6 Makanan yang Dapat Mengendalikan Mood Lebih Baik

Sobat Kovermagz mungkin bertanya-tanya apakah makanan sehat dapat meningkatkan suasana hati Anda. Penelitian tentang hubungan antara nutrisi dan kesehatan mental sedang berkembang, tetapi beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pola makan dan suasana hati.

Bad mood yang tiba-tiba menyerang bisa membuat harimu terasa tidak menyenangkan. Bahkan meskipun banyak hal baik terjadi di sekitarmu, tetapi bad mood yang kamu rasakan bisa merusaknya. Masalahnya menghilangkan bad mood ini tidaklah mudah, apalagi jika muncul tanpa kamu ketahui sebabnya.

Nah, untuk kamu yang biasa mengatasi bad mood dengan makanan, tahukah kamu bahwa ternyata ada beberapa makanan yang memang bisa memperbaiki mood kamu? Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Ikan Berlemak: Sahabat Otak dan Mood

Ikan seperti salmon, makarel, sarden, dan trout mengandung asam lemak omega-3 yang memiliki efek anti-inflamasi kuat. Omega-3 meningkatkan fungsi neuron dan memperkuat sinapsis antar sel otak, sehingga membantu kestabilan mood dan mengurangi risiko depresi serta kecemasan.

Dalam konteks amarah, omega-3 membantu mengendalikan respons otak terhadap stres sehingga amarah tidak mudah meledak. Sedikit tips yang bisa kamu ikuti, coba konsumsi ikan berlemak setidaknya dua kali seminggu untuk manfaat optimal.

2. Dark Chocolate: Manis dan Menenangkan

Dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 70% mengandung flavonoid yang dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan memicu pelepasan hormon serotonin. Hormon ini dikenal sebagai hormon kebahagiaan yang mampu meredakan stres dan menenangkan saraf.

Selain itu, rasa manis dan tekstur cokelat juga memberikan sensasi kenyamanan tersendiri. Namun, perlu diingat untuk konsumsi secukupnya, sekitar 20-30 gram per hari sudah cukup.

3. Kacang-Kacangan dan Biji-Bijian: Sumber Magnesium dan Vitamin E

Kacang almond, kenari, biji bunga matahari, dan biji labu kaya akan magnesium, mineral yang berfungsi sebagai penenang alami otot dan saraf. Magnesium menurunkan kadar hormon stres kortisol dan membantu otak memproduksi neurotransmiter yang menenangkan.

Baca Juga:  Sederet Minuman Herbal yang Membantu Tidur Lebih Nyenyak

Kekurangan magnesium justru dapat meningkatkan iritabilitas dan kecemasan. Vitamin E dari kacang-kacangan juga berperan sebagai antioksidan yang melindungi otak dari stres oksidatif. Bisa dijadikan sebagai camilan sehat harian.

4. Sayuran Hijau: Folat dan Magnesium untuk Otak Tenang

Bayam, kale, brokoli, dan sayuran hijau lain mengandung folat dan magnesium tinggi yang penting dalam produksi serotonin dan dopamine. Folat diketahui dapat menurunkan risiko depresi dan kecemasan, sedangkan magnesium menenangkan sistem saraf pusat.

Selain itu, sayuran hijau kaya serat yang membantu kesehatan usus dan mikrobiota. Kamu bisa mengonsumsinya minimal satu porsi besar sayur hijau setiap hari.

5. Teh Hijau: Relaksasi Alami dengan L-theanine

L-theanine adalah asam amino dalam teh hijau yang meningkatkan gelombang otak alfa, yang berkaitan dengan kondisi relaksasi dan fokus. Senyawa ini menurunkan kadar hormon stres dan memperbaiki mood tanpa efek kantuk. Selain itu, teh hijau juga mengandung antioksidan yang mendukung kesehatan otak.

Minumlah 1-2 cangkir teh hijau setiap hari terutama saat kamu merasa cemas atau marah.

6. Yogurt dan Produk Fermentasi: Probiotik untuk Kesehatan Mental

Produk fermentasi seperti yogurt, kefir, kimchi, dan sauerkraut mengandung probiotik yang memperbaiki keseimbangan mikrobiota usus. Kondisi usus yang sehat berkontribusi besar pada produksi serotonin, sekitar 90% serotonin diproduksi di usus.

Studi terbaru menghubungkan kesehatan usus yang baik dengan penurunan kecemasan dan depresi. Disarankan mengonsumsi produk fermentasi secara rutin sebagai bagian dari pola makan sehat.