
Di tahun 2026, daftar duta merek mewah berubah lebih cepat dari runway collection. Bila di tahun-tahun sebelumnya nama-nama Hollywood masih mendominasi, tahun ini justru selebriti Asia yang paling banyak mengisi posisi tersebut dari idol K-pop , aktor C-drama, hingga bintang J-pop.
Ini bukan suatu kebetulan. Pasalnya, brand-brand seperti Chanel, Bvlgari, hingga Tiffany & Co. semakin sadar bahwa pasar Asia khususnya China, Korea, Jepang, dan Asia Tenggara adalah mesin pertumbuhan utama industri kemewahan saat ini.
Memilih brand Ambassador dari kawasan ini bukan sekedar soal popularitas, tetapi juga tentang akses ke pasar yang sangat spesifik dan loyal. Kali ini, tim kover sudah merangkum 15 duta merek mewah di tahun 2026 yang paling mencuri perhatian, lengkap dengan alasan strategi di balik setiap penunjukan.
Jennie untuk Ray-Ban
Duta merek mewah di 2026 yang juga mencuri perhatian adalah Jennie untuk Ray-Ban , yang resmi ditunjuk sebagai Global Brand Ambassador pada April 2026. Sebenarnya sejak September 2025 Jennie sudah mencuri perhatian publik saat menghadiri pop-up Ray-Ban di Korea Selatan. Dengan pengaruh global yang kuat dan gaya yang sangat chic, kehadiran Jennie semakin mempertegas strategi Ray-Ban dalam menjangkau generasi baru melalui figur yang memiliki koneksi kuat dengan fashion dan budaya pop.
Aryna Sabalenka menjadi Brand Ambassador Gucci
Salah satu duta merek mewah di tahun 2026 pertama adalah Aryna Sabalenka sebagai duta merek Gucci. Penunjukan ini memperluas representasi brand ke dunia olahraga profesional. Sebagai atlet tenis papan atas dengan performa yang konsisten di level global, Sabalenka mengusung citra yang kuat, kompetitif, dan disiplin. Kehadirannya mencerminkan strategi Gucci dalam menghadirkan sosok yang relevan di persimpangan antara fashion, sport, dan budaya modern.
Jungkook sebagai duta merek global Hublot
Salah satu duta merek mewah di tahun 2026 yang paling mencuri perhatian adalah Jungkook sebagai duta merek global Hublot . Penunjukan ini memperkuat strategi merek dalam menjangkau pasar global melalui figur dengan pengaruh besar. Sebagai anggota BTS dengan jangkauan audiens internasional yang kuat, Jungkook memiliki daya tarik lintas pasar dan generasi. Pemilihannya mencerminkan pendekatan Hublot yang tidak hanya fokus pada warisan jam tangan Swiss, tetapi juga pada relevansi budaya dan visibilitas global.
Jungkook dan Nana Komatsu sebagai Duta Chanel Kecantikan
Masuk dalam daftar brand duta besar Chanel terbaru, Jungkook dan Nana Komatsu ditunjuk sebagai duta Chanel Beauty, memperkuat lini kecantikan Chanel di pasar global dan Asia. Jungkook membawa pengaruh global dengan jangkauan audiens yang luas, sementara Nana Komatsu dikenal dengan image yang lebih halus dan artistik. Kombinasi ini menunjukkan strategi Chanel dalam menghadirkan representasi yang seimbang antara daya tarik global dan karakter estetika yang kuat.
Julia Garner untuk Loewe
Julia Garner resmi bergabung sebagai global Ambassador Loewe pada Maret 2026, memperkuat jajaran brand wajah baru di industri fashion global. Bintang serial Ozark ini dikenal melalui akting yang intens dan karakter yang kuat, menjadikannya salah satu talenta paling menonjol di generasinya. Dikenal dengan pesona edgy dan tidak konvensional, Garner dinilai sesuai dengan citra Loewe. Ini menjadi langkah strategis bagi Loewe untuk memperkuat identitas sekaligus memperluas pasar di tengah lanskap fashion global yang semakin kompetitif.
Kai untuk Lacoste
Lacoste resmi menunjuk Kai sebagai brand Ambassador, memperluas kolaborasi yang sebelumnya telah terjalin melalui fashion show dan kampanye FW25. Lacoste dikenal dengan citra sporty dan elegan, sesuai dengan gaya Kai sebagai anggota EXO dan artis solo yang khas dan kreatif. Dengan kehadiran Kai, Lacoste semakin mempertegas posisinya sebagai brand yang relevan untuk generasi muda.
Lisa Ditunjuk Sebagai Duta Global Shiseido Ultimune
Salah satu duta merek mewah di tahun 2026 yang juga mencuri perhatian adalah Lisa sebagai duta global Shiseido Ultimune. Lisa bukan nama baru di dunia beauty endorsement, tapi kolaborasinya dengan Shiseido Ultimune punya angle yang berbeda. Di sini ia bukan sekadar kampanye wajah, tapi juga representasi dari konsumen kecantikan Asia modern yang makin vokal soal perawatan kulit.
Shiseido Ultimune sendiri adalah lini andalan Shiseido untuk serum anti-aging, jadi memilih Lisa yang punya audiens muda tapi aspirasional adalah langkah yang cukup kalkulatif. Pesannya jelas: skincare serius tidak harus terasa berat atau eksklusif.Pemilihannya menunjukkan bagaimana Shiseido memanfaatkan kekuatan pengaruh selebriti untuk memperkuat positioning merek sekaligus memperluas jangkauan di industri kecantikan global.
