11 Mitos Tentang Kanker Payudara yang Masih Banyak Dipercaya

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang paling ditakutkan banyak orang di dunia. Bagaimana tidak? Penyakit yang satu ini disebut-sebut paling berbahaya dan mematikan. Ya, pasalnya dapat menyerang siapa saja tanpa terkecuali. Oleh karena itulah, penyakit ini jangan anggap sepele.  Konon, jenis kanker apapun tak boleh diabaikan, termasuk salah satunya kanker payudara. 

Apalagi, kanker payudara adalah jenis kanker yang paling banyak dialami serta menjadi salah satu penyumbang kematian terbesar akibat kanker pada wanita di Indonesia. Sejak dahulu, ada banyak sekali informasi yang beredar seputar penyakit ini. Tak jarang, info tersebut menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan. Padahal, tidak semua informasi yang beredar itu benar adanya loh. Beberapa di antaranya hanya sekadar mitos yang bisa menyesatkan.

Nah, agar tak salah paham lagi, tim kovermagz akan mengajak anda untuk mencari tahu mitos-mitos tentang kanker payudara beserta fakta sebenarnya sebagaimana dirangkum dari laman terpercaya. Simak selengkapnya disini!

Kanker Payudara Hanya Terjadi karena Faktor Genetik

Banyak yang mengira kanker payudara adalah penyakit keturunan. Padahal, hanya sekitar 5–10% kasus yang disebabkan oleh mutasi genetik yang diwariskan. Sebagian besar penderita tidak memiliki riwayat keluarga, sehingga faktor lingkungan dan gaya hidup juga berperan penting. Namun, memiliki riwayat kanker payudara dari pihak ibu atau ayah, ini tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai.

Pemakaian Bra Berkawat Dapat Memicu Kanker Payudara

Tak sedikit orang yang percaya bahwa penggunaan bra berkawat, terutama saat tidur dapat memicu kanker payudara. Hal ini diyakini terjadi karena bra berkawat dapat menyebabkan aliran cairan getah bening ke pembuluh darah terganggu, sehingga memicu penumpukan racun yang mengakibatkan kanker.

Faktanya, belum ada studi yang membuktikan adanya hubungan antara bra berkawat dan kanker payudara. Bahkan, studi pada tahun 2014 yang melibatkan 1.500 perempuan menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara pemakaian bra dan kanker payudara. Pemakaian bra dapat disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing orang. Namun, disarankan untuk memilih bra yang tidak terlalu ketat dan nyaman dipakai, terutama saat tidur. 

Nyeri di Payudara Termasuk Ciri-ciri Kanker

Nyeri di payudara sesungguhnya jarang menjadi tanda utama kanker payudara. Gejala yang lebih umum adalah benjolan, meskipun sebagian besar benjolan juga bersifat jinak dan tidak menimbulkan rasa sakit. Selain itu, gejala lain yang bisa diwaspadai adalah perubahan pada puting, kulit, atau keluarnya cairan. Meski begitu, jika nyeri yang anda alami tak kunjung berhenti, sebaiknya tetap lakukan pemeriksaan ke dokter atau rumah sakit terdekat. 

Benjolan Tanda Pasti Kanker Payudara

Walau termasuk gejala umum, tidak semua kanker payudara memunculkan benjolan. Selain itu, tidak semua benjolan di payudara mengindikasikan hal yang berbahaya. Benjolan di payudara bisa juga merujuk pada kondisi medis lainnya, seperti lipoma (tumor jinak jaringan lemak), fibroadenoma (tumor jinak payudara yang paling umum ditemukan), serta infeksi.

Jika anda menemukan benjolan yang terasa halus atau dapat digerakkan di bawah kulit, ini mungkin bukan tanda kanker payudara. Maka untuk memastikan kondisi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. 

Kanker Payudara Tidak Menyerang Pria

Salah satu hal yang kerap membuat orang salah kaprah bahwa kanker payudara hanya terjadi pada perempuan saja. Faktanya, pria juga berisiko terkena kanker payudara, meskipun kasusnya lebih jarang. Sekitar 2.800 pria didiagnosis kanker payudara tahun ini dan 530 di antaranya meninggal dunia. 

