5 Pemicu Asma yang Jarang Diketahui

Asma adalah kondisi kronis yang mempengaruhi saluran pernapasan dan menyebabkan kesulitan bernapas. Penderita asma sering mengalami episode penyempitan saluran udara, pembengkakan, dan produksi lendir berlebihan, yang dapat mengakibatkan gejala seperti batuk, mengi, sesak napas, dan dada terasa sesak.  

Kondisi ini menjadi masalah serius bagi banyak orang, sehingga penting memahami faktor penyebab asma untuk mengambil langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat.  Lantas, asma disebabkan oleh apa? Ini pemicu yang paling umum:  

Polusi udara

Polusi udara, seperti asap kendaraan bermotor, asap rokok, polutan industri, dan partikel debu halus dapat memicu atau memperburuk gejala asma. Paparan terhadap polusi udara dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada saluran udara, yang dapat menyebabkan sesak napas, batuk, dan nyeri dada.

Perubahan Cuaca

Cuaca ekstrem atau perubahan suhu yang terjadi secara tiba-tiba dapat memicu munculnya gejala asma, Beauties. Saat cuaca dingin, udara yang dingin dan kering bisa mengiritasi paru-paru sehingga menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan. Sementara itu, suhu yang terlalu panas juga memicu kambuhnya gejala asma karena udara panas dan lembap dapat mempersempit saluran udara.

Tak hanya itu, cuaca panas juga membuat polusi dan alergen lebih mudah terperangkap di udara. Hal ini membuat penderita asma lebih mudah mengalami kambuhnya gejala.

Stres

Saat mengalami stres atau kecemasan berlebih, kamu mungkin pernah merasakan dada terasa sesak atau napas menjadi lebih berat. Pada penderita asma, kondisi ini bisa memicu munculnya gejala yang lebih parah, Beauties.

Ketika tubuh merasa cemas, hormon stres akan meningkat dan memengaruhi pola pernapasan. Akibatnya, otot di sekitar dada menjadi lebih tegang dan saluran napas pun terasa lebih sensitif. Kondisi itulah yang membuat gejala asma lebih mudah kambuh saat seseorang sedang mengalami stres atau tekanan emosional.

Asap rokok

Anda mungkin sering merokok yang asapnya ternyata jadi pemicu serangan asma. Tak hanya itu, bahkan jika ada orang di rumah yang merokok, maka orang sekitarnya yang terpapar asap rokok juga berisiko lebih tinggi mengalami asma. 

Sebaiknya Anda tak terlalu sering berdekatan dengan orang yang merokok atau cobalah tidak merokok di tempat yang tertutup. Selain itu, bisa jauh lebih baik lagi jika sekaligus Anda berhenti merokok. 

Gigitan atau Sengatan Serangga

Gigitan atau sengatan serangga dengan cepat memicu munculnya gejala asma, terutama pada orang yang memiliki alergi tertentu. Air liur, sengatan, atau gigitan serangga dapat menyebabkan reaksi alergi pada tubuh yang memicu penyempitan saluran pernapasan hingga meningkatkan risiko serangan asma.

Karena itu, penting untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa jenis serangga penyengat. Selain serangga penyengat, paparan kecoa juga berpotensi memicu asma. Kotoran, bagian tubuh, dan air liur kecoa mengandung protein yang memicu reaksi alergi dan menyebabkan gejala asma kambuh.

Baca Juga:  Sederet Sumber Mikroplastik di Rumah yang Jarang Disadari