Milk Pansa sebagai Duta Merek Saint Laurent
Masuk dalam daftar brand Ambassador YSL terbaru, Milk Pansa ditunjuk sebagai brand Ambassador Saint Laurent, memperkuat ekspansi brand di Asia Tenggara. Kalau selama ini Saint Laurent identik dengan Rosé sebagai wajah globalnya, penunjukan Milk Pansa membawa representasi Asia Tenggara yang selama ini kurang tersorot di dunia fashion mewah. Milk Pansa, yang dikenal luas di Thailand lewat karir akting dan modeling -nya, punya image yang pas dengan estetika YSL: androgini, edgy, tapi tetap dipoles. Kehadirannya juga menjadi sinyal bahwa Saint Laurent mulai serius menggarap pasar SEA, bukan hanya China dan Korea.
Pedro Pascal, Duta Besar Rumah Chanel
Chanel secara resmi menunjuk Pedro Pascal sebagai house Ambassador pada April 2026 dan ini cukup mengejutkan banyak pihak di industri fashion. Aktor The Last of Us ini memang sudah beberapa kali terlihat mengenakan Chanel di acara besar, termasuk di Oscar 2026 dengan desain eksklusif yang langsung viral.
Yang menarik dari penunjukan ini bukan sekadar namanya, tapi apa yang ia wakilkan: maskulinitas yang halus namun tidak kaku. Chanel sedang membangun narasi baru tentang bagaimana brand yang selama ini identik dengan feminitas klasik bisa relevan untuk audiens yang lebih luas dan lebih beragam secara gender.
Shan Yichun sebagai Brand Ambassador Chanel
Chanel kembali memperkuat jajaran duta besar dengan menunjuk Shan Yichun sebagai brand Ambassador di tahun 2026. Langkah ini menegaskan fokus brand pada pasar China yang terus berkembang sekaligus menjaga relevansi di tingkat global.
Sebagai penyanyi dengan pengaruh kuat di kalangan generasi muda, Shan Yichun membawakan audiens baru yang potensial bagi Chanel. Penunjukan ini mencerminkan strategi merek dalam menggabungkan warisan budaya dengan pendekatan yang lebih dekat dengan budaya lokal tanpa menghilangkan citra kemewahan yang sudah kuat.
Shin Min A untuk Duta Besar Louis Vuitton
Louis Vuitton menunjuk Shin Min-a sebagai house Ambassador, dan pilihan ini terasa sangat on-brand untuk LV yang memang konsisten memilih figur dengan kombinasi antara umur panjang dan relevansi . Shin Min-a adalah aktris dengan karir lebih dari dua dekade, dikenal melalui Hometown Cha-Cha-Cha dan Our Blues , dengan citra yang elegan namun tetap hangat dan relatable. Itulah nilai tambah yang dibawanya ke Louis Vuitton: bukan hanya audiens yang besar, tapi kepercayaan dari segmen konsumen yang sudah matang dan memiliki daya beli yang nyata.
Shota Watanabe, Duta merek Tod’s
Masih dari selebriti Asia, Shota Watanabe ditunjuk sebagai brand Ambassador Tod’s , memperkuat fokus brand di pasar Jepang dan regional Asia. Sebagai idola dengan basis penggemar yang solid, Watanabe punya pengaruh yang relevan untuk memperluas jangkauan Tod’s ke audiens yang lebih muda. Pemilihannya juga mencerminkan strategi Tod’s yang ingin tetap mempertahankan image klasik, namun dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kultur pop saat ini.
Suasana muram untuk Valentino
Dari semua duta merek mewah di tahun 2026, penunjukan Sombr untuk Valentino mungkin yang paling “berani” secara strategis. Sombr bukan nama mainstream , melainkan musisi dengan pendekatan alternatif, dikenal melalui lagu Back to Friends dan album I Barely Know Her , dengan basis pendengar niche tapi sangat terlibat.
Valentino di bawah Alessandro Michele memang sedang bergerak menuju kredibilitas budaya yang otentik. Sombr sudah terlihat dalam kampanye Pre-Fall 2026 yang difoto Johnny Dufort, dengan visual yang terasa lebih editorial underground dibandingkan kemewahan konvensional. Ini sinyal bahwa Valentino ingin berbicara dengan audiens yang lebih muda, lebih kritis, dan lebih sulit dibeli dengan nama besar saja.
Song Yuqi, Duta merek Tiffany & Co.
Song Yuqi dari (G)I-DLE menjadi salah satu duta merek mewah di tahun 2026 yang menarik untuk diperhatikan, terutama karena ia membawakan energi yang berbeda dari image Tiffany yang selama ini cenderung klasik dan formal.
Yuqi memiliki kepribadian yang bersemangat dan mudah didekati , jauh dari kesan “kemewahan yang tak tersentuh.” Dan sepertinya itulah yang dicari Tiffany untuk tetap terasa premium tapi bisa lebih dekat dengan generasi muda yang tidak ingin merasa terintimidasi oleh brand . Penunjukan ini juga memperkuat fokus Tiffany di pasar China, di mana Yuqi punya basis penggemar yang sangat solid.
Zhang Linghe dan Kento Nakajima untuk Brand Ambassador Bvlgari
Masuk dalam daftar duta merek mewah pada tahun 2026, Zhang Linghe dan Kento Nakajima ditunjuk sebagai duta merek Bvlgari untuk memperkuat positioning merek di pasar Asia. Keduanya diketahui memiliki pengaruh yang kuat di industri hiburan masing-masing, dengan basis penggemar yang solid di China dan Jepang. Pemilihan dua figur sekaligus menunjukkan strategi Bvlgari dalam memperluas jangkauan regional tanpa mengabaikan citra kemewahan yang sudah mapan secara global.


