
Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa beberapa aroma parfum tertentu begitu disukai di seluruh dunia? Nah, ternyata, preferensi aroma tidak sepenuhnya ditentukan oleh budaya atau kebiasaan, tapi ada faktor sains di baliknya.
Penelitian menunjukkan bahwa struktur molekul aroma memiliki peran besar dalam menentukan apakah kita menyukai atau tidak menyukai suatu bau. Hal ini terungkap dari studi yang dipublikasikan di jurnal Current Biology, melibatkan 225 individu dari 10 kelompok budaya berbeda, seperti komunitas nelayan, petani pedesaan, hingga penduduk kota dari Amerika Serikat, Meksiko, dan Thailand.
Hasil penelitian menemukan bahwa aroma vanilla menempati peringkat tertinggi sebagai aroma paling disukai secara universal, diikuti oleh ethyl butyrate (aroma peach). Studi ini menemukan bahwa 54% variasi preferensi aroma disebabkan oleh preferensi individu, 40% disebabkan oleh komposisi kimia aroma itu sendiri, sementara budaya hanya memiliki pengaruh sangat kecil.
Penelitian ini membuktikan adanya ‘universal bedrock’ (landasan universal) dalam penciuman manusia. Artinya, meskipun kita tinggal di belahan dunia yang berbeda, hidung manusia secara biologis merespons struktur kimia molekul dengan cara yang serupa, bukan sekadar konstruksi budaya
Nah, dari sekian banyak aroma parfum, ternyata ini 5 aroma parfum paling populer di dunia. Apa saja? Simak disini!
Vanila
Vanila bukan hanya aroma paling popular, tapi juga menjadi aroma yang paling disukai di seluruh dunia secara universal. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Current Biology menunjukkan bahwa vanilla menempati peringkat tertinggi sebagai aroma paling disukai secara universal.
Vanila bukan hanya aroma paling popular, tapi juga menjadi aroma yang paling disukai di seluruh dunia secara universal. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Current Biology menunjukkan bahwa vanilla menempati peringkat tertinggi sebagai aroma paling disukai secara universal.
Madagascar vanilla (Bourbon vanilla) adalah tipe paling populer dengan aroma sugary-sweet serta creamy. Tahitian vanilla memiliki undertones floral serta fruity yang lebih lembut, sementara Mexican vanilla memiliki nuansa smooth serta spicy.
Sementara itu menurut Elena Vosnaki dari Fragrantica kepada Harper’s Bazaar, generasi milenial di tahun 2000-an tumbuh dengan begitu banyak produk beraroma vanila. Hal ini membuat aroma vanila mengingatkan mereka akan kenangan masa kecil.
Floral
Aroma floral seperti rose, jasmine, tuberose tetap menjadi favorit. Namun, kini aroma floral hadir dengan interpretasi yang lebih fresh, natural, serta ringan. Exotic blooms seperti ylang-ylang serta frangipani juga membawa dimensi tropis yang menarik.
Woody
Aroma woody seperti sandalwood, cedarwood, serta oud memberikan kesan warm, grounding, serta sophisticated. Woody notes menjadi populer dalam banyak parfum unisex. Aroma kayu-kayuan, vanila, dan powdery dikenal bisa memberikan rasa hangat dan tenang, itulah kenapa aroma ini sangat popular, Beauties. Wangi seperti ini tidak lagi cuma disukai perempuan, tapi disukai oleh semua
Powdery
Powdery notes memberikan kesan soft, clean, serta comforting seperti aroma bedak bayi. Aroma ini sangat populer di kalangan perempuan karena memberikan kesan feminin serta elegan. Powdery notes biasanya berasal dari iris, violet, atau musk yang lembut. Kombinasi dengan floral notes seperti rose atau jasmine menciptakan aroma yang sophisticated.
Gourmand
Gourmand fragrances mencakup aroma yang edible seperti vanilla, caramel, coffee, chocolate, serta notes manis lainnya. Tren terkini menunjukkan bahwa gourmand notes kini dimodernisasi dengan smoky, leather, atau woody undertones untuk hasil yang lebih refined, Beauties.
Menurut website Snif, gourmand fragrance termasuk dalam kategori food-related scents yang paling populer di dunia. Kategori ini mengalami pertumbuhan signifikan, terutama dengan munculnya notes seperti ceri, kelapa, hingga nanas.


