
Mengonsumsi makanan mentah alias raw food memang sedang trend dilakukan oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan mengonsumsi makanan mentah konon dianggap lebih sehat dan alami dibandingkan dimasak atau di rebus.
Padahal, kenyataannya hal ini tidaklah sepenuhnya benar. Tidak semua makanan cocok dan layak dikonsumsi dalam keadaan mentah. Bahkan, beberapa di antaranya justru bisa menyebabkan keracunan, infeksi bakteri, hingga gangguan pencernaan serius. Nah lantas apa sajakah jenis makanan yang sebaiknya tak dimakan mentah? Melansir dari Eat This, Not That dan Good Housekeeping, berikut informasinya untuk anda!
Adonan Kue Mentah
Siapa yang tak tergoda mencicipi adonan kue sebelum dipanggang? Tapi sobat kover harus tahu, adonan kue mentah biasanya mengandung telur mentah dan tepung yang belum melalui proses pemanasan. Tepung mentah bisa mengandung E. coli, sedangkan telur mentah bisa membawa Salmonella. Kombinasi ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan bisa menyebabkan keracunan makanan. Selain itu, tepung mentah juga bisa mengiritasi sistem pencernaan. Jadi, sebaiknya hindari kebiasaan ini dan tunggu sampai kuenya benar-benar matang dan siap dinikmati.
Daging ayam mentah
Daging ayam mentah adalah salah satu sumber utama penyebaran bakteri berbahaya seperti Salmonella dan Campylobacter. Mengonsumsi ayam mentah atau setengah matang bisa menyebabkan keracunan makanan serius yang ditandai dengan diare, kram perut, demam, dan muntah-muntah.
Bakteri-bakteri ini sangat berbahaya terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Karena itu, pastikan daging ayam dimasak dengan suhu minimal 75°C hingga tidak ada bagian yang masih merah muda atau berdarah. Jangan lupa juga untuk mencuci tangan dan peralatan dapur yang terkena daging mentah agar tidak terjadi kontaminasi silang.
Daging sapi mentah
Meski steak tartare populer di beberapa budaya kuliner, daging sapi giling mentah menyimpan potensi bahaya kesehatan yang besar. Karena daging digiling, permukaan luar yang mungkin sudah terpapar bakteri ikut tercampur ke seluruh bagian daging.
Bakteri seperti E. coli, Listeria, dan Salmonella dapat berkembang biak dengan cepat. Untuk menjaga kesehatan, daging sapi giling sebaiknya dimasak hingga mencapai suhu internal 71°C. Ini penting terutama bagi ibu hamil, lansia, dan orang yang sedang sakit, karena mereka lebih rentan terhadap infeksi bakteri berbahaya dari daging mentah.
Kacang Merah
Kacang merah mentah atau setengah matang mengandung racun bernama phytohaemagglutinin, yaitu lektin yang bisa mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan keracunan akut. Gejalanya termasuk mual, muntah, diare hebat, dan kram perut hanya beberapa jam setelah konsumsi.
Untuk menghindarinya, kacang merah harus direndam selama minimal lima jam, lalu direbus dalam air mendidih selama minimal 10 menit sebelum dikonsumsi. Proses ini akan menghancurkan racun dan membuat kacang merah aman disantap sebagai sup atau salad hangat yang lezat.
Kentang
Kentang mentah mengandung solanin, yaitu senyawa beracun alami yang terbentuk saat kentang terpapar cahaya dan berubah warna menjadi hijau. Jika dikonsumsi, solanin bisa menimbulkan berbagai gejala seperti rasa terbakar di tenggorokan, sakit kepala, mual, muntah, bahkan gangguan sistem saraf.
Selain itu, tekstur kentang mentah yang keras juga menyulitkan sistem pencernaan untuk memprosesnya. Konsumsi kentang mentah bisa menyebabkan perut kembung dan rasa tidak nyaman di perut. Untuk menghilangkan kandungan solanin dan membuat kentang lebih aman dikonsumsi, cukup direbus, dipanggang, atau digoreng hingga matang sempurna.
Susu
Susu segar dipercaya sebagai jenis susu terbaik untuk tubuh, tetapi susu segar tidak berarti langsung dari sapi, kambing, domba, kerbau, atau unta. Susu mentah, atau susu yang tidak dipasteurisasi, dapat membawa bakteri berbahaya dan kuman yang dapat membuat kamu sangat sakit atau bahkan membunuh.
Ini juga dapat menyebabkan infeksi serius dai bakteri seperti salmonella, listeria, dan E. coli. Studi oleh CDC menunjukkan bahwa wabah dari susu mentah terus mengancam kesehatan manusia.
Telur
Meskipun sering digunakan dalam smoothie, saus, atau adonan kue, telur mentah bisa menjadi tempat berkembang biaknya Salmonella, yaitu bakteri penyebab infeksi saluran cerna. Gejala infeksi ini meliputi demam, diare, dan nyeri perut yang bisa berlangsung selama beberapa hari.
Risiko ini semakin tinggi jika Beauties menggunakan telur yang tidak disimpan dengan benar atau yang cangkangnya sudah retak. Agar tetap aman, pilih telur pasteurisasi untuk dikonsumsi dalam kondisi mentah, atau lebih baik masak terlebih dahulu hingga bagian putih dan kuning telur matang sempurna.
Sosis
Makanan yang tidak boleh dimakan mentah berikutnya adalah sosis. Anda mungkin pernah berpikir bahwa sosis bisa dimakan mentah karena sebelumnya sudah matang sebelum akhirnya dikemas.
Kendati memang demikian, anda sebaiknya tidak mengonsumsinya sebelum dimasak lagi. Alasannya, sosis dapat terkontaminasi oleh bakteri Listeria, yang hanya bisa dibunuh oleh proses pemanasan kembali.
Taoge
Kecambah adalah salah satu tanaman termudah untuk tumbuh dan kaya akan nutrisi. Namun, mengkonsumsi taoge mentah dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti kram perut, diare, dan muntah muncul 1-8 hari setelah makan taoge. Makananya yang tidak boleh dimakan mentah ini telah menyebabkan wabah penyakit bawaan makanan.
Terong
Terong termasuk dalam kelompok nightshade vegetables, sama seperti kentang dan tomat, yang secara alami mengandung senyawa solanin. Meski kandungan solanin dalam terong tidak sebanyak pada kentang, tetap saja bisa memicu gangguan pencernaan jika dikonsumsi mentah, apalagi dalam jumlah besar.
Selain itu, rasa terong mentah cenderung pahit dan tidak enak, serta sulit dicerna. Dengan proses memasak seperti ditumis, dipanggang, atau dikukus, kandungan zat anti-gizi dalam terong bisa berkurang dan teksturnya menjadi lebih lembut serta lezat.


