanyak dua liter atau delapan gelas per hari, memang tidak bisa dianggap sepele. Hal ini dikarenakan lebih dari 50 persen tubuh terdiri dari cairan. Saat tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi, maka tingkat kewaspadaan juga akan menurun bersamaan dengan rasa kantuk dan lelah.
Jika cairan yang hilang tidak digantikan, kualitas tidur justru semakin buruk. Sebab cairan yang berguna untuk menjalankan berbagai organ tubuh tidak terpenuhi dengan maksimal. Akibatnya, dapat menyebabkan gejala kelelahan setelah bangun tidur.
7. Kurang Aktivitas Fisik
Siapa nih yang punya kebiasaan mager alias males gerak? Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga atau jalan kaki, terutama setelah istirahat panjang selama tidur, ternyata dapat menyebabkan tubuh terasa lemas setelah bangun tidur.
Mengutip CNN Indonesia, orang yang kurang bergerak atau jarang berolahraga, maka energinya pun kurang dikeluarkan dan dapat mengurangi aliran darah. Jika dibiarkan, hal ini dapat membuat kualitas tidur menurun sehingga tubuh terasa lemas saat bangun.


