
Liburan ke Malaysia menjadi salah satu pilihan tepat bagi wisatawan Indonesia yang ingin merasakan perpaduan budaya, kuliner, dan wisata belanja dalam satu perjalanan singkat.
Negara tetangga ini menawarkan banyak destinasi menarik, mulai dari kota modern Kuala Lumpur hingga alam hijau. Jika kamu sedang merencanakan liburan ke Malaysia, negara yang kaya akan keindahan alam, budaya yang beragam, dan berbagai destinasi menarik, artikel ini akan memberikan panduan lengkap yang perlu kamu ketahui sebelum bepergian ke Malaysia. Keep scrolling!
Mengisi Malaysia Digital Arrival Card (MDAC)
Warga negara Indonesia yang berencana untuk berlibur ke Malaysia wajib melengkapi dokumen kedatangan elektronik yang disebut Malaysia Digital Arrival Card (MDAC). Mulai 1 Januari 2024, MDAC menjadi mandatory (wajib) diisi oleh seluruh wisatawan asing yang memasuki Malaysia. Jadi, selain melengkapi persyaratan visa (jika diperlukan), kamu juga perlu mengisi formulir MDAC secara online maksimal tiga hari sebelum keberangkatan.
Passport Valid, Masa Berlaku Minimal 6 Bulan
Agar dapat memasuki wilayah Malaysia, paspormu wajib memiliki masa berlaku minimal 6 bulan sejak tanggal kedatangan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa dokumen perjalananmu masih sah selama berada di negara tersebut. Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa kembali masa berlaku paspor sebelum mengajukan permohonan visa ataupun merencanakan perjalanan.
Bahasa dan Komunikasi di Malaysia
Malaysia adalah negara multikultural dengan berbagai agama dan bahasa yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pengunjung disarankan untuk menghormati kebiasaan agama, seperti berpakaian sopan saat mengunjungi tempat ibadah dan mengikuti aturan yang berlaku dalam masyarakat.
Dalam hal bahasa, Malaysia memiliki dua bahasa resmi yaitu Bahasa Malaysia (Melayu) dan Inggris. Bahasa Malaysia adalah bahasa utama yang digunakan dalam administrasi, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari, sedangkan Inggris sering digunakan dalam konteks bisnis dan pariwisata. Kamu mungkin juga mendengar bahasa-bahasa etnis lain seperti Mandarin, Tamil, dan berbagai dialek lokal. Menguasai frasa dasar dalam Bahasa Malaysia bisa membantu kamu berkomunikasi dengan lebih baik dan menunjukkan rasa hormat terhadap budaya lokal.
Iklim di Malaysia
Malaysia memiliki iklim tropis yang panas dan lembap sepanjang tahun. Kamu akan mengalami suhu rata-rata antara 25°C hingga 32°C, dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, sering kali mencapai 80% atau lebih. Malaysia memiliki dua musim utama: musim hujan dan musim kering. Musim hujan berlangsung dari Mei hingga September di Semenanjung Malaysia dan dari November hingga Februari di Malaysia Timur, dengan curah hujan yang intens dan kemungkinan banjir. Musim kering terjadi dari Oktober hingga April di Semenanjung Malaysia dan dari Maret hingga Oktober di Malaysia Timur. Untuk pengalaman yang lebih nyaman, kunjungi Malaysia selama musim kering, ketika cuaca lebih cerah dan curah hujan lebih rendah.
Barang yang Dilarang dan Dibatasi
- Narkotika dan Obat Terlarang: Semua jenis narkotika, obat-obatan terlarang, serta zat yang dikendalikan sangat dilarang. Pelanggaran dapat mengakibatkan hukuman berat, termasuk penjara atau hukuman mati.
- Senjata dan Amunisi: Senjata api, amunisi, dan bahan peledak dilarang keras. Jika Anda perlu membawa senjata untuk alasan tertentu, Anda harus mendapatkan izin khusus dari pihak berwenang Malaysia sebelum keberangkatan.
- Produk Hewani dan Tumbuhan: Daging, produk susu, dan produk hewani lainnya serta tanaman, biji-bijian, dan produk pertanian lainnya mungkin dilarang atau dibatasi untuk mencegah penyebaran penyakit atau hama.
4.Barang Seni dan Barang Antik: Beberapa barang seni, barang antik, dan barang bersejarah mungkin memerlukan izin khusus atau larangan impor.
Persiapkan Dana / Bukti Keuangan
Untuk membuktikan kemampuan keuangan wisatawan Indonesia yang mengunjungi Malaysia, diperlukan beberapa dokumen penting. Pertama, bukti adanya saldo rekening bank, biasanya berupa rekening koran atau surat keterangan saldo yang menunjukkan jumlah uang yang cukup untuk menutupi biaya perjalanan dan akomodasi. Kedua, bukti penghasilan seperti slip gaji atau surat keterangan dari tempat kerja yang menjelaskan penghasilan bulanan. Dokumentasi ini membantu otoritas imigrasi untuk memastikan bahwa wisatawan memiliki kapasitas finansial yang cukup untuk mendukung perjalanan mereka dan kembali ke Indonesia setelah kunjungan.


