5 Jalur Mudik Paling Ekstrem di Indonesia

138

Hari Lebaran tidak terasa tinggal menghitung jari. Sudah tradisi bagi umat muslim tentunya akan melakukan mudik ke kampung halaman.  Berbagai moda transportasi ditempuh oleh masyarakat untuk mencapai kampung halaman tercinta.

Transportasi darat, laut dan udara diborong masyarakat untuk menuju destinasi mudik masing-masing. Namun, mayoritas dari para pemudik lebih memilih untuk menggunakan bus atau mobil pribadi untuk melakukan perjalanan mudik.

Jalur mudik, bagaimanapun, tidak selalu mulus dan mudah. Di beberapa bagian Indonesia, perjalanan mudik bisa menjadi pengalaman yang ekstrem, bahkan berisiko, tapi tetap menyimpan pesona yang tak terlupakan.

Untuk lebih berhati-hati sepanjang perjalanan mudik tahun ini, simak 5 jalur mudik paling ekstrem di Indonesia!

1. Jalur Kelok 44 (Bukittinggi, Sumatera Barat)

Meskipun memiliki pemandangan alam yang indah seperti Danau Maninjau, Kelok 44 di Sumatra Barat terkenal menjadi salah satu jalur mudik terekstrim di Indonesia. Jalur ini menghubungkan Kabupaten Agam dan Bukittinggi, dengan masing-masing kelok/tikungan diberi nomor berurut 1-44. Namun tikungan dalam jalur ini hampir semua memiliki sudut yang sangat tajam.

 

2. Jalur Tanjakan Gombel (Semarang, Jawa Tengah)

Tanjakan Gombel dikategorikan sebagai jalan arteri, atau jalan umum yang berfungsi melayani angkutan utama untuk perjalanan jarak jauh, dengan kecepatan rendah. Saat keadaan mudik, jalur ini akan mengalami banyak kemacetan total. Ini mungkin menjadi hal biasa di musim lain, namun pada musim hujan akan menjadi bahaya karena rawan longsor. Tak hanya itu, banyak pemudik yang sempat mengklaim adanya fenomena mistis di sepanjang jalur ini.

 

3. Tanjakan Krumput (Banyumas, Jawa Tengah)

Terkenal dengan mitos-mitos mistisnya, Tanjakan Krumput dapat menjadi jalur mudik ekstrim bagi beberapa pemudik awam. Sepanjang pinggir jalan Tanjakan ini, pemudik akan bertemu dengan banyak pengemis yang meminta uang.

Banyak mitos beredar yang mengatakan bahwa pemudik yang melintasi jalur tanjakan tersebut memberi uang kepada pengemis yang duduk di sepanjang jalan, maka ia akan terhindar dari musibah. Namun sebaliknya, jika ada pengemudi yang tidak memberikan uang kepada pengemis di sepanjang jalan ini, maka mereka akan berbagai mengalami gangguan atau, yang lebih fatal, kecelakaan.

Baca Juga:  Kabar Baik! Westlife Akan Gelar Konser di Candi Prambanan Yogyakarta, Segini Harga Tiketnya!

Terlepas dari percaya atau tidaknya mitos tersebut, Tanjakan Krumput memang rawan kecelakaan karena konturnya yang memiliki berbagai tanjakan dan tikungan tajam.

 

4. Sitinjau Lauik (Padang-Jambi, Sumatra Barat)

Menjadi salah satu jalur ekstrim paling terkenal di Indonesia, Sitinjau Lauik menjadi jalur mudik yang berbahaya karena beberapa alasan. Pertama, jalur ini memiliki kemiringan ekstrim mencapai 45 derajat. Kemudian jalur ini juga memiliki kelokan panjang dan berkelok, dengan tanjakan yang curam dan tikungan tajam yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Sitinjau Lauik juga merupakan jalur yang menyimpang dari jalur pendakian biasa, sehingga untuk para pengemudi yang tidak terbiasa melewati jalur ini, harus siap menghadapi berbagai resiko tak terduga. Contohnya adalah volume kendaraan berukuran besar dengan tonase berat juga sering melintasi jalur ini. Karena curamnya tanjakan, mereka kerap mogok di tengah jalan, meningkatkan risiko kecelakaan.

Selain itu berbagai kelalaian manusia, seperti tidak memperhatikan rambu lalu lintas dan peredam kejut, juga menjadi penyebab banyak kecelakaan di jalur ini.

 

5. Alas Roban (Kendal – Pekalongan, Jawa Tengah)

Alas Roban menjadi jalur mudik yang berbahaya karena beberapa faktor yang mengancam keselamatan pemudik. Pertama, jalur ini  memiliki banyak kelok yang sangat curam, yang menjadi salah satu sumber kecelakaan karena tidak memudahkan para pengemudi untuk berhenti dengan cepat.

Tak hanya itu, jalur ini rawan longsor, menambah risiko bagi para pemudik. Selain kedua faktor tersebut, jalur ini juga memiliki masalah penerangan yang kurang baik, menciptakan suasana mengerikan di malam hari.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/kovermag/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353