“Kita harus mengikuti zaman, kalau tidak kita akan kalah. Canggihnya teknologi dan media sosial harus dimanfaatkan untuk mendapatkan pendengar yang lebih luas lagi. Dari radio yang sebelumnya hanya bisa didengarkan secara lokal sekarang sudah bisa dinikmati secara online. Tak takut lagi ketinggalan jadwal penyiar kesayangan, tinggal klik lalu unduh,” katanya.
Sajikan Hiburan Ragam Kalangan
Kardopa bertahan, dari masih menggunakan pita kaset hingga kini cukup dengan melakukan klik. Lokasi kantor salah satu radio tertua di Medan ini masih berada di tempat yang sama yakni di Jalan Iskandar Muda No. 117 A Medan. Lewat beragam program baik on-air maupun off-air, Radio Kardopa ingin merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Sejak awal hingga kini, kita tetap konsisten memutarkan siaran-siaran yang memutar lagu daerah. Bahkan tidak sekadar lagu, penyiar juga menggunakan bahasa daerah di beberapa program. Saya tetap berprinsip muatan lokal tak boleh ditinggalkan. Saya tidak mau beralih dari sana,” ujarnya.
Pengelolaan radio menurut Tiorida juga harus dilakukan lewat manajemen yang profesional. Terpenting adalah dukungan dari peralatan yang baik seperti kekuatan pemancar. Ini tak bisa diabaikan karena dengan pemancar yang baik cakupan wilayah siaran akan semakin luas.