Pria bahkan memiliki tingkat kematian 19% lebih tinggi daripada perempuan. Ini terjadi karena kesadaran di kalangan pria masih lebih rendah. Maka dari itu, meski jarang terjadi, pria tetap perlu melakukan pemeriksaan payudara secara berkala untuk mendeteksi gejala lebih awal.

Terdapat beberapa faktor yang membuat pria juga berisiko mengalaminya:

  • Berusia di atas 60 tahun.
  • Faktor genetik (herediter)
  • Memiliki berat badan berlebih
  • Menderita sindrom Klinefelter
  • Paparan radiasi pada bagian dada
  • Penurunan atau defisiensi fungsi organ hati
  • Kondisi medis yang menyebabkan peningkatan kadar hormon estrogen.

Kanker Payudara Hanya Terjadi pada Perempuan Paruh Baya

Selain mitos soal kanker payudara tidak terjadi pada pria, info keliru lainnya yang banyak beredar adalah mengenai kanker payudara yang hanya bisa terjadi pada perempuan paruh baya. Nyatanya, risiko kanker payudara memang meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi penyakit ini sebenarnya dapat menyerang siapa saja, termasuk pada anak muda. Olehnya itu, pemeriksaan payudara menjadi hal yang wajib dilakukan tak peduli berapa pun usiamu sekarang. 

Tidak Dapat Disembuhkan

Anggapan bahwa kanker payudara tidak bisa disembuhkan adalah kekeliruan yang selama ini masih menyebar di masyarakat. Padahal, dengan deteksi dini serta menjalani pengobatan secara tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan kanker payudara. Itulah sebabnya, setiap wanita disarankan untuk rutin melakukan skrining kanker payudara.

Mammografi Menyebabkan Sel Kanker Menyebar

Mammografi merupakan alat untuk memeriksa dan mendeteksi adanya kanker payudara dengan menggunakan sinar radiasi. Sebagian orang menganggap bahwa sinar radiasi ini bisa menyebarkan sel kanker payudara. Faktanya, anggapan tersebut salah.

Mammografi tidak menyebabkan sel kanker payudara menyebar dan semakin parah. Sebaliknya, melakukan pemeriksaan mammografi secara berkala, terutama pada wanita yang sudah berusia di atas 35 tahun, mampu mendeteksi secara dini kanker payudara.

Menerapkan Gaya Hidup Sehat Adalah Jaminan Terhindar dari Kanker

Gaya hidup sehat, seperti makan bergizi dan berolahraga, memang dapat menurunkan risiko kanker, tapi hal itu bukan jaminan pasti. Ada banyak orang yang sudah menjalani pola hidup sehat tetapi tetap terkena kanker payudara. Oleh karena itu, tetap penting untuk melakukan pemeriksaan rutin dan memperhatikan perubahan yang tidak biasa pada tubuh.

Mendekatkan Ponsel ke Payudara Dapat Menyebabkan Kanker

Sebenarnya, paparan sinar radiasi secara terus-menerus memang dapat menyebabkan perubahan genetik (mutasi gen) pada sel tubuh dan memicu perkembangan kanker. Namun, perlu diketahui bahwa ponsel hanya memancarkan sinar radiasi yang sangat rendah dan tidak berpotensi mengakibatkan mutasi gen pada sel tubuh. Bahkan, hingga kini belum ada studi atau penelitian yang membuktikan bahwa radiasi ponsel dapat menyebabkan penyakit kanker

Membatasi Konsumsi Gula Dapat Menyembuhkan Kanker

Konsumsi gula sering kali dikaitkan dengan perkembangan penyakit kanker. Pasalnya, masyarakat menganggap bahwa mengonsumsi gula secara berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker dan sebaliknya, menghentikan konsumsi gula bisa menyembuhkan kanker.

Faktanya, membatasi konsumsi gula tidak dapat menghambat perkembangan sel kanker. Hanya saja, mengonsumsi gula secara berlebihan memang berpotensi memicu obesitas dan diabetes, di mana kedua kondisi inilah yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

 

Baca Juga:  Sederet Makanan yang Ternyata Bisa Mencerahkan Gigi

Demikian sejumlah mitos seputar kanker payudara. Semoga artikel ini bermanfaat dan mampu menjawab rasa penasaranmu ya.