Youtuber Jerome Polin : Membuat Konten Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Menghasilkan Uang

“Aku pribadi kalau lagi males akan mengalihkannya dengan mengerjakanhal yang lain yang aku senangi misalnya main game.Bosennya akan memudardengan mengingat kembali motivasi atau tujuan awalku. Misalnya, motivasiku ingin keluar negeri lewat kuliah berbeasiswa full. Makanya di tingkatkan lagi motivasi dan tujuan awalnya agar semangatbisa terus terbakar,” cerita laki-laki berumur 20 tahun tersebut.

Lewat channel Nihongo Mantappu, Jerome banyak membagikan video edukatif terkait proses belajar Bahasa Jepang maupun vlog kesehariannya sebagai mahasiswa rantau. Awalnya YouTube Nihongo Mantappu Jerome rintis bersama temannya bernama Kevin, namun Kevin memutuskan untuk tak melanjutkan kerjasama karena ingin fokus menyelesaikan perkuliahan. Berkat kegigihan Jerome, Nihongo Mantappu mampu berkembang pesat dan meraih 650 ribu subscribers dalam waktu setahun. Hingga kini Nihongo Mantappu sudah memiliki 1,8 juta subscribers.

Terkait penghasilan yang didapat dari konten video Youtubenya, Jerome mengaku tak mengutamakan uang namun ingin memiliki hidup yang berdampak positif.  Baginya harta dan uang adalah bonus.

“Aku pikir kejar dampak positifnya dulu jangan kejar uang karena kalau semua tentang uang nggak usah jadi influenser. Maling atau pengedar narkoba juga dapat uang namun dampak positifnya tidak ada sama sekali.Hampa karena uang bukan segalanya,” katanya.

Ia belajar dari sang mama yang sedari kecil selalu mengajarkannya melakukan hal-hal produktif. “Dulu waktu kecil, kalau mau main aku disuruh untuk lakukan hal produktif dulu.Mau main komputer atau main apa, lakukan dulu hal produktif misalnya olahraga atau belajar musik. Jadi sampai sekarang aku merasa bersalah sendiri kalau tidak melakukan hal produktif. Aku tetep main tapi setelah melakukan hal produktif,” katanya.

Jerome juga prihatin dengan banyaknya konten tak produktif yang bermunculan di Youtube.Ia merasa bertanggung jawab untuk terus memberikan konten bermanfaat agar Indonesia menjadi lebih baik.

“Aku enjoy ngerjainnya tapi resahsendiri ngeliat masih banyak konten kurang edukatif yang diminati. Aku selalu mikir kedepannya Indonesia akan seperti apa kalau orang-orang hanya melihat konten yang seperti itu.Kalau kita bisa mengangkat atau  memberikan konten yang baik kenapa harus kasih konten yang manfaatnya sedikit,” kata laki-laki kelahiran 2 Mei 1998 ini.